Jendela Melihat Usulan Prioritas Masyarakat

0
380
ISKANDAR melihat kerja stafnya di Gedung KSP, kemarin.f-martunas/tanjungpinang pos

E-Planning Dan E-Budgeting Segera Masuk KSP Diskominfo Pemprov

Untuk kabupaten/kota lebih sering disebut smart city. Misalnya Batam Smart City. Untuk provinsi disebut Kepri Smart Province (KSP). Inilah bidang yang membangun kultur digital satu daerah maupun provinsi di lingkungan pemerintah daerah.

TANJUNGPINANG – ERA serba digital sekarang ini menuntut pemerintah, masyarakat dan semua elemen lainnya harus mengikutinya. Dalam waktu dekat, mungkin belum bisa serba digital. Lambat laun, tetap mengarah ke sana.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Pencegahan pun menganggap dunia digital ini akan lebih transparan dan terbuka bagi publik dari pada yang serba kertas.

Untuk itulah, KPK mengingatkan Pemprov Kepri agar menggunakan KSP ini dalam memulai e-planning dan e-budgeting. Tahun lalu belum dilakukan. Namun tahun ini akan ujicoba.

Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik, Dinas Komminfo Pemprov Kepri, Iskandar Zulkarnaen mengatakan, rencananya e-planning dan e-budgeting mulai masuk ke KSP saat Musrenbang tingkat Provinsi Kepri yang akan digelar Maret ini.

Di e-planning, melalui smartphone, masyarakat se-Kepri sudah bisa melihat usulan apa saja yang masuk skala prioritas dan di e-budgeting bisa dilihat perkiraan anggarannya.

Masyarakat Natuna misalnya bisa melihat apakah usulan pembangunan jembatan masuk skala prioritas atau tidak, bisa dilihat lewat aplikasi. Jadi tak perlu bertanya-tanya lagi.

Namun ini masih sebatas melihat informasi. Untuk pengaduan belum. Ada yang bisa untuk pengaduan seperti aplikasi yang dibuat Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Kepri.

Baca Juga :  Kunjungi 38 Pulau di Lingga, Isdianto: Lingga Masuk Prioritas Kita

Beda dengan Jakarta, masyarakat bisa langsung mengadu melalui aplikasi yang dibuat Pemprov DKI.

Misalnya, saat pergi ke kantor pemerintah dan melihat pegawainya main-main, maka cukup difoto lalu dimasukkan ke aplikasi. Sebutkan dinas mana.

Si pegawai langsung dapat teguran dari atasannya. Demikian juga dengan masalah kebersihan. Apabila melihat sampah menumpuk tak diangkut, bisa difoto lalu upload dan sebutkan alamatnya.

Maka dinas terkait akan mendisposisikan pengaduan tersebut untuk segera diatasai. Setelah selesai, foto lokasi yang sudah bersih akan di-upload.

”Kita belum bisa seperti itu. Karena itu butuh banyak CCTv. Kalau Jakarta, CCTv dimana-mana dan terkoneksi,” ujarnya kepada wartawan di Gedung KSP di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Senin (18/3).

Saat ini, Iskandar masih berbenah sejak dirinya ditempatkan di sana sejak 16 Januari 2019 lalu. KSP ini sempat vakum sejak Guntur Sakti mantan Kadis Kominfo pindah menjadi pejabat di Kemenpar.

KSP ini sendiri diresmikan 3 Januari 2018 saat Guntur Sakti kadi Kadis. Biaya untuk merenovasi bekas aula kantor gubernur lama itu sekitar Rp2,5 miliar.

Karena tidak maksimal dipergunakan, maka Kursupga KPK mengingatkan agar dimanfaatkan karena uang rakyat sudah dipergunakan membangun tempat itu. e-planning dan e-budgeting salah satu yang harusnya sudah ada di KSP.

Baca Juga :  Ibu dan Adik Selamat, Putra Hanyut Terseret Banjit

Suhendri, Kadis Kominfo Pemprov Kepri yang menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Dengan motto ‘Gembirakan Rakyat, Majukan Kepri’, kini KSP sudah jadi tempat yang asik untuk melihat berbagai informasi.

Motto ini dibuat seiring dengan konsidi saat ini menjelang Pileg dan Pilpres. Agenda sekali lima tahun ini jangan sampai dijadikan ajang gontok-gontokan dan berseberangan satu sama lain.

Namun, pesta milik rakyat ini harus dijadikan ajang kegembiraan dan harus gembira menunggu hasilnya. Siapapun presiden, wakil presiden dan wakil rakyat yang terpilih, itulah yang terbaik.

Di tempat itu disediakan juga wifi dan ruangan serta meja bagi yang ingin bersantai sampai menjelajahi dunia maya.

Ada beberapa program yang dibuat pengelola KSP tersebut seperti Kepri Smart Conference (KSC). Program ini untuk OPD Pemprov dulu.

Wartawan misalnya bisa teleconference atau tanya jawab dengan kepala dinas di tempat itu. Jadi tak perlu lagi ke Dompak.

Kemudian ada juga program Kepri Digital Exhibition (KDE) yang disiapkan untuk pameran produk berbasis teknologi.

Mereka juga merencanakan, hasil Pileg dan Pilpres bisa ditayangkan di sana dengan kerja sama terhadap KPU se-Kepri. Tapi itu baru rencana.

Ada juga program lain yakni Pak Dinasikk yakni layanan Pak Din (Produksi Artikel dan Konten Digital Informasi jaman Now) berupa news, media grafis, infografis, videografis, Vlog, animasi, foto dan meme.

Baca Juga :  Ssst...Anggota KPK Ditempatkan di Batam

Seluruh produk tersebut disebarluaskan dalam platform Asikk (Aksi Sinergitas Informasi dan Komunikasi Kepri) yang terhubung dengan PPKP OPD Pemprov kepri. SIKP (Sistem Informasi Komunikasi Pemerintah) dan Tim Medsos Komenkominfo, Humas Kemendagri, Media Social Command Center Kemenpar.

Tim Medsos Pemprov Kepri, Media online pemerintah dan nonpemerintah, Forum Kominfo se-Kepri, Website/portal pemprov kepri, para blogger, selegram dan netizen se-Kepri dan asosiasi digital entrepreneur Indonesia wilayah Kepri

Untuk harian, ada beberapa program yakni Senin tentang Kepri. Selasa tentang Tanjungpinang dan Bintan. Rabu seluruh instansi di Kepri. Kamis tentang konten english sesion.

Khusus untuk Kamis, empat pegawai di bagian penerima tamu di KSP wajib menggunakan Bahasa Inggris kepada tamu. Jika tidak, maka didenda Rp5 ribu per tamu.

Misalnya, jumlah tamu lima orang, maka si pegawai yang tidak berbahasa Inggris didenda Rp25 ribu. Konten untuk Jumat budaya Melayu, pariwisata, pantun, perkawinan yang identik dengan Melayu.

”Pengunjung bisa melihat semua itu di layar televisi yang kita siapkan di KSP. Tayangan itu akan diputar-putar ulang,” ungkapnya.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here