Jembatan Babin Tiru Suramadu

0
542
H Nurdin Basirun

Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang sudah disetujui Presiden RI Joko Widodo akan mengikuti skema pembangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu).

TANJUNGPINANG – GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, pembangunan Jembatan Babin itu nantinya akan melibatkan investor swasta dan lokal. Skemanya pembangunannya nanti pun, akan mengikuti skema pembanguan Jembatan Suramadu di Surabaya.

Bahkan, jika perlu belajar dengan investor yang sudah berhasil membangun jembatan Suramadu yang saat ini manfaatnya cukup besar dirasakan masyarakat setempat.

Sedangkan, pembangunan Jembatan Suramadu ini adalah sebagian modal pemerintah dan sebagian pinjaman swasta. Namun, gubernur tidak merinci tentang siapa investor yang benar-benar berniat akan membangun Jembatan Babin ini.

Sebab, sebelum-sebelumnya sudah banyak investor yang ingin membangun Jembatan Babin ini baik di masa H Ismeth Abdullah maupun di masa HM Sani menjabat sebagai Gubernur Kepri. Namun, sampai saat ini belum ada satu perusahaan yang benar-benar menunjukkan niatnya untuk membangun.

Nurdin sendiri belum menyampaikan siapa calon investor besar yang akan mendapat kesempatan mewujudkan impiannya untuk membangun Jembatan yang akan menghubungkan Batam dan Pulau Bintan itu.

Ia mengatakan, yang dibutuhkan saat ini selain dukungan masyarakat serta aturan agar nanti pembangunannya berjalan efektif dan kondusif juga tidak terjadi hambatan.

”Jembatan Babin kalau dapat secepatnya dibangun. Kalau bisa bulan Maret ini sudah dimulai perencanaannya. Terus terang saat ini, kami tengah mencari formula yang baik supaya saat proses pembangunannya kondusif dan efektif, tak terjadi hambatan,” katanya kepada wartawan di Tanjungpinang, kemarin.

Sekadar diketahui, ada beberapa kontraktor besar yang turut membangun Jembatan Suramadu tersebut. Salah satunya PT Wijaya Karya, perusahaan BUMN yang juga membangun Jembatan 1 Dompak.

Nurdin menambahkan, tak hanya usulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang disetujui Presiden, melainkan pejabat nomor wahid di Indonesia itu pun sangat mendukung kegiatan pembangun Jembatan Babin.

”Pak Presiden bilang ke saya, memerintahkan seluruh menteri segera mencari formula, supaya investasi ini segera terealisasi. Apalagi aturan itu ada di kementerian/lembaga masing-masing,” terang Nurdin.

Saat pertemuan dengan Presiden membahas tentang jembatan itu, disampaikan juga bahwa sejumlah investor luar negeri sudah tertarik ingin membangun Jembatan Babin tersebut.

Nurdin menyampaikan, bahwa Presiden mendorong segala bentuk yang menghambat investasi untuk segera dipangkas. Presiden sendiri berharap Kepri harus menjadi wajah Indonesia terdepan dan harus mampu berdaya saing yang kuat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyetujui tujuh usulan proyek strategis yang diajukan Pemerintah Provinsi Kepri dalam pertemuan terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/2) lalu.

Dari tujuh usulan tersebut, salah satunya yang disetujui adalah pembangunan Jembatan Babin dengan panjang tujuh kilometer. Diharapkan, dengan pembangunan jembatan ini akan meningkatkan aktivitas ekonomi, mobilitas orang, kendaraan, barang dan jasa industri serta pasokan air bersih/gas dari Batam-Bintan.

Melalui pembangunan ini juga membangun martabat bangsa. Tak tanggung-tanggung, total investasi yang harus dikucurkan investor untuk membangun Jembatan Babin sekitar Rp 7,1 triliun.

Kepri meminta dukungan aturan pemerintah untuk merealisasikan proyek ini melalui skema joint venture bersama investor swasta dan local partner. Masyarakat pun sangat senang dan setuju dengan rencana pembangunan Jembatan Babin ini. Sebab, program tersebut langkah besar untuk memperkuat ekonomi Kepri.

Sekadar diketahui, apabila Jembatan Babin dibangun, maka panjangnya melebihi panjang Jembatan Suramadu yang kini masih memegang rekor jembatan terpanjang di Indonesia.

Jembatan Suramadu panjangnya 5.438 m. Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Biaya pembangunan Jembatan Suramadu sekitar Rp 4,5 triliun. Sedangkan perkiraan pembangunan Jembatan Babin sekitar Rp 7,1 triliun.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here