Juli, Full Day School Diterapkan

0
548
Maskur Tilawahyu

TANJUNGPINANG – Sekda Kota Tanjungpinang, Riono menuturkan, Pemko Tanjungpinang memiliki rencana akan menerapkan full day school atau siswa belajar dari pagi hingga sore hari di sekolah.

Rencananya penerapan ini akan dilaksanakan di Juni atau Juli memasuki tahun ajaran baru. Meski demikian, ia mengaku secara sarana dan prasarana belum semua sekolah memenuhi. Nantinya pihak sekolah akan mengatur jadwal agar siswa dapat belajar dari Senin sampai Jumat dengan memadatkan kegiatan.

”Hasil Rakornas kemarin ada wancana akan menerapkan full day school ditahun ajaran baru. Makanya kemarin ada pergesaran kegiatan termasuk penganggaran untuk penyelenggaraan ini salah stunya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Saat ditanya berapa persen kesiapan sekolah, ia menilai untuk tingkat SMP, mayoritas sekolah sudah dapat melaksanakan. Hanya ada beberapa sekolah yang kini masih kekurangan Ruang Kelas Baru (RKB).

Tahun ini, di APBD Murni sudah dianggarkan. Tinggal melaksanakan pembangunan, dan berharap bisa dilaksanakan di tahun ajaran baru secara serentak.

Sedangkan untuk tingkat SD, diharapkan juga bisa menerapkan. Hanya saja, sarana yaitu RKB masih perlu ditambah. Jika tidak, full day school tetap bisa diterapkan namun sekolah tersebut tidak bisa menerima siswa baru nantinya. Kebijakan itu tidak mungkin dipilih, maka Pemko perlu mengalokasikan anggaran untuk RKB.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilwahyu menilai Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah terlambat menyadari perlunya penambahan RBK.

Padahal sejak awal, DPRD sudah menyarankan agar pembangunan foodcourt di tunda dan dialihkan untuk membangun RKB disetiap sekolah. Jika demikian, ia menilai, penerapan full day school ditingkat SD masih belum bisa.

”kalau ditingkat SD, penerapan full day school belum bisa. Tapi kalau SMP, saya rasa sudah hampir semua sekolah bisa. Jika anggaran foodcourt digunakan untuk membangun RKB, saya rasa sudah selesai persoalan ini,” ungkapnya.

Kebutuhan RKB di Kota Tanjungpinang untuk tingkat SD dan SMP, sekitar 100 ruangan. Yang paling banyak kurang di tingkat SD.

Ia menuturkan, bukan menolak pembangunan foodcourt, hanya saja menilai belum skala prioritas bila dibandingkan kebutuhan pendidikan.

Bahkan ia juga menyampaikann bahwa pembangunan foodcourt tersebut dapat menyalahi aturan. Sebab meninggalkan sisa kegiatan di masa akhir jabatan dan dapat meninggalkan hutang kegiatan ke pemerintah berikutnya.

Harusnya, kegiatan yang dilaksanakan 2017, harus selesai dalam sekali anggaran. Sedangkan pembangunan foodcourt dibangun secara bertahap.

”Meskipun nantinya masih Pak Lis yang menjabat, itu tetap meyalahi aturan karena meninggalkan sisa kegiatan di sisa masa jabatan. Itu tidak boleh. Kegiatan harus selesai di terakhir masa jabatannya nanti Januari 2018 mendatang,” paparnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here