Jemaja Cocok Dibangun Gudang Bulog

0
408
PULAU Jemaja, Kecamatan Jemaja terlihat dari atas. f-istimewa

ANAMBAS – Gudang Bulog bakal di bangun di Kecamatan Jemaja, sedangkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas hanya mempersiapkan lahan untuk lokasi pembangunannya.

Tim survei nantinya akan menentukan letaknya dan dukungan masyarakat juga sangat penting.

Bupati KKA Abdul Haris SH mengatakan, Pemerintah Daerah akan menyediakan beberapa titik untuk pembangunan gudang Bulog. Namun dimana lokasinya, nanti akan ditentukan dari hasil survei.

”Bulog minta Pemda yang menyediakan lahannya, gudang bulog harus dekat dengan pelabuhan dan wilayah pertanian. Masih disurvei saat ini,” kata Abdul Haris, Minggu (11/11).

Haris mengatakan, sesuai kebutuhan Pemda menyiapkan 1 sampai 2 hektare untuk gudang Bulog dan lokasinya juga harus strategis.

”Lokasi yang kita berikan strategis yakni ada yang dekat dengan pelabuhan, untuk mempermudah mobilisasi dan ada juga yang dekat dengan sentra pertanian,” jelasnya.

Ia yakin dalam pembangunannya tidak akan ada hambatan, apalagi dengan dibangunnya gudang di sini masyarakat semakin memiliki keyakinan dan tidak ragu untuk bercocok tanam.

Diketahui, Jemaja adalah memiliki potensi untuk pengembangan pertanian. ”Ini upaya kita dalam memberikan keyakinan kepada masyarakat agar tidak ragu dalam bercocok tanam,” jelasnya.

Kata Haris, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berupaya membantu meningkatkan penghasilan dengan cara bercocok tanam.

”Saya ingin kesejahteraan masyarakat mengalami peningkatan dan Pemda pada prinsipnya terus mendorong hal itu,” terang dia.

Pada pemberitaan sebelumnya, Haris juga terus mendorong dalam peningkatan perekonomian masyarakat dibidang pertanian, dan potensi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur sangat menjanjikan untuk ke depannya.

Haris juga mengatakan, masyarakat harus memiliki motivasi dan semangat dalam mengembangkan pertaniannya.

Tak menutup kemungkinan, lanjut Haris, jika sektor pertanian berhasil dikembangkan maka Anambas ke depannya memiliki lumbung pangan tersendiri. Sebab, selama ini sebagai daerah kepulauan yang berada di perbatasan pasokan pangan berasal dari Tanjungpinang.

Namun, jika musim utara atau gelombang tinggi akan menghambat pengiriman bahan pangan.

”Saya inginkan para petani di Jemaja dan Jemaja Timur ini memiliki kehidupan yang layak dan sejahtera di sektor pertanian. Tentu hal itu harus fokus, dan memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai keberhasilan,” ungkap Abdul Haris SH. ketika dihubungi, Jumat (9/11).

Haris menambahkan, Kamis (8/11) ia bersama tim ahli dari Universitas Riau (UNRI) mengunjungi lahan pertanian yang berada di Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur.
Di sana, ia juga membagikan sejumlah bantuan kepada beberapa kelompok diantaranya untuk peternak ikan lele diberikan bibit lele kepada 8 kelompok.

Sedangkan, untuk petani cabai di berikan kepada 4 perwakilan kelompok petani cabai dan ditambah lagi sejumlah alat penyemprot hama untuk petani padi.

”Sejumlah bantuan sudah sering diberikan, mulai dari alat berat untuk menggarap sawah, bibit atau pupuk bahkan alat penyemprot. Tapi Saya belum mengetahui, atau dapat laporan tentang petani yang dibantu itu ada mengalami peningkatan ekonominya. Makanya saya tinjau langsung, untuk mengetahui persoalan dan kendala yang dialami para petani ini,” jelas Haris.

Ia akan berupaya, untuk merubah pola pemikiran masyarakat di sana agar bagaimana meningkatkan semangatnya dalam bertani yang fokus. Haris tak ingin, jadi petani hanya ikut-ikutan saja atau menjadi petani musiman. (end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here