Kadispora: Tak Tepat Dianggap Redup

0
835
Djasman

TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang Djasman menyatakan, tidak tepat jika prestasi olahraga di Tanjungpinang dianggap redup. Pembinaan cabang olahraga prestasi di Kota Tanjungpinang sangat dipengaruhi banyak faktor, dan memerlukan keterlibatan banyak pihak.

Dalam hal ini, pemerintah lebih bertindak sebagai fasilitator, dan penyandang dana bagi pembinaan prestasi olahraga. ”Sedangkan pembinaannya dijalankan oleh KONI, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional,” ujar Djasman menanggapi pernyataan anggota DPRD Tanjungpinang Hj Rahma pada edisi Tanjungpinang Pos, Rabu (17/1).

Menurut Djasman, pendanaan yang representatif merupakan faktor pendukung terpenting dalam upaya menyukseskan program pembinaan prestasi olahraga. Berbagai kebutuhan untuk menunjang prestasi olahraga, seperti pengadaan sarana prasarana yang memadai, pembinaan atlet mulai dari perekrutan hingga pemusatan latihan, keikutsertaan dalam kejuaraan olahraga, kesejahteraan atlet, pelatih, dan wasit memerlukan dukungan pendanaan yang cukup tinggi. Dengan kondisi sarana prasarana olahraga dan pendanaan yang masih mengandalkan dana APBD, peningkatan prestasi olahraga yang terus mengalami dinamika tinggi, tentu menjadi kendala tersendiri.

Baca Juga :  Sabtu Depan, Super Grasstrack di Sirkuit Dompak

”Peningkatan prestasi olahraga dipengaruhi oleh banyak faktor, dan memerlukan dukungan penuh dari unsur eksekutif dan legislatif. Dewan mungkin bisa memberikan dukungan, misalnya mengalokasikan dana pembinaan olahraga yang diajukan oleh dinas teknis terkait, dalam APBD Kota Tanjungpinang,” ungkap Djasman, kemarin.

Untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga di Tanjungpinang, Pemerintah Kota Tanjungpinang, sebelumnya telah memfokuskan kegiatan peningkatan kapasitas stadion dan sarana olahraga lainnya. Namun dalam perjalanannya, APBD Kota Tanjungpinang mengalami defisit, sehingga rencana program tersebut urung dilaksanakan.

Baca Juga :  Giliran Kemalai Bertekuk Lutut dengan ISC FC

Lebih jauh Djasman mengungkapkan, keterbatasan sumber pendanaan pembinaan olahraga semestinya juga dapat melibatkan pihak swasta, yang mungkin bisa menjadi bapak angkat cabang-cabang olahraga tertentu. Seperti di Jawa, dicontohkan Djasman, pembinaan cabang olahraga badminton bisa sangat maju, karena banyak pihak swasta yang membuat klub-klub badminton.

Hal inilah yang menyebabkan prestasi olahraga dapat ditingkatkan, karena pembinaan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah atau KONI. Belum lagi faktor ketersediaan pelatih, wasit, dan kesejahteraan atlet yang juga ikut mempengaruhi peningkatan prestasi olahraga.

Baca Juga :  Bintan Seleksi 22 Pemain untuk Popda 2018

Beberapa cabang olahraga seperti sepak bola, bola voli, badminton, dan tenis lapangan sebenarnya masih berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Cabang olahraga renang, tanpa biaya khusus, namun para pelatih masih bersemangat melaksanakan pembinaan.

”Untuk kolam renang pun, kita masih perlu sewa. Namun keterbatasan event-event atau kejuaraan, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kenapa peningkatan prestasi kurang optimal. Dengan begitu tidak tepat jika olahraga prestasi di Tanjungpinang dianggap redup,” jelas Djasman. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here