Jesen Raih Empat Penghargaan Sekaligus

0
970
PENGHARGAAN: Jesen menunjukkan piagam penghargaan yang ia terima didampingi Mulia Wiwin, Kepala SMPN 11 Senggarang. f-yoan/tanjungpinang pos

Belajar Satu Jam, Suplemen Air Putih

Sempat dicemooh teman-temannya. Namun, yang terjadi kemudian, teman-temannya justru kagum. Jesen, menunjukkan prestasinya di akhir kelulusannya. Nilainya sangat bagus hingga dapat empat penghargaan sekaligus.

TANJUNGPINANG – Nilai Ujian Nasional (UN)-nya nyaris sempurna. Teman-temannya tak mengira bocah ceking tersebut bisa sehebat itu.
Padahal, ia belajar bukan dari pagi, siang, malam. Namun, Jesen hanya belajar satu jam saja sehari di rumah di daerah pinggiran sana.

Tidak sedikit orang yang memandang sebelah mata terhadap sekolah yang berada nun jauh di ujung sana. Padahal secara garis teritorial, sekolah tersebut justru berada di tengah pusat pemerintahan Kota Tanjungpinang, Senggarang.

Namun tampaknya kini Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Tanjungpinang Senggarang tersebut sudah berbenah. Di bawah sentuhan tangan dingin Dr. Mulya Wiwin M.Pd sebagai kepala sekolah, kini satu-satunya SMP di Kampung Bugis tersebut sudah mulai mampu menetaskan telur emas kegemilangan. Jesen adalah salah satu yang berhasil menetas dengan nilai nyaris sempura.

Baca Juga :  Djuwita Raih Nilai UN Tertinggi

”Kami membuat rekapitulasi nilai UN tertinggi di sekolah. Dia (Jesen, red) berhasil duduk di peringkat pertama dengan jumlah total nilai 334,5 dan rata-rata 83,6,” kata Wiwin membenarkan.

Memang angka tersebut masih tergolong jauh untuk menyamai sekolah lain yang berhasil menduduki prestasi UN tingkat provinsi. Namun, bagi Wiwin, angka tersebut adalah pencapaian besar yang sudah terbukti dengan pertimbangan tantangan yang dihadapi oleh SMPN 11 ini.

”Kita maklum lah bagaimana pola pikir pelajar kami, tentunya tidak terlepas dari lingkungan dan iklim kehidupan yang mereka alami. Namun alhamdulillah pembuktian Jesen mampu meyakinkan kami bahwa di tahun nanti bakal menetas Jesen-Jesen baru yang jumlahnya jauh lebih banyak,” terangnya.

Baca Juga :  Lokasi Membaca Mesti Menarik

Bocah ceking tersebut memang terkenal pintar di kalangan teman sekolahnya. Namun anehnya, strategi belajar Jesen bisa dikatakan tidak masuk akal dengan pencapaian yang berhasil didapatinya. Bayangkan saja dari 4 mata pelajaran yang diujikan, 3 diantaranya ditelan dengan mudah. Hal tersebut dibuktikan dengan rekap nilai sekolah kepada awak media. Ipa 82,5, Matematika 90, Bahasa Inggris 82,2.

”Tidak ada yang nyuruh saya belajar Om. Saya memang mau sendiri untuk belajar karena kasihan dengan orangtua,” ujarnya yang menjelaskan latar belakang keluarga Jesen adalah seorang anak buruh lepas dari etnis Tionghoa yang berada di Senggarang.

”Ibu saya di rumah saja. Kalau bapak kerja buruh. Pastinya saya sendiri pun tidak tahu bapak saya kerja apa. Makanya saya ingin belajar untuk mengubah nasib keluarga,” kata bocah SMP yang masih belum genap 17 tahun tersebut.

Baca Juga :  Alamak, Gaji Guru Cuma Rp400 Ribu

Baginya, tidak ada strategi khusus dalam belajar. Jasen sama dengan anak kebanyakan yang juga perlu main sebagai jatah anak-anak usianya.
”Pulang sekolah saya makan, mandi, istirahat dan main sebentar. Belajarnya nanti jam 7 sampai jam 8 malam aja,” jelasnya membocorkan strategi.

Meski hanya 1 jam belajar, Jasen mengaku memanfaatkan waktu dengan maksimal. Tidak ada handphone dan mainan lain yang berada di dekatnya kecuali sebotol air putih dengan wadah yang besar.(YOAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here