Kami Tak Mewarisi Masa Lalu, tapi Ingin Menoreh Masa Depan

0
193

Ketika Caleg Milenial Optimis Menang di Pemilu 2019

Pada Pemilu 2019 mendatang, generasi milenial ikut menjadi pemilih. Caleg generasi milenial, adalah mereka yang lahir era tahun 1980-an. Bagaimana upaya mereka melawan caleg senior di partai masing-masing?

TANJUNGPINANG – Gelombang politisi muda menduduki puncak karir bukan hal baru. Presiden Macron di Francis menjadi presiden termuda dalam sejarah negara itu di usia 39 tahun. Kemudian Jean Claude Duvalier, jadi Presiden Haiti di usia 19 tahun. Lalu juga ada Kim Jong Un, Presiden Korea Utara yang membuat dunia dan Amerika was-was jadi presiden di usia 30 tahun lebih.

Mereka menjadi politisi dan meniti puncak karir tertinggi dalam usia yang relatif muda. Dan itu bisa mereka rebut dengan mengalahkan politisi senior di negara masing-masing.

Dan ketika pemilih Indonesia pada 2019 nanti mayoritas adalah mereka berusia muda atau disebut kalangan milenial, tentu itu menjadi peruntungan bagi kalangan caleg milenial. Karena jika mereka bisa menggarap pemilih muda, akan menjadi sebuah keberutungan.

Tanjungpinang Pos menemui empat orang caleg dari kalangan muda itu. Misalnya Lovita, dari Partai Gerindra. Dengan sikap optimis, ia yakin akan mampu mewakili generasi muda, khususnya Tanjungpinang.

Lovita maju di dapil 2, Tanjungpinang Timur mengungkapkan bahwa ketika pemuda ingin merubah sesuatu, maka harus masuk ke dalam sistemnya.

”Maka dari itu saya putuskan untuk terjun ke politik dan mencalonkan diri pada Pileg 2019 nanti dan saya fokuskan diperempuan dan kepemudaan,” ujarnya.

”Saya pribadi sangat optimis dalam hal ini, sebagai bagian dari pemuda. Pemuda itu harus optimis dalam menghadapi dan memperjuangkan suara-suara dari pemuda dan warga di Tanjungpinang,” kata Lovita.

Lovita menambahkan bahwa caleg milenial juga mempunyai potensi yang tidak kalah dengan caleg senior. Semua tergantung bagaimana pergerakan dan juga strategi untuk turun ke masyarakat agar masyarakat bisa memilih kita,” ujarnya.

Lovita mengatakan bahwa pemuda memang butuh sosok dari kalangan muda untuk duduk di DPRD, khususnya Kota Tanjungpinang guna memperjuangkan suara anak muda, aspirasi anak muda, dan mendukung seluruh kegiatan anak muda.

Di tempat terpisah, Rini Pratiwi, Sekretaris PKB Tanjungpinang yang juga merupakan caleg dapil 2 mengungkapkan, ketika selama ini pemuda hanya menjadi penikmat kebijakan, dan ketika kebijakan itu tidak sesuai, maka mereka hanya sebagai komentator.

”Dan untuk kali ini, saya ingin menjadi aktor pembuat kebijakan dan juga sebagai agen perubahan itu sendiri. Tentunya perubahan yang lebih baik.,” ujarnya.

”Bagi caleg milenial, pasti akan menawarkan visi misi yang lebih inovatif dan kreatif yang dapat diterima oleh masyarakat sekarang, yang pastinya disetarakan oleh kemajuan zaman, khususnya mengenai pengetahuan dan teknologi,” kata Rini.

Rini menambahkan bahwa yang dapat mengerti akan keinginan dan keperluan akan zaman sekarang ialah caleg milenial. Lagipula nanti kita akan masuk revolusi industri 4.0. Dan yang mampu untuk menuju pencapaian revolusi 4.0 ialah generasi muda itu sendiri.

Rini menambahkan, strategi yang dilakukan oleh caleg milenial akan berbeda dari caleg senior. ”Karena kami sebagai caleg milenial akan jauh lebih dekat dan bersentuhan dengan masyarakat. Potensi terpilihnya caleg milenial sangat besar. Hal itu dikarenakan pemilih pemula di 2019 banyak. Tahun depan memang cukup banyak untuk pemilih pemula, dan itu juga merupakan potensi terpilihnya caleg milenial,” katanya.

Karena apa yang di gadangkan pasti tentang yang mengerti keinginan dan hasrat anak muda dan pastinya berjiwa muda,” ujar Rini.

Kemudian Jamhur, politisi muda Partai Demokrat, mengungkapkan bahwa generasi milenial tidak menawarkan masa lalu. ”Tapi yang kami tawarkan adalah masa depan. Generasi milenial memiliki cara pandang yang berbeda tentng politik praktis, harapan kita adalah erubahan secara terstruktur, namun bukan kekuasaan semata,” ujarnya.

Kata Jamhur, generasi milenial adalah aset perancang masa depan dan arsitek peradaban. Akan tetapi rancangan yang dituangkan harus memiliki integritas yang tinggi dan kokoh, sehingga tidak bisa terkontaminasi dengan pengaruh kejahiliahan politisi busuk, yang menjadi tabiat politisi saat ini.

Jamhur menambahkan, sebagai generasi milenial, secara pribadi, ia harus mempersiapkan mentalitas dan spiritual yang kuat, kemudian diberengi dengan pemahaman politik yang baik dan benar. Sehingga proses transfer interaktif yang ia lakukan ke publik berefek dengan kesepahaman yang berkesinambungan. Optimisme dan keyakinan caleg milenial sangat besar untuk menang dalam Pemilu 2019 nanti. Generasi milenial juga mempunyai potensi yang tak kalah dengan caleg senior.

”Pada prinsipnya, generasi milenial harus menjunjung tinggi nilai-nilai optimisme di dalam jiwa dan sanubarinya. Persoalan senioritas bukan menjadi penghalang untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan perubahan,” kata dia.

”Hakikatnya sebagai manusia yang berketuhanan, sudah menjadi kewajiban kita untuk mencegah keburukan dan mengajak kepada kebaikan. Jika terjadi keganjalan dan ketimpangan yang dilakukan oleh politisi senior, maka wajib hukumnya bagi kami untuk memberikan klarifikasi atau sanggahan, namun dengan cara-cara yang santun dan bermartabat,” jelas Jamhur yang mencalonkan untuk DPRD Provinsi Kepri dapil Tanjungpinang.

Jika politisi senior memberikan contoh dan keteladanan yang baik untuk kebaikan, lanjutnya, maka sebagai generasi penerus merupakan tanggung jawab bersama untuk melanjutkannya. Yang belum baik diperbaiki, yang sudah baik dilanjutkan.

Setiap caleg pasti mempunyai strategi tersendiri dalam meraih suara masyarakat, khususnya masyarakat Tanjungpinang. Untuk caleg milenial, mereka mempunyai strategi-strategi jitu untuk memenangkan pemilu. Urai Roni Ferdiyan, caleg Partai Garuda menambahkan, sebagai caleg milenial sangat optimis dalam melawan caleg senior.

”Sekarang zaman dan kondisi di mana anak muda jauh lebih berkarya dalam menciptakan peluang dan ide-ide yang cemerlang dalam menjalankan aspirasi masyarakat, khususnya Tanjungpinang,” katanya. (REDAKSI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here