Justru Tak Masuk Destinasi Unggulan Wisata Nasional

0
623
WISATA ANDALAN: Jembatan 1 Barelang, salah satu lokasi andalan wisata di Batam. F-martunas/tanjungpinang pos

Ketika Jutaan Turis ke Batam Tiap Tahun 

Kota Batam sejak berkembang menjadi kawasan industri, turut berdampak banyaknya turis yang masuk. Bahkan, Batam menjadi penyumbang terbesar ketiga Indonesia tujuan turis.

Batam – BATAM merupakan pintu gerbang wisata di bagian barat Indonesia. Letaknya yang dekat dengan negara tetangga membuat kota ini selalu dikunjungi lebih satu juta turis setiap tahun.

Tapi sayangnya, daerah ini tidak masuk dalam destinasi wisata unggulan Nusantara. Hal inipun sangat disayangkan Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk.

”Saat ini Batam tidak masuk dari 10 destinasi unggulan pariwisata di Indonesia. Padahal Batam adalah penyumbang wisman terbesar ketiga,” kata Jadi Rajagukguk seperti diberitakan Batam Pos grup Tanjungpinang Pos.

Jadi Rajagukguk menuturkan, saat ini Pemko Batam semestinya mengambil peluang besar dari kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).

Mereka jangan hanya sekadar menginap saja di hotel. Tetapi harus berinteraksi dengan penduduk sekitar, otomatis akan terjadi transaksi jual beli dan berpengaruh terhadap ekonomi.

Untuk itu dia meyakini Pemko Batam akan sangat mendukung sektor pariwisata. Apalagi 2016 lalu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi sudah mencanangkan Batam sebagai daerah pariwisata.

Baru-baru ini Rudi mengungkapkan, Batam tidak bisa lagi hanya berharap ke sektor industri yang kadang lesu seperti saat ini.

Karena itu, sektor pariwisata harus dikembangkan. Namun, tak dukungan masyarakat dan semua pihak, sektor wisata tak mungkin maju.

Bali, kata dia, APBD-nya cukup besar yang bersumber dari sektor wisata. Hal itu dikarenakan, masyarakatnya mendukung penuh sektor ini.

Jadi Rajaguguk berharap, Pemko bisa menganggarkan tempat untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) memasarkan kerajinan yang diproduksinya. Jadi setiap pelancong yang ada bisa berbelanja.

Sementara itu, Ketua Umum BPP PHRI, Hariyadi B Sukamdani menuturkan, perawatan destinasi masuk dalam hal-hal yang perlu dilakukan secara bersama. Pemerintah dan stakeholder harus mengampanyekan destinasi wisata Batam ke masyarakat luas.

”Tak hanya pemerintah dan pengusaha. Namun juga masyarakat,” tutur Hariyadi. Dia menyebutkan, salah satu kunci daerah menjadi destinasi wisata unggulan yakni kebersihan dan kesediaan toilet. Sebab hal ini kerap kali ditemui di lokasi objek wisata.

”Kalau tidak dijaga, cukup sekali saja wisatawan itu datang. Dan kitalah yang rugi. Masyarakat harus ikut berpartisipasi, jangan sampai masa bodoh mengenai hal ini,” tambahnya lagi.

Ketua Gabungan Industri dan Pariwisata Indonesia (GIPI) Didin Junaidi menyarankan, Batam agar fokus pada negara tetangga dalam mempromosikan wisatanya.

”Batam sebagai daerah yang paling dekat dengan Singapura dan Malaysia harus fokus menarik mereka semaksimal mungkin,” tutur dia.

Upaya itu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan membuat event menarik bagi wisatawan di dua negara tersebut. Lalu diperlukan kerja sama seluruh pengusaha di bidang wisata di Kepri untuk membuat kesepatan yang dapat mendatangkan wisatawan.(MARTUNAS-JPG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here