Jumlah Pembayar Zakat Meningkat

0
40
PARA pengurus Baznas Natuna foto bersama ketika usai menyerahkan zakat. f-istimewa

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Natuna H Ibrahim Yakub mengatakan, tahun ini jumlah pembayar zakat (Muzakki) di Kabupaten Natuna meningkat pesat. Sebab, Muzakki dari kalangan pegawai mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

NATUNA – Peningkatan jumlah Muzzaki, turut berimbas pada peningkatan bidang profesi. Sebab, Muzakki yang dimaksud mayoritas dari kalangan pegawai.

Tercatat, jumlah muzakki tahun ini tercatat sebanyak 557 orang. Peningkatan ini secara otomatis, membuat jumlah zakat yang terkumpul di Baznas juga bertambah pesat.

”Tahun 2017 lalu jumlah zakat yang terkumpul sekitat Rp740 juta dan tahun ini per November. Baznas sudah berhasil mengumpulkan zakat sekitar Rp1,3 miliar,” kata H Ibrahim di Masjid Annur Batu Hitam, Ranai, Kamis (29/11).

Menurutnya, peningkatan ini karena ada beberapa faktor. Selain upaya dari Baznas itu sendiri, dukungan dari eksternal juga cukup tinggi terutama sekali dalam hal sosialisasi dan ajakan kepada masyarakat untuk membayar zakat.

”Peningkatannya terasa sekali, setelah Ustaz Abdul Somad datang ke Natuna dan dengan adanya instruksi Pak Bupati kepada para pegawainya. Kami sangat apresiatif sekali kepada pemerintah, dalam bidang ini Pak Bupati cukup intens di bidang ini,” tegasnya.

Hal ini terjadi bukan hanya di ibu kota kabupaten saja, tapi juga di kecamatan-kecamatan. Mereka yang bertugas di kecamatan juga aktif menyalurkan zakatanya, melalui Unit Pemungut Zakat (UPZ) yang ada di tempat mereka masing-masing.

”Untuk di luar ibu kota kabupaten kami juga telah menyiapkan 154 UPZ, yang tersebar di kecamatan-kecamatan dan masjid-masjid. Unit ini berfungsi sebagai pengumpul zakat masyarakat di sana,” sambungnya.

Ia menjelaskan zakat yang sudah terkumpul ini disalurkan kepada orang yang berhak menerimanya (Mustahiq).

Sejauh ini, mustahiq di Kabupaten Natuna yang tercatat di Basnas sebanyak 1.840 orang. Hingga tahun ini, Baznas menyalurkan zakat sesuai dengan basis delapan golongan-golongan orang yang berhak menerima zakat (Ashnaf) seperti yang digariskan dalam Fiqih Islam.

”Tapi sampai saat ini kami baru menyalurkannya kepada 4 ashnaf saja, yakni fakir miskin, garimin (penanggung hutang), fisabilillah dan muallaf. Ke depan, kami akan membuat program agar cakupan penyaluran zakat lebih luas lagi. Itu sudah jadi pembahasan kami di Baznas,” terang H Ibrahim.

Dikatakannya, penyaluran zakat itu dilaksanakan dua kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember.

Untuk penyaluran yang di pulau-pulau ada yang dilaksanakan secara langsung oleh Baznas, dan ada juga yang dilakukan melalui perantara kecamatan dan Kantor Urusan Agama (KUA).

”Tahun ini masih ada 9 kecamatan yang belum di salurkan, mudah-mudahan Desember ini bisa terjangkau semua,” ungkapnya.

Meskipun begitu, H. Ibrahim mengaku, Baznas masih terus berupaya keras melakukan sosialisasi zakat untuk meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat membayar zakatnya.

”Kalau yang di pemerintahan sudah sangat lumayan, tapi di kalangan pedagang dan masyarakat umum masih sangat rendah. Rencananya kami akan menggandeng pemerintah untuk melakukan sosialisasi di tempat-tempat yang strategis seperti di pasar dan tempat lainnya. Mudah-mudahan ada peningkatan lagi,” harapnya. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here