Kalau Tak Acuh, Hukum yang Bicara

0
397
BUPATI Bintan H Apri Sujadi didampingi Wabup, Kapolres dan Sekda Bintan mengecek barisan peserta apel bersama.f-yendi/tanjungpinang pos

Apel Bersama, Bintan Mendeklarasikan Cegah Karhutla

Pemkab Bintan bersama Polres Bintan, unsur TNI, Kejaksaan Negeri, Basarnas, OKP dan Ormas dan semua pihak terkait mendeklarasikan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pada apel bersama, Kamis (15/8) kemarin. Bagi pihak yang tidak acuh (peduli) terhadap karhutla, siap-siap berhadapan dengan hukum.

BINTAN – APEL bersama dan deklarasi pencegahan karhutla tersebut dilaksanakan di lapangan GOR Demang Lebar Daun Kijang, dengan inspektur upacara Bupati Bintan H Apri Sujadi, didampingi Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, Danfasharkan, Kepala Basarnas Tanjungpinang. Turut hadir Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam, Sekda Adi Prihantara, Wakapolres Kompol Dandung Putut Wibowo, dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Bintan.

Baca Juga :  Disiapkan Rp2 Miliar untuk Pencegahan Korona

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, karhutla yang terjadi akhir-akhir ini, harus mendapat perhatian bersama, dari semua pihak. Termasuk semua lapisan masyarakat dan petani. Banyak dampak yang ditimbulkan karhutla ini.

”Perlu kesiagaan, kesadaran dan langkah konkret untuk pencegahan karhutla ini. Karena karhutla sudah banyak yang terjadi di Bintan,” kata H Apri Sujadi.

Dari apel bersama ini, lanjut bupati, semua pihak harus bergerak bersama, dalam pencegahan karhutla. Tidak perlu menunggu siapa yang bertanggung jawab, dalam pencegahan karhutla. Karena, pencegahan karhutla tanggung jawab semua pihak. Termasuk Ormas dan OKP.

”Dari Pemkab Bintan akan menyosialisasikan pencegahan karhutla ini sampai ke tingkat desa dan kelurahan. Kalau sudah diberikan penyuluhan, tapi masih ada yang tak peduli, hukum yang bicara,” tutur H Apri Sujadi.

Baca Juga :  Bupati Buka Sosialisasi Transaksi Non-Tunai

Untuk pencegahan karhutla di Bintan, H Apri Sujadi menyadari, sarana dan prasarana masih kurang, jika dibandingkan luas wilayah. Justru itu, saat ini memberdayakan sarana dan prasarana yang tersedia, serta peralatan inovasi yang digunakan dari semua pihak.

”Petani pun kita ingatkan agar terus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan ini,” jelasnya.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang menambahkan, di Bintan sudah sering terjadi karhutla. Daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan ini seperti di Gunung Kijang, Bintan Timur, Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam dan beberapa kecamatan lainnya. Dari pihak kepolisian, sudah melakukan penyuluhan dan menindak para pelaku pembakar hutan ini.

Baca Juga :  Molor, Roro Tambelan Dijanjikan Beroperasi 2018

”Sekarang, sudah ada 4 kasus karhutla yang kita tangani. Kita tak bosan mengimbau kepada masyarakat, jangan membakar hutan dan lahan. Kalau acuh tak acuh, ya hukum yang berbicara nanti. Kita proses yang melakukan karhutla ini,” tegas Boy Herlambang.

Dhirautama Kepala BMKG Tanjungpinang mengatakan, saat ini ada sekitar 250 titik api di wilayah Sumatera. Dari jumlah itu, ada 2 titik di wilayah Bintan. Kebakaran cenderung terjadi akibat ulah manusia, yang sembarangan membakar lahan. Kalau faktor cuaca, hanya kecil, 1 persen.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here