Kades Tanjung Irat Terima RP 2 Miliar

0
844

Tukang Ukur Ungkap Penjualan Lahan Negara

LINGGA – POLEMIK penjualan lahan negara yang masuk dalam kategori Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, sedikit demi sedikit mulai terungkap.

Berdasarkan nyanyian tukang ukur tanah yang bernama Jasmin, bahwa penjualan lahan untuk kepentingan pertambangan pasir oleh PT Citra Semarak Sejati diperintah oleh Kepala Desa Tanjung Irat, Kahar.

”Posisi saya di Desa Tanjung Irat adalah bendahara desa. Saya yang diperintah kades untuk mengukur lahan bersama 13 orang lainnya. Pengukuran dilaksanakan sejak tanggal 13 Mei 2017. Luas lahan yang diukur 210 hektare, termasuk lahan untuk Jetty (dermaga) dan lahan stok file,” kata Jasmin, kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (20/10).

Baca Juga :  Bupati Bertekad Realisasikan Industri Gula

Ia menjelaskan, tidak hanya mengukur lahan tetapi juga diperintah untuk pembuatan denah tanah area pertambangan pasir darat perusahaan PT Semarak Sejati yang akan beraktivitas.

”Saya tidak tahu, kalau lahan tersebut dilarang untuk diperjualbelikan, termasuk ada hutan mangrove-nya,” ucapnya.

Ia menggungkapkan, pernyataan sekretaris desa yang mengaku tidak tahu tentang pembuatan surat lahan negara yang dijual kepada PT Semarak Sejati adalah kebohongan untuk melepaskan tanggung jawab. ”Tanah tersebut, telah diukur pada Mei tahun 2017. Tidak mungkin suratnya dibuat tahun 2015,” sebutnya.

Baca Juga :  Satnarkoba Razia Narkotika di THM

Terkait surat tanah yang ditunjukan Sekretaris Desa Tanjung Irat, Armen yang dikeluarkan tahun 2015. Jasmin menegaskan, bahwa surat tersebut hasil rekayasa. Hal ini terlihat, dengan adanya perbedaan warna stempel pada surat tersebut

”Saya yakin surat tersebut tidak masuk dalam ploting area, yang di maksudkan untuk dijual kepada PT Semarak sejati bukan yang saya buat. Karena, surat tersebut sudah berada di pihak perusahaan tambang,” sebutnya.

Untuk lahan yang pengukuran dibuat olehnya, PT Semarak Sejati sudah membayarnya dengan nilai sebesar Rp 2 milar. Sebagian uang dibayarkan kepada warga yang memiliki lahan, dan sebagian lagi tidak diketahui keberadaannya.

Baca Juga :  Belasan Siswi SMAN 1 Kesurupan Massal

”Saya sebut ini, biar jelas semuanya. Jangan hanya saya yang dijadikan korban,” imbuhnya.

Terpisah, Sekdes Tanjung Irat Amren, mengaku tidak tersangkut dengan kasus dugaan penjualan lahan kepada kepada pengusaha pertambangan pasir ini. Hal ini ditegaskan, dengan surat tanah yang dikeluarkan adalah tahun 2015.

”Saya mulai menjabat sekretaris Desa Tanjung Irat sejak awal 2017. Sedangkan, survei dikeluarkan tahun 2015,” kilah Amren.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here