Jembatan Marina-Kampung Bugis Jadi Prioritas

0
977

Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang akan mewujudkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Rimba Jaya-Pulau Bayan-Kampung Bugis. Jaraknya hampir 1 kilometer.

TANJUNGPINANG – Mereka juga ingin mewujudkan pembangunan jembatan dari Madong ke Sungai Nyirih. Tapi masih ada kendalanya. Pertama soal anggaran belum ada dan sedang diajukan ke Presiden RI. Kedua persoalan pembebasan lahan yang belum dibebaskan oleh pemerintah. Jika jembatan nanti selesai dibangun akan jadi ikon pariwisata baru setelah Jembatan I Dompak.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri Hendrija, kemarin. ”Sudah dibuat Detail Engineering Design (DED)nya, hanya saja untuk butuh progres termasuk anggaran yang tak sedikit, namun kita mendorong untuk menjolok anggaran pusat,” jelas Hendrija.

Kata dia, progresnya pembangunan jembatan Marina-Kampung Bugis dan Madong ke Sungai Nyirih masih lama, tapi Pemprov dan Pemko Tanjungpinang bersama-sama untuk mewujudkan itu. Proyek jembatan ini adalah salah satu bagian yang masuk dalam rencana jalan lingkar di wilayah Pulau Bintan, Tanjungpinang sampai dengan Pulau Dompak.

Hanya saja untuk mewujudnya, selain terkendala lahan, Hendrija menyampaikan tidak sedikit anggaran yang terserap untuk membangun jembatan yang panjang jembatanya kurang lebih dari 1 kilometer (Km) tersebut.

Hendrija menjelaskan terkait rencana penataan dan pembangunan kawasan terpadu Gurindam 12 di Kota Tanjungpinang mencakup sejumlah wilayah termasuk salah satunya kawasan Teluk Keriting. ”Kami sedang menjolok anggaran APBN untuk mewujudkan pembangunan itu,” ujar Hendrija, kemarin.

Menurut dia kawasan terpadu Gurindam 12 tersebut, mencakup Pantai Impian, Batu Hitam, Teluk Keriting, Tugu Pinsil, Tepilaut, Taman Gedung Gonggong, Pelabuhan Sribintan Pura, Pulau Penyengat, Pelantar 1 dan II, sampai dengan Pinang Marina. ”Intinya mulai dari Pantai Impian sampai dengan Kawasan Pinang Marina. Pembangunan ini pun satu rangkaian jalan lingkar di wilayah Ibukota,” beber Hendrija.

Untuk mewujudkan kawasan terpadu Gurindam 12 ini, lanjut Hendrija dalam perencanaan awal yang sudah di buat, untuk penataanya ada pantai di reklamasi bahkan ada pula yang tidak di reklamasi. ”Reklamasi pasti ada, tapi tak semua kawasan yang di reklamasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah menyampaikan bahwa, penataan Teluk Keriting masuk dalam Pembangunan Gurindam 12, sebagaimana yang sudah direncanakan. Pembangunan Gurindam 12 ini menyisir sampai Pantai Rimba Jaya, hingga ke Teluk Keriting, sampai ke Pulau Dompak.

Arif menjelaskan, dalam rapat dengan tim percepatan pembangunan yang terdiri dari Asisten II, Kepala PU Kepri, Kepala Disperkim dan beberapa pejabat Pemprov di Gedung Daerah, bahwa Pemprov melalui arahan Gubernur Kepri sudah komitmen mengembangkan pembangunan kawasan secara terpadu. Seperti jalan, dan lainnya juga dikembangkan untuk persiapan pariwisata.

Sebelumnya, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang telah mengajukan usulan untuk pembangunan jembatan tersebut senilai Rp 300 miliar ke pemerintah pusat. Agar usulan itu terwujud, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah langsung mengajukan proposal ke Presiden RI Joko Widodo dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta. ”Mudahan Bappenas bisa menganggarkan tahun 2018 ini,” kata Lis Darmansyah, kemarin.

Kata Lis, proposal sudah serahkan langsung ke Presiden RI, Jokowi tinggal pemerintah daerah mengekspos rencana pembangunan di depan presiden. Bila jembatan ini terwujud maka perputaran ekonomi di Tanjungpinang semakin mengeliat. ”Untuk membangun Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang, tidak boleh setengah-setengah atau keinginan kemaupan kepala daerah masing-masing. Tak boleh sesuai selera partai masing-masing,” kata Lis.

Menurut Lis, kedua jembatan yang akan dibangun Pemko Tanjungpinang, ada kaitanya dengan jalan lingkar yang akan dibangun oleh Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri termasuk Pemkab Bintan. Tak lain, untuk mengatasi kemacetan kendaraan di Pulau Bintan ke depanya. ”Hilangkan ego masing-masing. Sama-sama membangun ibu Kota Provinsi Kepri dengan baik,” tegasnya.

Lis terus berusaha agar rencana pembangunan dua jembatan bisa terwujud. Dan, warga Tanjungpinang ingin ke Kampung Bugis, sudah ada pilihan, mau lewat darat ke Senggarang atau langsung menghubungkan jembatan. ”Dua tahun lalu, rencana ini sudah diimpikan Pemko. DEDnya sudah dibuat dengan konsep cukup indah dan teknologi baru,” tegasnya.(SUHARDI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here