Johor Memiliki Trik Tarik Wistawan Medik Kepri

0
424
Perwakilan media Batam saat menerima cenderamata dari manajemen KPJ Hospital, Johor.

BATAM – Seperti Indonesia, pariwisata juga menjadi hal yang digalakkan Malaysia khususnya dalam bidang medis atau kesehatan.

Kini di Johor, Malaysia memiliki beberapa paket kesehatan sekaligus wisata yang ditawarkan ke masyarakat, Indonesia, khususnya Kepri.

Di sana, rumah sakit bekerjasama dengan hotel-hotel di Johor. Disiapkan paket pemeriksaan kesehatan dan mendapat diskon hingga gratis menginap di hotel.

‎Sektor ini didukung puluhan rumah sakit di Johor yang diklaim menarik wisatawan. Diantaranya, melalui Colombia Hospital Johor dan KJP Hospital.

Pengarah Eksekutif KPJ Johor, Asmadi Mohd Bakri, menuturkan, wisata kesehatan di Johor, memberikan kemudahan masyarakat dari Indonesia untuk berkunjung.

“Mulai dari kepentingan cek up, rawat jalan dan rawat inap. Menurutnya banyak orang Indonesia yang melakukan perobatan di Malaysia,” ujar Asmadi saat menerima kunjungan 35 orang wartawan dari Batam, termaksuk Tanjungpinang Pos, Sabtu (7/10) di Johor, Malaysia

Dituturkannya, manajemen KJP Hospital menyiapkan ruang rumah sakit khusus warga Indonesia. Lewat rumah sakit khusus itu, warga Indonesia dimudahkan mendapat pelayanan. Tidak hanya pelayanan medis, namun juga mendapatkan ‎pelayanan lain, seperti untuk membeli kartu perdana untuk ponsel dan lainnya.

“Disitu, khusus warga Indonesia dengan paket khusus sekaligus wisata. Jadi kita berikan kemudahan. Sekarang ada paket wisata medis, untuk pemeriksaan kesehatan dengan diskon 500 ringgit, gratis menginap dua hari satu malam di hotel,” sambungnya.

Diakui, paket itu akan mendapat respon warga Indonesia, terbukti, banyak pasien yang di rujuk dari rumah sakit Batam. KJP Hospital itu memiliki pelayanan yang diunggulkan yaituada pakar dokter spesialis. Seperti penanganan jantung, kanker dan bayi tabung. Menurutnya, ada juga yang datang dari Tiongkok untuk program bayi tabung.

“Pasien kami terbesar dari mancanegara, yaitu Indonesia,” ujarnya.

Dibeberkan, tahun 2018 ini, khusus rawat inap saja dari Indonesia, ada dua ribuan orang. Terdiri dari, 499 pasien dari Tanjungpinang, Batam sebanyak 1.005 orang, Riau 514 orang dan daerah lain di Indonesia, 256 orang. Diluar itu, ada berobat jalan dan konsultasi yang jumlahnya sekitar 34 ribu orang.

“Kalau yang berkunjung, baik rawat inap, berobat jalan dan konsultasi itu ada 34.523 orang dari Indonesia. Baru India kedua, dengan 6.051 orang, Tiongkok 5.520. Total diluar warga Malaysia yang berkunjung ke Hospital KJP tahun 2018 ini, 105.110 orang,” ujar Asmadi.

Ia menuturkan, di Indonesia sudah ada dua rumah sakit mereka. Tepatnya ada di Jakarta. Hanya saja untuk tenaga medisnya tidak bisa mengirim dokter dari Malaysia. Walau saat ini sudah berlaku AFTA, dokter Malaysia hanya bisa menjadi pembicara dalam seminar atau diskusi di Indonesia. Sementara untuk memberikan penanganan medis, belum bisa.

“Kendalanya, sepertinya dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia), tidak memberikan izin. Mereka ingin dokter Indonesia yang menangani pasien di rumah sakit Indonesia,” ucapnya.

KJP Hospital sendiri akan memudahkan warga Kepri masuk ke Malaysia untuk penanganan kesehatan.

Dituturkannya, KJP Hospital akan membuka Pusat Informasi di Batam. President dan Chief Executive of Johor Corporation, yang membawahi RS KPJ Johor, Kamaruzzaman, mengatakan, selain itu, kunjungan warga Batam ke rumah sakit mereka yang terbesar dari Kepri.

Pusat Informasi itu akan dibuka 18 Oktober 2018 di Batam Centre. Dijadwalkan, pusat informasi itu akan diresmilkan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. ‎Mereka memilih Batam sebagai lokasi pusat informasi, karena Batam sebagai daerah transit populer.

“KPJ Johor, Malaysia yang menjadi rumah sakit rujukan terbesar masyarakat Indonesia, khususnya Batam dan Kepulauan Riau. Insya Allah, kalau tak ada halangan dan semua perizinan selesai, minggu depan kita buka satu Information Centre (IC) di Batam,” ungkapnya.

