Jika Ditetapkan Inflasi, Maka Akan Bahas UMK 2019

0
190
Yunizar

ANAMBAS – Setelah adanya penetapan tentang inflasi, maka pihak Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas akan membahas tentang besaran Upah Minimum Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2019.

Kepala Dinas Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas Yunizar menjelaskan, pihaknya baru akan membahas UMK setelah penetapan inflasi yang menjadi patokan kenaikan UMK.

”Kita akan bahas setelah tahu, berapa angka kenaikan inflasi dan kemungkinan bulan depan sudah keluar,” ungkap Yunizar, kemarin.

Menurut Yunizar, setelah ketetapan inflasi dikeluarkan maka pihaknya akan segera memanggil Dewan Pengupahan yakni perwakilan perusahaan dan perwakilan buruh untuk melakukan mediasi dan menentukan besarnya UMK tahun depan.

Dirinya menjelaskan, inflasi merupakan patokan dan bukan berarti kenaikan UMK sama dengan kenaikan inflasi tapi tergantung kesepakatan bersama.

”Bisa jadi, kenaikan gaji sesuai dengan kenaikan inflasi. Maka bisa lebih tinggi, dan juga bisa lebih rendah tergantung kesepakatan bersama,” ungkapnya lagi.

Seperti diketahui, UMK Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2018 ini yakni sebesar Rp2.932.925.

Angka ini lebih besar, daripada Upah Minimum Provinsi (UMP) yakni sebesar Rp2.563.875.

Rapat dewan Pengupahan tersebut dilaksanakan pada hari Senin 6 November 2017 di Aula Rumah Makan Siantan Nur Tarempa. Yunizar juga menambahkan, pada tahun lalu jika dibandingkan upah Provinsi Kepri, UMK Anambas berada diatasnya yakni dengan besaran kenaikan Rp369.050 dimana saat ini UMP Kepri, Rp 2.563.875.

Tahun ini, angka yang diusulkan akan serahkan ke Gubernur Kepri untuk disahkan. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here