Kabel Semrawut, Pekerja Tersengat Listrik

0
1932
PERBAIKI: Seorang teknisi PLN tengan memanjat tiang listik memperbaiki jaringan listrik. F-ADLY HANANI/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – Kondisi kabel listrik di Kepri umumnya semrawut. Termasuk di Kota Tarempa. Ini perlu ditata ulang agar standar pemasangannya.

Jika tidak ada perbaikan, dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan orang di jalan.
Bukan tanpa alasan, dan terbukti beberapa pekan lalu seorang pekerja meninggal dunia di tempat karena tersengat arus listrik di sebuah gedung saat membangun gedung
Kondisi itu disampaikan masyarakat bernama Herman yang berharap pihak PLN. Ia minta agar PLN cepat merapikan sambungan kabel listrik di Tarempa.

”Ini perlu dibenahi, dan kita tidak ingin ada warga lain yang menjadi korban akibat kabel listrik yang tak beraturan ini,” tegas Herman, Jumat (5/5).

Selain kabel listrik, kabel Telkom dan Kabel Televisi juga terpasang semrawut. Pemasangannya tidak memenuhi standar agar tidak membahayakan orang lain.

Selain pihak PLN dan Telkom, semrawutnya kabel juga disebabkan oleh adanya bangunan yang berubah bentuk dengan cara ditinggikan tanpa melaporkan izin mendirikan bangunan. Hal ini banyak terjadi di lapangan. Hingga saat pemasangan kabelnya juga tidak mengindahkan aturan.

Ke depannya, Pemkab Anambas dalam hal penataan Kota Tarempa harus lebih bijak dan tegas dalam membuat aturan dan memberi sanksi kepada pihak yang melanggar aturan.
Tujuannya, agar pemasangan kabel listrik, kabel telekomunikasi termasuk tiang dan tower tidak membahayakan masyarakat serta ramah lingkungan.

Seperti yang terjadi sebelumnya, ada korban yang tersengat aliran listrik saat melaksanakan pekerjaan bangunan rumah warga. Hal ini butuh komunikasi yang baik pula, agar mendapat solusi yang terbaik bagi semua lapisan masyarakat.

Kepala Rayon PLN Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas Dedy Prima Irawan, kondisi kabel yang terpasang pada jaringan kabel dikota Tarempa sudah cukup memprihatinkan.

Pihaknya sudah sering menyampaikan kepada masyarakat, agar dapat menjaga jarak ketika ingin mendirikan bangunan. Namun, terkadang masyarakat ketika mendirikan bangunan dan bangunannya terkena kabel listrik tidak pernah melakukan koordinasi atau melapor kepihaknya.

”Jaringan kabel listrik di Tarempa telah ada sejak 1990’an. Belum lagi wilayahnya yang berbukit dan bebatuan mempersulit untuk pemasangan kabel dengan baik. Kita akan cari solusi ke depannya, dan itu butuh waktu dalam melakukan koordinasi ke PLN pusat,” jelas Dedy.

Idealnya, jarak pemasangan kabel listrik terhadap bahu jalan sekitar 7 meter, sedangkan jarak antar atap rumah ke kabel listrik 2,5 meter. (cr29)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here