Jembatan Sungai Carang Akselerasi Kawasan Pesisir

0
879
Jembatan Sungai Carang jadi salah satu ikon Pariwisata di Tanjungpinang. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Terbukanya akses transportasi ke suatu kawasan, jadi faktor yang ikut mempengaruhi akselerasi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut. Ketersediaan jaringan infrastruktur jalan dan jembatan, memiliki kontribusi yang sangat penting untuk mendongkrak perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Kemudahan aksesibilitas merupakan ukuran kemudahan yang meliputi waktu, biaya, dan usaha dalam kegiatan perpindahan barang dan manusia dari suatu wilayah ke wilayah lainnya.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, untuk menjawab adanya keluhan mengenai turunnya pendapatan penambang pompong Kampung Bugis – Pelantar II Tanjungpinang.

Menurut Teguh kepada Tanjungpinang Pos, Senin (26/2), jembatan Sungai Carang diresmikan pada tahun 2012 lalu. Pembangunan jembatan tersebut, mampu membuka akses masyarakat Kampung Bugis dan sekitarnya.

Baca Juga :  Cap Panah Merah Edukasi Petani Dompak

”Tujuan pembangunan jembatan tersebut untuk membuka akses masyarakat, dan tentu saja akan berdampak pada terjadinya peningkatan aksesibilitas yang lebih jauh lagi tentu saja diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Adanya jalan dan jembatan sebagai jalur transportasi alternatif, sedikit atau banyak tentu menimbulkan dampak lain pada berkurangnya tingkat pengguna transportasi laut. Namun, kita harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang lebih luas,” kata Teguh Susanto.

Teguh juga menolak adanya anggapan yang menyatakan beroperasinya jembatan Sungai Carang juga menjadi penyebab berkurangnya pendapatan penambang pompong. Sebab, jauh sebelum jembatan Sungai Carang tersebut dipergunakan di akhir 2012, masyarakat Kampung Bugis dan sekitarnya juga telah dapat menggunakan jalan lama melalui kilometer 15 arah ke Tanjunguban. Jembatan Sungai Carang itu sendiri dibangun untuk memperpendek jarak tempuh jalur darat antara Kampung Bugis dan sekitarnya ke Tanjungpinang.

Baca Juga :  Tingkatkan PAD, Pemko Terapkan Pajak Online

Transportasi laut dari Kampung Bugis ke Tanjungpinang sendiri, menurut Teguh lagi, juga masih memiliki kelebihan dan pangsa pasar tersendiri. Dengan jarak tempuh sekitar 5 menit dengan mempergunakan pompong, dan langsung berlabuh di pusat Kota Tanjungpinang, masyarakat Kampung Bugis yang ingin berbelanja ke pasar Tanjungpinang tentu lebih memilih mempergunakan transportasi laut.

Transportasi laut sendiri memiliki beberapa kekurangan, seperti ketergantungan pada cuaca. Jika cuaca dan angin tidak mendukung, tentu masyarakat khawatir untuk memaksakan diri menyeberang ke Tanjungpinang dengan mempergunakan pompong. Dalam kondisi-kondisi seperti inilah jembatan Sungai Carang tersebut berfungsi sebagai sarana penghubung mobilitas penduduk dan perekonomian di Kampung Bugis dan sekitarnya.

Baca Juga :  Warga Penyengat Minta TPA dan WC

Mantan Lurah Tanjungunggat ini, mengajak semua pihak untuk berpikiran terbuka, bahwa sarana transportasi dan jaringan infrastruktur jalan atau jembatan merupakan faktor penting mampu membuka peluang ekonomi suatu kawasan. Pembangunan jalan dan jembatan menuju ke Kampung Bugis dan sekitarnya itu justru memberikan manfaat lebih luas dari sisi perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sektor kemasyarakatan.

Atas dasar itu berkurangnya penghasilan penambang pompong sebagai dampak yang mungkin ditimbulkan akibat pembangunan jembatan, diminta untuk dijadikan alasan untuk mengabaikan manfaat lain lebih luas setelah jembatan tersebut dibangun. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here