Kades Kembalikan Uang Korupsi

0
43
Kajari Bintan Sigit P dan Inspektur Inspektorat Daerah R Akib Rachim memperlihatkan uang pengembalian dari Kades Lancang Kuning, kemarin. f-yendi/tanjugnpinang pos

BINTAN – Kepala Desa Lancang Kuning Cholili Buyani secara bertahap akan mengembalikan uang sebesar Rp 158,8 juta ke kas daerah. Uang tersebut merupakan hasil dugaan korupsi atau penyalahgunaan anggaran oleh Kades, yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan ADD.

Berdasarkan hasil penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan, kerugian negara yang ditimbulkan Cholili sebesar Rp 136.233.756. Namun, setelah pihak Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam hal ini Inspektorat Daerah Bintan, bersama BPKP Kepri melakukan audit kembali, nilai kerugiannya bertambah menjadi Rp 158.833.757.

”Anggaran yang telah dikorupsi Kades Lancang Kuning ini, totalnya Rp158,8 juta lebih. Hari ini (kemarin, red) sudah dikembalikan Rp 136.233.756. Sisanya sebesar Rp 22,6 juta dikembalikan 7 Januari 2019 nanti,” kata R Akib Rachim, Inspektur Inspektorat Daerah, usai menyaksikan pengembalian uang negara, dari Kades Lancang Kuning ke Kajari Bintan, Jumat (7/12) kemarin.

”Uang yang diselewengkan ini ada yang dari bantuan pusat (DD), ada juga dari ADD (APBD Bintan),” sambungnya.

Kepala Kejari Bintan Sigit Prabowo menyebutkan, APIP menyampaikan rekomendasi hasil laporan investigasinya, 7 November 2018 lalu. APIP merekomendasikan kepada kepala desa untuk mengembalikan kerugian negara yang ditimbulkan, selama 60 hari setelah laporan investigasi diterima pihak Kejari Bintan.

“Hari ini (kemarin, red), sesuai dengan rekomendasi dan Pasal 7 ayat 5 dalam perjanjian tiga menteri (Kejagung, Kapolri dan Kemendagri), maka yang bersangkutan (Cholili) mengembalikan kerugian negara ke kas daerah,” kata Sigit Prabowo saat eskpose kasus dugaan korupsi Kades Lancang Kuning, di Aula Kejari Bintan, Toapaya Selatan.

Sigit menyampaikan pengembalian dilakukan secara bertahap.Tahap pertama, uang yang dikembalikan sebanyak Rp 136,2 juta, dan tahap kedua paling lama 7 Januari 2019, sebesar Rp22,6 juta.

Ia menegaskan, dengan pengembalian kerugian negara, Cholili terbebas dari jeratan pidana hukum untuk sementara waktu. Asalkan selama dua tahun ke depan, tidak ditemukan lagi bukti baru yang kerugiannya lebih besar. ”Kalau ditemukan, tentu akan dilanjutkan lagi, ditingkatkan menjadi penyidikan,” tegasnya.

Dalam ekspos pengembalian uang ini, Kades Lancang Kuning Kholili turut hadir. Uang yang dikembalikan Kholili langsung disetorkan ke kas daerah, melalui Bank Riau Kepri, disaksikan Inspektur Inspektorat Daerah R Akib Rachim. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here