Kadin Ajak Berinvestasi di Tanjungpinang

0
40
Dari kiri, Hj Rahma, Bobby Jayanto, H Syahrul dan tokoh masyarakat Penyengat saat melihat pameran benda kuno. f-ISTIMEWA

Listrik Sudah Surplus 125 Megawatt

TANJUNGPINANG – Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjugnpinang dan Pemko Tanjungpinang mengajak kalangan pelaku bisnis untuk meningkatkan dan menanamkan investasi Kota Tanjungpinang.

Ketua Umum Kadin Kota Tanjugnpinang Bobby Jayanto mengatakan listrik di Kota Tanjungpinang sudah surplus. Menurut PLN Area Tanjungpinang sudah surplus sekitar 125 Megawatt. Sebab, listrinya sudah interkoneksi dari Batam ke Pulau Bintan.

Ia juga terus melakukan sosialisasi kepada para mitra kerjanya, mayoritas pengusaha di luar negeri, agar mereka (pengusaha) mau menanamkan investasinya di Tanjungpinang. Karena, keraguan para investor selama ini yakni belum aman listrik.

Kondisi listrik sekarang justru sudah lebih baik. PLN terus berkomitmen membangun dan menyuplai daya ke kawasan industri di pulau Bintan termasuk di Kota Tanjungpinang.

”Di bidang ekonomi, perdagangan, dan industri, potensi sangat baik dikembangkan di Tanjungpinang. Hal ini dikarenakan letak geografis Tanjungpinang daerah kepulauan dan berdekatan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan negara lainnya,” kata Bobby Jayanto, kemarin.

Mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, minta agar para investor yang mau menanamkan modalnya di Kota Tanjungpinang, pemerintah daerah harus menjamin investor tersebut.

Dengan tidak mempersulit perizinan, memberikan payung hukum dan memberikan kemudahan-kemudahan lainnya.

Sambung dia, kalau tidak diberikan kemudahan perizinan, payung hukum dan jamin keamannya, meskipun ada kawasan FTZ salah satu produk unggulan untuk berinvestasi, meskipun sudah surplus listrik, bisa saja investor tidak mau melirik ke Tanjungpinang, sebagai tempat untuk menanamkan investasinya.

Apalagi kondisi ekonomi sekarang ini, butuh investasi untuk meningkatkan perputaran ekonomi di Tanjungpinang. Sambung Bobby, dari 18 kelurahan di Pinang, ada sekitar 3 ribu, ruko yang tutup.

Ruko tersebut akan dijual akan disewakan, ini menandakan kalau ekonomi belum baik. Ditambah lagi dengan tahun politik, para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kota Tanjungpinang, tetap melihat kondisi pemilu dan melihat hasil pemilihan presiden dan wakil presdien yang akan digelar 17 April mendatang.

Sambung Bobby, dua kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ) di Senggarang dan Dompak, sangat cocok untuk perusahaan-perusahaan bergerak di bidang pembangunan infrastruktur, transportasi, penyimpanan.

Selain itu, juga cocok untuk perusahaan jasa logistik, multimedia, dan produksi alat berat crane. Karena, bisa saja Tanjungpinang sebagai daerah memproduksi alat berat crane yang nantinya bisa diekspor. Ia berharap, agar dua kawasan FTZ dibangun infrastruktur seperti jalan dan listrik dan infrastruktur lainnya. Kalau sudah ada infrastruktur, kata dia satu satu pengusaha akan menanamkan modalnya di kawasan FTZ tersebut.

”Belum ada investasi dikawasan FTZ, salah satu penyebabkan karena belum ada infrastruktur yang dibangun di kawasan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Tanjungpinang H Syahrul berterima kasih kepada PLN, karena terus meningkatkan pelayan kepada masyarakat.

Syahrul mengajak para investor untuk menanamkan modalnya di Tanjungpinang.

”Pelayanan PLN terus membaik kepada pelanggan. Listrik membaik kita harapkan ada investor mau menanmakn modalnya di Tanjungpinang. Sudah surplus,” ujarnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here