Jembatan Babin Mendesak Dibangun

0
546
TINJAU: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bersama Lukita dan Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah saat meninjau Gedung Kepri Digital Gateway di Tanjungpinang, Rabu (3/1). f-istimewa/humas pemprov kepri

2018, Target Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan sangat mendesak. Karena itu, rencana membangun Jembatan Batam-Bintan (Babin) sudah harus disegerakan.

TANJUNGPINANG – Mantan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Waka Bappenas) dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, Lukita Dinarsyah Tuwo, M.A mengatakan, Jembatan Babin ini akan menyempurnakan pertumbuhan ekonomi di Kepri menyeimbangkan ekonomi antara Pulau Batam dengan Pulau Bintan.

Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam itu juga menjelaskan, saat ini Batam masih lokomotif ekonomi di Kepri. Namun, ketimpangan ekonomi antardaerah di Kepri tidak bisa dibiarkan berlama-lama.

Pengalaman saat ini, ketika ekonomi Batam terpuruk, langsung berimbas ke seluruh daerah lain di Kepri. ”Jembatan Babin sudah harus segera,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Kepri Gateway Digital, eks Kantor Gubernur di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Rabu (3/1).

Lukita menjelaskan, apabila Pulau Batam dan Pulau Bintan tak tersambung, maka ke depan sulit mengembangkan Batam. Banyak persoalan kebutuhan masyarakat yang sudah diselesaikan nanti. Misalnya, tempat tinggal penduduk akan sulit didapatkan karena tidak ada lagi lahan untuk membangun pemukiman baru. Kemudian, keperluan air bersih juga akan sulit terpenuhi.

”Kalau Jembatan Babin sudah ada, maka mobilisasi barang dan penduduk Batam-Pulau Bintan akan lancar. Penduduk Batam bisa bermukim di Pulau Bintan dan kerja di Batam,” jelasnya.

Bahkan, kata Lukita, apabila Jembatan Babin sudah dibangun, potensi Batam dan potensi Pulau Bintan akan menyatu. Segala potensi ini akan memperkuat nilai ekonomi di dua pulau tersebut.

Saat ini, Lukita melihat potensi di Pulau Bintan masih sangat banyak. Namun, karena tidak tersambungnya Pulau Bintan dengan Batam, maka belum bisa dikembangkan sepenuhnya.

Bahkan, menurutnya, bukan tidak mungkin Pulau Bintan lebih maju nanti karena potensinya sangat besar. Namun, setidaknya ada perimbangan kekuatan ekonomi di Kepri antara Batam dan Pulau Bintan.

Tumbuh 5 Persen di 2018
Lukita yakin, pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2018 nanti sekitar 4,5 hingga 5 persen. Pertumbuhan itu dipacu oleh investasi di Batam dan juga sektor pariwisata. Untuk menumbuhkan ekonomi Batam Kepri hingga 5 persen, maka butuh investasi real atau realiasi sekitar Rp 10 triliun. Lukita yakin, investasi sebesar itu bisa masuk tahun ini.

”Masih ada APBD, investasi dan wisata. Berapa banyak uang beredar dari wisata itu. Jadi bisa menambah penguatan ekonomi kita,” ujar Lukita saat mendampingi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun memberi penjelasan kepada wartawan tentang prospek ekonomi Kepri 2018 di Tanjungpinang, Rabu (3/1).

Ia menjelaskan, capaian 5 persen nanti bisa saja dihitung berdasarkan konsumsi masyarakat melalui perkembangan pariwisata, APBD melalui gerakan belanja langsung maupun tidak langsung.

Capain ini butuh kerja sama antara swasta, pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Hal inilah yang sedang dibangun Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, bersama BP Batam, Pemko dan Pemkab seluruh Kepri untuk sama-sama menumbuh kembangkan, semangat invetasi yang masuk ke Kepri.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menambahkan, dirinya meminta 2018 ini, kepala daerah seluruh Kepri bekerja cepat dan meminta sama-sama berinovasi serta dengan meningkatkan investasi sebanyak-banyaknya.

Misalnya di Lingga, pengembangan ladang sawah yang cukup besar, ini merupakan terobosan bagus. Termasuk ke depan pariwisata juga harus terus didorong. Secara umum Nurdin menilai, wali kota dan bupati se-Kepri sudah melakukan terobosan inovasi yang cukup cepat. Tinggal bagaimana kerja sama yang baik antarsesama OPD.

Nurdin bahkan menyinggung aksi nyata dan cepat yang dilakukan BP Batam saat ini. Menurut Nurdin, BP Batam di atas tangan dinginnya Lukita dia berharap pertumbuhan Kepri ke depan akan semakin membaik.

”Pak Lukita ini punya akses yang cukup baik di pemerintah pusat, bahkan kami waktu menjabat di Karimun sering berkomunikasi dengan beliau, jadi istilahnya, sampai dirinya ke Kepri, merupakan istimewa untuk kita semua,” papar Nurdin.

Dengan demikian, harapan Kepri memperjuangkan Jembatan Batam-Bintan, merupakan harapan besar dirinya bersama Lukita ke depan. ”Kami sepakat, tahun kepemimpinan kami sudah mulai diperjuangkan, mohon doa restu,” paparnya.

Kalau jembatan sudah jadi, nanti ke depan, perkembangan pertumbuhan ekonomi sampai ke Bintan akan lebih baik. ”Karena cost ekonominya lebih rendah,” timpal Nurdin.

Dirinya berharap, dalam rangka tekat dirinya mewujudkan pembangunan Jembatan Babin, ada lembaga finansial turut serta sama-sama berinvestasi membangun. Nurdin berharap, di masa jabatannya sebagai Gubernur, ia bertekat berusaha mewujudkan mimpi itu.

Untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi Kepri, maka kerja keras semua pihak sangat dibutuhkan. Inflasi jangan naik tinggi. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2017 sangat rendah, sehingga sulit mendongkraknya. Pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan I 2017 sekitar 2,02 persen, triwulan II sebesar 1,52 persen dan triwulan III naik menjadi 2,41 persen.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here