Jurusan Perkapalan Masih Terkendala Sarana

0
454
DUDUK BERSAMA: Mahasiswi UMRAH sedang duduk bersama di pelataran Kampus, Dompak, belum lama ini. F-DOKUMEN TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof Dr Syafsir Akhlus, menuturkan rencana pembukaan jurusan perkapalan masih terkendala terkait sarana dan prasarananya. Terumata ketersediaan Ruang Kelas Baru (RKB) dan penunjang lainnya.

Sedangkan terkait tenaga pengajar, ia menilai UMRAH bisa menyediakan. Penambahan RKB, sejak awal direncanya akan dibantu dari pusat atau Pemerintah Provinsi Kepri.

”Ini masih perlu dikomunikasikan ke provinsi, tentu untuk menyelesaikan itu butuh anggaran yang besar,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (3/1).

Sedangkan dari pusat, dituturkannya sudah diusulkan sejak dua tahun lalu untuk menyelesaian gedung terbengkalai di Dompak. Hanya saja tidak ada kucuran dana. Di 2017, pusat merencanakan memberikan hanya saja penyalurannya di Okteber, sehingga menolak dengan alasan waktu pengerjaan tidak cukup.

Jika bangunan kelas dan sarana lainnya siap, ia mengaku siap membuka jurusan perkapalan. Menurutnya, sebagai daerah maritim yang besar, Kepri perlu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang perkapalan melalui bangku kuliah. Selain jurusan-jurusan lainnya yang juga perlu di buka. Kini ada 20 program studi di 5 fakultas. Diantaranya Fakultas Ekonomi, Teknik, Ilmu Kelautan dan Perikanan, Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial dan Politik.

Bila memanfaatkan ruang kelas yang sekarang di rasa tidak memungkinkan. Sebab kini dengan menampung seluruh jurusan sudah menerapkan sistem shift. Ada mahasiswa yang belajar sampai pukul 17.00 WIB. Terkait tenaga pengajar dan sistem pembelajaran menurutnya bisa diselesaikan UMRAH.

Sebelumnya, Akhlus begitu sapaan akrabnya sudah melakukan pertemuan dengan beberapa dosen perkapalan di beberapa kampus.

Meski pun harus diakui, agak sulit. Sebab ada beberapa yang diminta, sudah diinden atau sudah mengajar ditempat lain, meski demikian diyakini bisa menyediakan. (DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here