Jemaat Katolik Hibahkan Lahan Bangun Masjid

0
590
Wako H Syahrul, Petrus M Sitohang meninjau pembangunan Masjid Al Hasanah di Kampung Nusantara Dompak. f-martunas/tanjungpinang pos

Kampung Nusantara, Percontohan Toleransi Beragama

DOMPAK – Tingginya tingkat toleransi dan kerukunan umat beragama di Tanjungpinang telah ditunjukkan Florianus Thomas Meje. Jemaat Katolik ini dengan senang hati menghibahkan tanahnya seluas 2.500 meter persegi untuk pembangunan masjid.

Hibah lahan ini telah menunjukkan kehidupan masyarakat di Kampung Nusantara Dompak Tanjungpinang merupakan contoh betapa tingginya kerukunan umat beragama di kota ini.

Lahan itu dihibahkan pada, 7 Maret 2019 lalu. Dalam surat keterangan hibah itu, Florianus Thomas Meje selaku pihak pertama menghibahkan lahannya kepada Haris selaku pihak kedua yang bertindak atas nama dan mewakili masyarakat Kampung Nusantara.

Surat hibah ini selain ditandatangani pemberi hibah (Florianus) dan penerima hibah (Haris) juga diteken enam orang saksi yakni Adrianus Dura selaku ketua RT setempat dan lima tokoh masyarakat setempat yakni Vortvan Netsel Silaban, M Simorangkir, Jansen Siregar, Haris Aldianto dan Supriadi.

Warga yang ada di kampung itu sudah memulai pembangunan masjid dengan melakukan peletakan batu pertama, Rabu (10/4). Mereka memberi nama Masjid Al Hasanah Kampung Nusantara.

Peletakan batu pertama kemarin dilakukan Walikota Tanjungpinang H Syahrul dihadiri anggota DPRD Kota Tanjungpinang yakni Petrus M Sitohang dan tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Petrus mengatakan, dirinya kerap datang ke perkampungan itu. Suasana kekeluargaan di sana selalu terjaga dengan baik. Beragam suku dan agama tinggal di sana dan selalu hidup harmonis.

Itu juga yang membuat nama pemukiman tersebut dijadikan Kampung Nusantara. Kampung masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan hidup rukun di sana.

”Penduduk di Kampung Nusantara Dompak berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sehari-hari hidup rukun sesuai semangat Nusantara,” jelas Petrus, kemarin.

Adapun jumlah warga Kampung Nusantara Dompak sekitar 300 Kepala Keluarga (KK). Sehari-hari masyarakat di sana bekerja sebagian besar petani dan buruh lepas.

Syahrul menyambut baik rencana pembangunan masjid itu. Dia meminta agar acara kemarin dapat segera ditindaklanjuti.

”Setelah acara peletakan batu pertama, langsung dilanjutkan dengan pembangunan fisiknya. Untuk itu saya pribadi menyumbang 50 sak semen agar pembangunan dapat segera berjalan,” katanya.

”Ini adalah sumbangan saya pribadi. Kalau warga mengharapkan bantuan pemerintah, silahkan menyampaikan proposalnya. Tetapi tidak bisa tahun ini. Bantuan pemerintah harus dianggarkan dulu setahun sebelumnya. Agar tidak melanggar aturan,” katanya menegaskan.

Selanjutnya Syahrul memberikan penghargaan dan pujian kepada Florianus Thomas Meje, seorang warga Kampung Nusantara yang beragama Katolik dan berkenan menghibahkan tanahnya untuk menjadi lokasi berdirinya masjid.

Menurutnya, sikap Florianus adalah wujud dari pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat.

Petrus Sitohang ikut mendampingi Florianus saat menyerahkan dokumen hibah itu. Menurut Petrus, Florianus adalah sosok nasionalis sejati yang sangat mengerti apa arti menjadi orang Indonesia.

Ketika elite-elite politik bangsa ini saling menyebarkan kebencian dalam usaha merebut kekuasaan dan mengakibatkan lunturnya semangat kebangsaan, seorang Florianus yang sederhana yang bisa memberikan contoh bagaimana cara mencintai dan merawat persatuan bangsanya.

”Saya salut dengan sikap dan perbuatan Florianus ini. Dia sebenarnya saat ini sedang mengajarkan para elite-elite politik di negara ini siapa sebenarnya Indonesia sejati,” kata Petrus Sitohang yang saat ini maju menjadi calon anggota legislatif DPRD Provinsi Kepri dari PDI Perjuangan Dapil Kota Tanjungpinang itu. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here