Jembatan Babin Bakal Lahirkan Kekuatan Ekonomi Baru

0
447
RORO, feri dan speedboat sarana transportasi dari Batam ke Bintan dan Tanjungpinang. f-zakmi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Jika tidak ada perubahan jadwal, Selasa (27/2) besok, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun akan menghadap ke Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara untuk mempresentasikan rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin).

Sesuai undang Presiden ke Nurdin, ia diminta menjelaskan secara detail tentang pembangunan jembatan itu dan manfaatnya bagi Kepri ke depan.

Anggota Komisi II Bidang Ekonomi, Keuangan DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah mengatakan, sinyal positif yang sangat bagus ketika Presiden mengundang gubernur untuk memaparkan rencana pembangunan Jembatan Babin itu.

Kepri wajar mendapat perhatian dari Presiden mengingat kondisi ekonomi Kepri yang melemah tiga tahun terakhir dan paling parah tahun 2017 lalu.

Jika pemerintah pusat membangun seluruh daerah di Indonesia, maka Kepri juga harus mendapat bagian danada Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sangat prestisius dibangun di provinsi kepulauan ini.

Apalagi, tahun 2018 ini, pemerintah pusat menggelontorkan sekitar Rp 100 triliun untuk pembangunan infrastruktur di Sumatera. Kepri yang merupakan bagian dari Sumatera, belum kebagian proyek prestisius dari anggaran itu.

Ia sadar, selama ini gubernur sudah berkoar-koar ke pemerintah pusat dan di berbagai kesempatan sudah meminta pembangunan Jembatan Babin dalam beberapa kali acara yang dihadiri pejabat nasional.

”Mungkin inilah saatnya Pak Presiden langsung yang mengundang. Terimakasih lah buat Pak Presiden, Pak Gubernur. Mudah-mudahan setelah pertemuan nanti, ada kabar gembira untuk Kepri dari pak Presiden,” ujar Ing Iskandarsyah via ponselnya, Minggu (25/2).

Politisi PKS ini menjelaskan, apabila Jembatan Babin jadi dibangun, maka ini jadi harapan baru bagi Kepri. Akan muncul kekuatan ekonomi baru di Kepri yakni Pulau Bintan.

Batam, jelasnya lagi, saat ini sudah mulai jenuh. Lahan pembangunan di Batam pun makin sedikit, sehingga butuh daerah baru untuk pengembangan. Menyatukan Batam-Bintan dan Tanjungpinang sangat tepat agar daerah ini lebih cepat berkembang.

Arus orang dan barang akan semakin lancar di tiga daerah ini. Industri juga akan berkembang dan meningkatkan sektor wisata. Jembatan Babin, katanya, sudah lama diimpikan warga Kepri. Jembatan ini akan menjadikan transportasi tiga daerah ini aktiv 24 jam. Selama ini, transportasi hanya terbatasa sampai pukul 18.00 saja. Setelah itu, pelabuhan tutup.

”Daerah itu cepat maju jika transportasinya hidup 24 jam. Lihatlah daerah kita ini, transportasi lalu sudah berhenti pukul enam sore. Penerbangan juga tidak sampai 24 jam. Karena transportasi darat yang jadi harapan bisa hidup 24 jam,” ungkapnya lagi.

Pemanfaatan jembatan itu selain untuk transportasi, masih banyak yang bisa ditumpangkan di sana seperti kabel listrik, optik atau pipa air dan lainnya. Kemudian, jika Jembatan Babin sudah dibangun, ini dipastikan menjadi ikon besar Kepri.

Sekilas tentang rencana pembangunan Jembatan Babin, akan dibangun untuk untuk menghubungkan Batam-Bintan, Tanjungpinang. Awalnya diwacanakan Ismeth Abdullah tahun 2000. Tahun 2003 mulai disampaikan ke pemerintah pusat. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here