Juli KEK Pertama Janji Diresmikan

0
495
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun diskusi dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Kamis (5/4) malam. f-istimewa/humas pemprov kepri

BATAM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjanjikan, Juli 2018 satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  di Batam diresmikan.

Nantinya akan dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam yang akan bertransformasi menjadi Badan Pengelola (BP) KEK. Transformasi dilakukan setelah KEK selesai dibentuk. ‎Selain itu, konsep yang ditawarkan juga tidak konsisten, karena saat tanya jawab dengan pengusaha, dijanjikan FTZ tetap ada.

Janji itu disampaikan Darmin, saat mengikuti dialog yang digelar Bank Indonesia (BI), di Batam, Jumat (15/4). Diakuinya, dalam UU 39 tahun 2019 tentang KEK, tidak disebutkan ada lembaga Badan Pengusahaan di dalamnya. Tapi KEK membutuhkan Badan Pengelola. Sehingga BP Batam akan bertransformasi menjadi Badan Pengelola KEK.‎

“Nanti BP praktis tidak akan ada lagi, ketika transformasi Batam dari FTZ ke KEK rampung. Jika sudah sampai tahap tersebut praktis tidak ada lagi BP Batam, yang ada adalah Badan pengelola KEK Batam,” jelasnya.

Ditegaskan, perubahan BP Batam menjadi BP KEK, dilakukan saat seluruh zona KEK di Batam ditransformasi. Sebelum selesai, maka akan ada dua lembaga yang mengelola FTZ dan KEK. Dimana, FTZ dibawah BP Batam dan KEK dibawah BP KEK. Sementara waktu, kedua lembaga itu dibawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo.

“Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo akan merangkap jabatan menjadi Kepala Badan Pengelola KEK. Saya sudah bicara dengan gubernur mengenai hal ini,” jelasnya.

Dijanjikan, insentif yang diberikan pemerintah di KEK juga lebih menarik ketimbang FTZ. Kawasan FTZ memberi fasilitias bebas bea masuk, PPN dan PPNBm. Sementara di KEK diberikan insentif lain berupa Tax Holiday. Dia kembali menegaskan, pemerintah tak akan memaksa industri untuk masuk ke KEK.

“Jika memilih tetap berada di luar KEK akan tetap dipersilahkan. Namun dia mengingatkan agar jangan cemburu karena fasiltias di KEK jauh lebih menarik dibanding FTZ. Jadi tolong jangan dibanding-bandingkan dulu lebih menarik mana. Tapi tak ada keharusan jadi KEK,” jelasnya.

Diingatkan, di FTZ tak ada jalan masuk barang ke dalam negeri. Sementara dari Singapura, Malaysia, Thailand hasilnya bisa masuk ke Indonesia kalau lokal kontennya terpenuhi. “Kalau anda di FTZ, barang harus diekspor, sedangkan konsumsinya di sini. Itu yang membuat FTZ jadi tak menarik. Masa barang dari Singapura boleh, dari Indonesia tak boleh. Makanya lebih bagus diubah jadi KEK,” bebernya mengakhiri.

Sementara Darmin Nasution mengakui, nantinya tak akan lagi menjabat sebagai Dewan Kawasan Batam. Posisi ketua Dewan Kawasan KEK Batam akan dipegang oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun. DK KEK nantinya akan bertugas seperti pengawas dalam kegiatan KEK dan melapor kepada Dewan Nasional KEK. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here