Jembatan Babin Jadi Era Baru

0
973
sketsa-jembatan-Batam-Bintan

Bappenas Segera Turun ke Kepri

TANJUNGPINANG – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) RI, Prof. Bambang Brodjonegoro meyakini rencana pembangunan Jambatan Batam-Bintan (Babin) akan menjadi era baru mempercepat laju ekonomi Kepri ke depan.

Bahkan, Bambang menyebutkan, usulan pembangunan Jembatan Babin yang disampaikan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun merupakan ide yang sangat visioner untuk menyatukan dua pulau besar yang akan mempercepat pertumbuhan di segala sektor.

Bambang juga sangat mendukung rencana ini dan hendaknya segera terealisasi. Hal ini disampaikan Bambang kepada Naharuddin, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Pemprov Kepri saat pertemuan di Yogyakarta, pekan lalu.

Naharuddin menjelaskan, sejak Gubernur memaparkan rencana pembangunan Jembatan Babin di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan disetujui, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri diminta untuk segera menindaklanjutinya ke kementerian/lembaga terkait.

Saat rakornas di Padang, Naharuddin juga menyampaikan tentang rencana pembangunan Jembatan Babin ini ke Bambang. Kemudian, pekan lalu saat Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah I Pusat dan Daerah di Yogyakarta, dirinya kembali menyampaikan hal yang sama ke Bambang.

Pada kesempatan itu, Naharuddin meminta agar Bappenas memasukkan Jembatan Babin masuk pembangunan skala prioritas nasional tahun depan dan permintaan ini mendapat respon positif dari Bappenas.

Baca Juga :  Pemprov Bangun Kios di Kampung Bugis

”Kita sampaikan ke Bappenas agar masuk skala prioritas untuk dibangun tahun depan. Kita harus tindaklanjuti ke semua kementerian/lembaga terkait sesuai arahan pak gubernur,” ujar Naharuddin, kemarin.

Saat pertemuan di Yogyakarta, hadir juga Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri Brigjend Jamhur Ismail, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri Abu Bakar dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Kepri.

Jamhur sendiri turut memberi penjelasan kepada menteri terkait perhubungan laut, arus laut soal pembangunan jembatan itu. Karena transportasi laut harus tetap lancar meski ada jembatan membentang di laut nanti.

Abu Bakar sendiri menjelaskan secara teknis tentang pembangunan jembatan itu baik konstruksi dan teknis pengerjaannya. Begitu juga dengan Kadis DLH menjelaskan soal Amdalnya.

Naharuddin mengatakan, perintah gubernur sudah jelas. Semua OPD harus cepat menindaklanjuti rencana pembangunan Jembatan Babin dan proyek strategis lainnya. Jangan sampai momen ini hilang begitu saja karena sudah ada persetujuan Presiden.

Apalagi, Presiden juga memerintahkan langsung para menterinya untuk mencari solusi apabila ada halangan selama proses menjelang pembangunan jembatan itu.

”Jadi semua kepala OPD bergerak cepat. Pak Kadis PU juga sudah menjelaskan secara detail kepada pejabat Kementerian PU. Sama-sama lah. Karena ini untuk Kepri yang akan lebih maju ke depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Semua Gajinya di DPRD Dibagi ke Warga

Dijelaskan Pak N, panggilan akrab Naharuddin, selain Jembatan Babin, dirinya juga sempat membahas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan dengan Menteri Bappenas.

Kemudian, dirinya juga menemui dua pejabat Bappenas yakni Deputi Pengembangan Regional Bappenas, Rudi dan Asisten Deputi Pengembangan Regional Bappenas, Okto Royaldi.

Sebagai bentuk dukungan dan keseriusan Bappenas akan Jembatan Babin dan KEK Galang Batang ini, maka dalam waktu dekat ini akan dikirimkan pejabatnya ke Kepri untuk turun ke lapangan dan membahasnya lebih rinci.

”Pak menteri mengatakan segera turun. Selain jembatan, mereka juga akan ke Galang Batang. Karena KEK Galang Batang ini masuk road map Bappenas. Kalau mereka menyebutkan Bintan Project di Bappenas. Kita menyebutkan KEK Galang Batang,” katanya lebih rinci.

Naharuddin mengatakan, kehadiran Jembatan Babin ini akan menjadikan Kepri daerah yang sangat menarik bagi investor. Selain itu, juga memperlancar segala kebutuhan masyarakat dan industri.

Dengan sendirinya, investor makin percaya dengan Kepri dan berniat sendiri untuk memperbesar investasinya. Apalagi, Jembatan Babin dirancang juga untuk kebutuhan industri yang bisa dilalui trailer pembawa kontainer maupun truk.

Baca Juga :  Bantuan Bencana Sudah Diserahkan ke Warga

Manfaat lainnya, transportasi darat semakin lancar mulai dari Batam, Bintan hingga Tanjungpinang dan sebaliknya. Kunjungan turis akan meningkat demikian juga wisatawan nusantara (wisnus).

Tiga kabupaten/kota ini akan membentuk satu kekuatan ekonomi baru dimana, sektor jasa, perdagangan, arus barang, arus orang, turis, industri, pemukiman, tenaga kerja makin lancar.

Ia mencontohkan, petani Bintan dan Tanjungpinang tidak perlu lagi pusing untuk memasarkan hasil taninya. Batam merupakan konsumen raksasa yang siap menampung seluruh hasil tani dari Pulau Bintan.

Selama ini, Batam mendatangkan sayuran, beras, buah-buahan untuk keperluan masyarakatnya. Sementara di Pulau Bintan, produksi petani bagus. Namun sulit memasarkannya ke Batam karena harus naik transportasi laut yang waktunya tertentu dan harga ongkosnya mahal.

Ke depan, cukup naik motor saja sudah bisa menjualnya ke Batam melintas melalui jembatan tersebut. Karena itulah, masyarakat Kepri telah lama menanti dibangunnya jembatan ini.

Naharuddin mengajak semua elemen masyarakat turut mendoakan kelancaran pembangunan jembatan ini. ”Karena ini demi keperluan kita semua. Mudah-mudahan semuanya lancar,” harapnya. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here