Kajati Apresiasi Penanganan Illegal Fishing

0
406
KAJATI Kepri Yunan Harjaka memberikan penjelasan pada acara briefing bersama awak media, Rabu (7/2).F-ISTIMEWA

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepri Yunan Harjaka SH.MH mengaku salut dan angkat jempol, dengan melihat kinerja Kepala Kejaksaan Negeri Ranai Juli Isnur SH MH yang telah rela memberikan fasilitas yang layak untuk para terdakwa illegal fishing.

NATUNA – Dengan keterbatasan anggaran, namun mampu memberikan pelayanan yang maksimal untuk para terdakwa dengan memberikan ruang aula dapat tinggal dengan nyaman.

”Saya salut. Kajari Natuna yang telah menjalankan tugasnya semaksimal mungkin. Walaupun keterbatasan ruangan, semuanya bisa diatasinya,” kata Yunan Harjaka, saat jumpa pers dengan para awak media di Hotel Natuna, Rabu (7/2).

Baca Juga :  Rumah Nelayan Hampir Selesai

Yunan mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk bisa bersama-sama menjalin kerja sama yang baik.

”Kita juga telah bekerjasama dengan Pemkab Natuna dalam menangani perkara illegal fishing, yang menjadi permasalah paling terbesar di wilayah Kepri,” ungkapnya.

Sementara Kajari Natuna Juli Isnur pada kesempatan sama menjelaskan, tahun ini Kejaksaan Negeri Natuna mendapatkan bantuan pembangunan rudenim dan beberapa ruangan lainnya untuk penunjang kinerja.

”Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan bantuan dari Pemerintah Natuna sekitar Rp 270 juta untuk untuk perencanaan pembangunan rudenim dan ruang kantor. Untuk lokasinya di belakang kantor kejaksaan,” jelas singkatnya.

Baca Juga :  Bupati Lantik 37 Anggota Satpol

Sebelumnya, Yunan Harjaka menyebutkan bahwa Kabupaten Anambas dan Natuna paling mendominasi berhadapan dengan aparat penegak hukum di Kejaksaan dengan kasus korupsi.

Oleh karena itu, ia berpesan agar pejabat yang mendapat amanah dari rakyat agar bekerja sesuai aturan dan transparan. Sehingga, rakyat bisa menikmati hasilnya dengan baik.

”Saya sempat berbicara dengan pak Bupati jangan sampai di Natuna ini seperti kerajaan Singosari yang saling menjatuhkan dan tidak ada habisnya, yang jadi korban rakyat,” kata Kajati Yunan, dalam acara temu ramah bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, di RM Sisi Basisir, Senin (5/2) malam.

Baca Juga :  Warga Serbu Pengobatan Gratis

Yunan berharap, aparatur Pemerintah Daerah (Pemda) tidak lagi tersandung kasus korupsi.
Sebad, dengan korupsi membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah berkurang. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here