Kabut Asap Melanda Tanjungpinang

0
189
Dua petugas Damkar sedang memadamkan api. f-raymon/tanjugnpinang pos

86 Hektare Lahan Terbakar

TANJUNGPINANG – Kabut asap mulai melanda Kota Tanjungpinang, kemarin. Ini disebabkan adanya kebakaran hutan di Pulau Bintan. Asap ini bersumber dari kebakaran hutan di Kota Tanjungpinang dan Bintan. Dari Januari saja sudah 16 titik hutan yang terbakar, luas lahan yang terbakar mencapai 16 hektare.

Lalu pada Februari ada 43 titik dengan luas lahan 67 hektare, sedangkan untuk di awal Maret ini sudah dua titik dengan luas lahan 3 hektare. Sedangkan untuk hari ini (kemarin) ada dua lahan terbakar yakni di km 12 arah Tanjung Uban dan Tanjung Lanjut.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, pihaknay sedang menyelidiki penyebab kebakaran lahan yang terjadi di Kota Tanjungpinang.

”Kita sedang lidik lahan terbakar,” katanya, kemarin.

Saat dipertanyakan soal siapa saja yang bakal dipanggil untuk dimintai keterangan? Kasat menuturkan, kita belum ada pemeriksaan dan saat ini pihaknya sedang mencari modus dan penyebab lahan terbakar.

”Belum ada, masih kita selidiki dan segera kita kabari perkembangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ardhito, Prakirawan Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, mengatakan, sudah mulai terasa ada kabut asap sampai sekarang. Kabut asap ini bukan kiriman. Tapi, ulah oknum tak bertanggungjawab yang telah membakar hutan.

Berdasarkan hasil pantauan melalui layar monitor milik Stasiun BMKG Tanjungpinang, sudah terjadi kebakaran hutan di wilayah Bintan apda Rabu (20/3). Dalam satu hari, terdeteksi enam titik lokasi kebakaran hutan di wilayah Bintan. Dua titik kebakaran terjadi di wilayah Bintan Utara, dan 4 titik kebakaran lagi terjadi di wilayah Gunung Kijang.

Kemudian, pada Kamis (21/3), dua kabupaten/ kota berada di Pulau Bintan terjadi kebakaran hutan, yakni Bintan dan Kota Tanjungpinang. Di wilayah Bintan telah terjadi kebakaran hutan di lima titik.

Empat titik kebakaran telah melanda wilayah Bintan Utara, dan satu titik lagi melanda di wilayah Gunung Kijang.

”Dua wilayah itu sering terjadi kebakaran hutan. Ini berdasarkan pantauan kita melalui satelit BMKG,” terang dia. Sedangkan kebakaran terjadi di wilayah Kota Tanjungpinang hanya sebanyak dua titik. Semua titik kebakaran melanda di wilayah Tanjungpinang Kota.

Meskipun kondisi mendukung, pesan dia, masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara di bakar. Dan, jangan meninggalkan sampah yang sudah dibakar. Karena dengan cara tersebut, salah satu peluang bisa terjadinya kebakaran secara meluas.

Saat ini, kondisi suhu mencapai 34 derajat selsius. Tapi, kondisi masih dalam keadaan normal. Cuman, dibadan terasa panas seperti terbakar.

Sedangkan kecepaan atau tiupan angin mencapai 13 not atau 26-30 meter per jam.

”Kita imbau, waspadai adanya kebakaran hutan dan lahan. Masih lama peluang turun hujan,” sebut dia.

Ia juga meminta agar tidak membuang puntung rokok sembangan tempat, karena dengan banyak rumput kering, mudahkan rumput tersebut cepat terbakar.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat yang memiliki lahan agar menjaganya jangan sampai terbakar.

Panas di siang hari dan angin kecang, meskipun kebakaran kecil kalau tidak dijaga bisa meluas ke lahan tetangga.

”Pertengah April atau akhir April baru ada hujan merata. Kalaupun ada hujan turun dalam waktu dekat ini, itupun sifatnya hujal lokal dan tidak merata semua daerah hujan,” ujarnya. (ray/dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here