Kades dan Sekdes Diperiksa Kejari

0
697

Diduga Jual Lahan Hutan Lindung

LINGGA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga memanggil Kepala dan Sekretaris Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat untuk dimintai keterangan terkait dugaan penjualan lahan hutan negara alias hutan lindung.

Tidak tanggung-tangung, isu yang beredar luas lahan hutan Tanjung Irat yang dijual mencapai puluhan hektare. Untuk itu, pihak Kejari Lingga melakukan penyelidikan lahan tersebut yang dibeli oleh pihak pengusaha tambang yang beraktivitas di daerah itu.

”Kades dan Sekretaris Desanya dipanggil penyidik tindak pidana khusus Kejari Lingga, untuk dimintai keterangan terkait adanya penjualan hutan negara untuk kebutuhan pertambangan pasir,” kata Evan Apturedi, Kasi Intel Kejari Lingga, Rabu (18/10).

Baca Juga :  Pertahankan Adipura, Polres Gelar Goro

Evan menjelaskan, surat perintah dimulainya penyelidikan atas dugaan penjualan hutan negara ini dikeluarkan tanggal 12 Oktober 2017. Sebelumnya, kades dan sekertaris Desa Tanjung Irat beberapa orang sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Sayangnya, Evan belum bisa menerangkan secara rinci luas lahan dan status lahan yang sedang diselidiki ini. ”Maaf untuk selanjutnya silahkan dengan Kasi Pidsus. Saya tidak bisa memberikan keterangan pastinya terkait luas lahan,” ucap Evan.

Pantauan Tanjungpinang Pos, Kades Tanjung Irat Kahar dan Sekdesnya Amren memasuki ruang pemeriksaan sekitar pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 16.00 WIB keduanya masih belum keluar dari ruang penyidikan karena menjalani pemeriksaan. ”Tadi sempat keluar sebentar. Mungkin untuk makan siang, lalu masuk lagi,” kata salah satu staf kejaksaan.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here