Jembatan Babin Dibangun, Status FTZ Harus Disamakan

0
338
Ing Iskandarsyah

TANJUNGPINANG – Anggota Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah mengatakan, apabila Jembatan Batam-Bintan (Babin) jadi dibangun, maka status Free Tarde Zone (FTZ) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam-Bintan dan Tanjungpinang harus disamakan.

Tujuan pembangunan Jembatan Babin, kata Ing, untuk memperlancar arus transportasi antardaerah di Kepri yakni, Batam-Bintan-Tanjungpinang.

Namun, kondisi saat ini, tak semua mobil dari Batam bisa masuk ke Bintan dan Tanjungpinang karena statusnya berbeda. Batam dijadikan FTZ menyeluruh, sedangkan Bintan dan Tanjungpinang hanya FTZ enclave.

Perbedaan status ini tidak akan mengoptimalkan penggunaan jembatan. ”Mobil mau masuk tak bisa. Status berbeda. Padahal, jembatan itu untuk menghubungkan daerah. Transportasi harus lancar. Makanya, kita berharap, jadikan saja Kepri KEK atau FTZ menyeluruh. Beri kesitimewaan buat Kepris ebagai daerah kepulauan,” ujarnya via ponselnya, Selasa (6/3).

Dijelaskannya lebih rinci, apabila Jembatan Babin jadi dibangun, waktu untuk pembangunannya cukup lama. Karena panjang jembatan itu hampir 6 kali lipat dari Jembatan 1 Dompak. Untuk membangun Jembatan 1 Dompak saja butuh waktu bertahun-tahun. Karena itu, perjuangan kedua yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah bagaimana agar status KEK atau FTZ di Kepri bisa menyeluruh. Sehingga mendukung pengoperasional jembatan itu nanti.

Kemudian, kata dia, jembatan itu dibangun untuk menyatukan tiga daerah. Arus barang dan orang antardaerah ini akan lancar. Demikian juga sektor perdagangan, wisata dan kuliner akan berkembang.

Warga di tiga daerah ini akan seling berlibur ke daerah lainnya. Turis juga akan menjadikannya wisata keliling tiga daerah sekaligus. Maka jangan sampai ke depan, ada penghalang untuk hal-hal pengembangan seperti itu.

Ia juga senang dan mendukung langkah yang dilakukan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun yang tidak ada capeknya meminta bantuan dan persetujuan dari pemerintah pusat agar menyetujui pembangunan Jembatan Babin. Meski dirinya belum mengetahui apakah jembatan itu akan dibangun dari APBN atau dana investor. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here