Jika Ada Titipan Pejabat Laporkan

0
177
Gubernur Kepri H Nurdin berbincang dengan siswa SMAN 1 Anambas. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Gubernur Provinsi Kepri H Nurdin Basirun mengingatkan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019, harus benar-benar bersih dari tindakan yang merugikan masyarakat secara luas. Nurdin menegaskan laporkan jika ditemukan ada pesanan atau permainan di dalam proses PPDB nanti.

“Saya pikir semua sekolah di mana pun saat ini, baik negeri maupun swasta sama saja. Jangan adalah pesanan, titipan, interpensi. Kita minta bantu semua pihak untuk melaporkan,” tegas Nurdin kepada Tanjungpinang Pos, Selasa kemarin.

Mantan Bupati dua periode di Karimun itu, sangat menekankan oknum pejabat yang bekerja di instansi mana pun, jangan sampai ada tindakan interpensi terhadap petugas PPDB ataupun Dinas Pendidikan. Begitu pun juga, petugas yang melakukan proses tersebut, jangan coba-coba bermain dengan tindakan yang merugikan diri sendiri dan masyarakat.

“Saya ingatkan juga petugas penerimaan siswa baru, baik dari sekolah maupun Dinas Pendidikan, jangan lah bermain, nanti anda sendiri yang kerepotan,” pesan Nurdin menegaskan.

Pengalaman PPDB tahun 2018 lalu, masih ada oknum guru hingga Kepala Sekolah yang harus berurusan dengan penegak hukum akibat tindakan curang yang mereka lakukan. Tidak hanya kerap terjadi kecurangan karena masih ada praktik pesanan pejabat di PPDB, namun juga masih minimnya pengetahuan dan pemahaman orangtua murid terkait memilih sekolah faforit maupun tidak faforit.

“Tidak adalah sekolah faforit semua saja, semua sekolah bagus, semua sama, kita minta ikutilah petunjuk dan aturan,”tegas Nurdin.

Komisi IV bidang Kesejahteraan Masyarakat DPRD Provinsi Kepri memanggil Dinas Pendidikan Pemprov Kepri terkait Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online yang mulai dibuka pada 1 sampai 10 Juli mendatang.

Rapat yang dipimpin langsung ketua Komisi IV Teddy Jun Asakara (TJA) tersebut turut hadir anggota lainnya, Dr Jusrizal, Taufik, Burhanudin Nur dan Saptono Mustaqim. Dari Dinas Pendidikan tampak hadir Kepala Disdik Kepri M Dali, Sekretaris Faturrahman, Atmadinata, Fansuri, Adimaja bersama rombongan.

Di depan pejabat Disdik Kepri, TJA meminta agar PPDB tahun ajaran 2019-2020 ini memberikan contoh yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Jangan sampaikan misalnya, karena berbasis online justru semakin kacau dari tahun dan menyulitkan orangtua.

“Pertama misalnya, mayoritas sekolah mulai tahun ini melakukan PPDB online. Namun, saat ini mereka (Disdik,red) belum pernah mencoba. Maka kita minta sebelum ini dilakukan resmi, maka kita minta Disdik melakukan uji coba terlebih dulu,” sebut TJA.

Kepala Dinas Pendidikan M Dali mengakui terkait PPDB online tahun ini, pihaknya berjanji akan melakukan uji coba serentak di empat kabupaten/kota.

Disamping itu juga masalah zonasi wilayah, Disdik kata dia, siap melakukan penilaian terhadap calon peserta didik yang sudah menjadi ketentuan hanya berhak memilih salah satu dari dua sekolah yang mereka daftarkan. “Penilaian khusus selain zonasi, ada jalur prestasi dan jalur luar provinsi dan mutasi Kabupaten/Kota.

“Khusus jalur luar provinsi, mereka yang berdomisi luar Kepri harus tercatata dalam KK atau surat keterangan sebelum 1 Juli 2018 serta jalur zonasi mereka yang berdomisi di lingkungan sekolah dan berdasarkan zona yang ditetapkan sesuai dibukti dalam surat keterangan domisili 1 Juli 2018,” sebut Dali.

Adapun tahapan jadwal PPDB untuk SMA dan SMK dan SLB sederajat serentak di buka mulai 1 Juli sampai 13 Juli mendatang. Tata cara alurnya nanti calon peserta didik login ke situs PPDB untuk memilih sekolah tujuan. Mencetak tanda bukti pendaftaran dan pilih sekolah, khusus SMK datang ke sekolah tujuan untuk tes kompetensi.

Hasil seleksi bisa langsung terpantau melalui pengumuman hasil seleksi secara online dan offline di sekolah tujuan. Orangtua atau wali murid dapat melihat hasil PPDB secara daring setiap saat real time. Jika sudah diterima tidak bisa melakukan perubahan pilihan sekolah, jika ingin memilih sekolah lain bisa melapor ke posko PPDB Kabupaten/Kota selama belum diterima di sekolah plihan. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here