Juni, Seragam Gratis Sudah Siap

0
145
WAKIL Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang menyalami siswa SD Satu Atap Madong saat berkunjung ke sekolah itu, baru-baru ini. F-martunas/tanjungpinang pos

PemkoTanjungpinang Siapkan Lima Seragam Sekolah

Seragam gratis untuk siswa baru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjungpinang sudah disiapkan sebelum tahun ajaran baru 2019/2020 dimulai Juli nanti. Artinya, bulan Juni seragam itu sudah selesai.

TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG menuturkan, saat ini prosesnya terus berlangsung.

”Sehingga, sebelum Juli mendatang, seragam sudah siap sebelum tahun ajaran baru 2019/2020. Harus sudah siap,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Masing-masing siswa baru tingkat SD dan SMP sederajat akan menerima lima seragam sekolah ini baik yang sekolah di swasta maupun negeri. Ditambah dengan sepatu lengkap dengan kaos kaki, tas dan juga topi.

Dituturkannya, lima seragam sekolah tersebut yaitu baju OSIS, baju kurung Melayu, pakaian olahraga dan batu batik.

Dituturkannya, terkait petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan program seragam gratis sudah diinformasikan kepada seluruh kepada sekolah.

Bagi sekolah yang anggarannya sekitar Rp200 juta lebih maka sistem pengadaannya melalui lelang. Sedangkan di bawah nominal itu melalui Penunjukan Langsung (PL).

PL yang dimaksud adalah, pihak sekolah yang ditunjuk langsung untuk mengelola uangnya apabila anggarannya di bawah atau sama dengan Rp200 juta.

Kepala sekolah akan ditunjuk menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Kepala Dinas Pendidikan tetap sebagai Pengguna Anggaran (PA).

”Juknisnya sudah ada. Dalam waktu dekat, sekolah-sekolah sudah mulai memasukkan berkas pelelangan,” tuturnya.

Dijelaskan Dadang, penunjukan KPA hanya berlaku bagi sekolah negeri. Sedangkan untuk sekolah swasta, pengadaan bajunya tetap dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

Kepala sekolah swasta tidak bisa diangkat menjadi KPA karena bukan aparatur pemerintahan. Kepala sekolah negeri akan melakukan pengadaan seragam ini sesuai dengan petunjuk teknis yang kini disusun Dinas Pendidikan.

Sehingga, kepala sekolah tidak bisa asal kerja. Barang yang akan dijadikan seragam itu tidak boleh sembarangan atau kualitas rendah. Harganya sudah disesuaikan.

Marni seorang ibu rumah tangga di Ganet mengatakan, kualitas baju, sepatu maupun tas yang akan dibagikan pemerintah nanti jangan asal jadi.

Ia mencontohkan, resleting tas harus bagus. Jangan sampai seminggu atau sebulan dipakai sudah rusak. Mood anak-anak untuk menerima baju dan tas gratis itu nanti berkurang.

Anggaran negara yang dialokasikan sebanyak itu jangan sampai sia-sia. Jangan sampai orangtua ramai-ramai membuang tas di jalan karena kualitasnya buruk. Dadang menambahkan, alokasi anggaran untuk program seragam gratis senilai Rp7,8 miliar. Memenuhi seluruh siswa tingkat SD dan SMP di Tanjungpinang.

Seragam gratis ini merupakan program Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma. Program ini mulai dijalankan tahun ajaran baru ini.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Petrus M Sitohang SE, Ak mengatakan, pada prinsipnya anggota dewan mendukung program ini. Yang penting harus dijalankan dengan baik. Jangan sampai kualitasnya buruk. Masyarakat juga sudah berkali-bali bersuara soal seragam gratis ini agar hasilnya jangan sampai mengecewakan.

Hal yang sama juga pernah disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Maskur Tilawahyu yang meminta Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang melakukan pengawasan ketat nanti saat program ini sudah mulai dijalankan. Jangan sampai kualitas pakaian, tas dan sepatu yang akan dibagikan ke siswa kualitasnya rendah dan gampang rusak.

Hal ini harus diantisipasi sejak dini agar anggaran tersebut jangan sia-sia. Maskur juga meminta agar bahan baku pakaian itu nanti dibeli dari pedagang-pedagang yang ada di Tanjungpinang.

Jangan mendatangkan barang-barangnya dari luar yang bisa mengakibatkan pedagang di Tanjungpinang kehilangan pembelinya.(DESI LIZA – MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here