‎Saat ini, diakui KPJ telah memiliki tujuh pusat informasi dan di Batam merupakan cabang kedelapan di Indonesia.

Melalui IC nanti, warga Indonesia bisa melakukan medical check up awal. “Untuk awal-awal ini, kita hanya buka pelayanan mendasar dulu. Jika memang butuh penanganan lanjutan, maka kita akan rujuk ke KPJ Johor,” paparnya.

Rencananya, IC KPJ Johor Hospital di Perumahan Anggrek Sari Batam Centre ini akan dilengkapi dengan pelayanan dokter umum, dan staf administrasi pendaftaran dan bila rawat jalan ke KPJ Johor.

“Ini dibuat agar pasien dapat penanganan cepat dan tepat tanpa harus menunggu lama di KPJ Hospital. Di IC itu, akan ditempatkan dokter umum dari Indonesia,” jelasnya.

Kamaruzzaman mengatakan, IC itu menjadi solusi, karena belum diperbolehkannya dokter Malaysia yang ingin membantu masyarakat, dengan membuka praktek di Indonesia. Sehingga ‎dengan IC, memudahkan warga untuk mendapat penanganan awal sebelum dirujuk ke KJP Johor.

‎”Itu solusi, karena ada beberapa perkara yang tidak mengijinkan kami melangkah lebih jauh. Jadi sebelum kesini, scaner disana dulu. Tapi kalau ada kebijakan untuk tenaga kesehatan dari Malaysia ditempatkan di Indonesia, IC akan kita perkuat,” ujar Kamaruzzaman.

Colombia Asia Hospital, Iskandar Puteri, Johor juga rumah sakit yang mendukung wisata kesehatan.‎ Mereka menggandeng agensi pariwisata promosi, memperluas jaringan khususnya untuk masyarakat Indonesia. Marketing Executive Colombia Asia Isiandar Puteri, Johor, Saidatul Fatini mengatakan, mereka menggandeng Tourism Johor memperkenalkan keunggulan rumah sakit yang dibangun di lingkungan perumahan ini.

“Bersama Johor Tourism kita ada beberapa kali ikut medical tourism. Kami juga ada kerja sama dengan hotel,” kata Saidatul.

Namun diakui, saat ini baru ada sekitar 5 persen pasien yang berasal dari Indonesia. Hal ini, karena mereka baru melakukan promosi setelah fasilitas mereka memadai. Mereka juga akan menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk memudahkan masyarakat Batam berobat ke rumah sakit ini.

“Ke depan kita akan kontak pihak pemerintah di Batam, sehingga kita bisa ada kerja sama pengobatan. Mereka yang dari Jakarta, banyakan lewat Batam, karena tidak bayar tax,” kata Saidatul.

Rumah sakit itu diakui, punya keunggulan dalam program untuk penanganan jantung. Mulai menghilangkan lemak dekat jantung. Untuk serangan jantung awal, tidak perlu menginap dan sudah bisa sembuh sekali berobat. Sementara untuk penderita yang memiliki lemak didinding dekat jantung, butuh proses rawat jalan, sekitar 6 bulan sampai 1 tahun.

“Kalau serangan jatung awal, bisa rawat jalan. Atau datang hari ini, besoknya, 90 persen baik. Pihaknya juga memiliki program menurunkan berat badan,” beber dia.

‎Pada kesempatan itu, selain mengunjungi dua rumah sakit itu, jurnalis Batam ‎juga mengunjungi Hotel Granada, pusat kerajaan Negeri Johor di Kota Iskandar. Kemudian mengunjungi lokasi permainan Hello Kitty dan Legoland Malayasia Resort.

Menurut informasinya, Hotel Lego Land menjadi tempat penginapan yang menyediakan permainan keluarga dengan desain lego dan permainan sulap.

“Kamar kita tak ada yang single atau doble bed, minimal untuk lima orang, ayah, ibu dan tiga anaknya,” ungkap Rudi Wijaya, Business Associate Lego Land Malaysia.

Getolnya Malaysia mengembangkan parawisata diberbagai bidang, diakui Distric‎ Office Muar, H Muhammad Hafiz, yang merupakan pejabat ‎setingkat Wali Kota atau Bupati di Johor, Malaysia. Didaerahnya, mereka mengembangkan wisata kuliner dan budaya. Parawisata mereka didukung masyarakat untuk mewujudkan daerah wisata ‎yang bersih.

Bahkan, dibawah kepemimpinan Hafiz, Muar meraih prestasi sebagai daerah terbersih di ASEAN. Daerah ini, terus berbenah dan meningkatkan fasilitas untuk meningkatkan kunjungan wisman. ‎Muar dapat ditempuh wisman melalui jalan laut dan udara.

“Sekarang, daerah kami populer sebagai daerah terbersih di ASEAN. Terbersih akan menarik wisatawan. Kami terus meningkatkan daya tarik untuk wisatawan. Kami menghadirkan wisata budaya dan ‎kuliner. Ada mie Bandung, rujak dan lainnya,” jelas Hafiz.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here