Kami Tak Sanggup Biaya ke Swasta

0
184
ORANGTUA siswa saat duduk di pinggir jalan di depan Kantor Walikota Batam di Batamcenter, Selasa (7/7).

Demo di Dua Tempat, Soroti Disdik Kepri

Lantaran tidak sanggup menyekolahkan anaknya di sekolah SMA swasta, ratusan orangtua siswa di Batam menggelar demo, Selasa (7/7) kemarin.

BATAM – HARUSNYA mereka demo ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Pulau Dompak Tanjungpinang. Karena letaknya yang jauh dari Batam, maka seratusan warga ini menyampaikan keluhannya kepada DPRD Batam dan Pemko Batam.

Demo ini bermula saat anak mereka tidak diterima di SMAN 3 Batam yang kebetulan dekat dengan tempat tinggalnya sesuai dengan pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online.

Padahal, untuk jalur zonasi 50 persen. Harusnya, anak mereka diutamakan ditampung di sekolah. Warga protes, ada siswa yang diterima di sekolah itu tapi tempat tinggalnya jauh.

Karena itulah, seratusan orang tua calon siswa SMA di Batam Centre ini mendatangi kantor Wali Kota Batam.

Mereka mengadu dan meminta dibantu karena anak mereka tinggal dekat sekolah. Dengan sistem zonasi, anak mereka dinilai harusnya diterima.

Mereka ini berasal dari Perumahan Taman Raya, Bukit Raya, Botania, Marcelia, BSI Reciden dan Pesona Asri. Walau urusan SMA sederajat ada di tangan Pemerintah

Provinsi Kepri, namun mereka memilih ke kantor Wali Kota. Mereka minta, HM Rudi Walikota Batam membantu mencari solusi, agar anak mereka bisa diterima di sekolah dekat rumahnya.

Diantara orangtua calon siswa yang ikut serta, anaknya tidak diterima di SMA Negeri 3 Batam. Sementara anak temannya yang tinggalnya lebih jauh dari rumahnya bisa diterima.

Baca Juga :  Cuaca Cerah, Semenisasi TMMD Capai 67 Persen

”Katanya sistem zonasi, tapi anak saya tidak terima di SMA Negeri 3. Padahal yang lebih jauh tempat tinggalnya dari rumah kami bisa diterima,” cetusnya.

Diakui jarak antara rumahnya dengan SMA Negeri 3 Batam, hanya sekitar 1,1 Km. ”Kami minta pak Wako untuk membantu ke Disdik Kepri agar anak kami bisa disekolah terdekat, SMA 3,” imbuh dia.

Sementara orang tua calon siswa lainnya, mengaku jika mereka berharap, selain SMA 3 Batam, anaknya bisa di sekolah negeri lain. Dimana untuk daerah Batam Centre, anak-anak mereka berharap bisa sekolah di SMAN 20, SMAN 21, SMAN 26 dan SMAN 15 Batam.

”Kami minta dibantu, karena kondisi ekonomi sekarang juga sulit. Kalau di sekolah swasta, kami tak sanggup bayarnya,” kata orang tua calon siswa lain.

Usai pertemuan Wali Kota Batam, orang tua calon siswa mengaku dijanjikan untuk diteruskan ke Gubernur. Nantinya, Dinas Pendidikan Batam, akan mendata calon siswa yang tidak diterima di SMA Negeri 3 Batam.

”Nanti setelah didata Disdik Batam, baru pak Wali akan bicara dengan Gubernur Kepri,” ujar seorang orang tua siswa yang hadir.

Data dari Disdik Kepri, Rencana Daya Tampung (RDT) siswa baru SLTA (SMA/SMK/SLB) negeri dan swasta se-Kepri mencapai 32.293 siswa.

Sedangkan kursi yang tersedia sekitar 38.479. Artinya, akan ada kursi kosong nanti sekitar 6.186 siswa. Untuk itu, orangtua siswa diminta jangan khawatir karena semua siswa dipastikan dapat kursi.

Baca Juga :  Cabai Berlimpah, Pasar Besar Menanti

Adapun RDT sebanyak 32.293 siswa sesuai dengan jumlah siswa yang ikut Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat di Kepri. Jumlah ini bisa jadi bertambah atau berkurang apabila ada yang pindah, datang dan tidak lulus SMP.

Kadisdik Kepri juga sudah meminta swasta agar membuat suasana yang nyaman dan ramah bagi orangtua siswa dari segi biaya. Sebab, di tengah kesulitan ekonomi saat ini, orangtua akankesulitan membayar jika mahal.

Untuk meringankan orangtua siswa, pihak sekolah juga sudah diminta untuk tidak melakukan pengadaan seragam baru yang harganya bisa jutaan.

Diminta agar siswa bebas membeli seragam dari luar. Bisa juga memakai seragam kakaknya atau seragam bekas. Bahkan, siswa baru bisa mengenakan seragam SMP sampai kondisi keuangan orangtuanya membaik.

Adapun zalur PPDB dan kuotanya yakni, zonasi 50 persen, 30 persen jalur prestasi, 15 persen jalur pindah orangtua. Dan 5 persen jalur kurang mampu atau afirmasi.

Zalur zonasi ini khusus siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah itu. Tujuannya agar orangtua siswa tidak butuh biaya besar jika anaknya sekolah di tempat yang jauh.

Tambah Ruang Kelas Baru

Plt Gubernur H Isdianto akan menambah ruang kelas baru untuk sekolah-sekolah yang masih memungkinkan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menampung pelajar-pelajar dalamzonasi yang pada PPDBkemarin tidak tertampung, padahal hanya di sekolah tersebut jarak terdekat rumahnya.

”Kita akan upayakan membangun RKB. Tentu dengan melihat kondisi tanah dan lainnya di setiap SMA dan SMK Negeri. Juga akan berkoordinasi dengan DPRD Kepri. Semoga semua ini bisa membantumasyarakat,” kata Isdianto di Batam, Selasa (7/7).

Baca Juga :  Pertemuan Tokoh Melayu Sedunia

Isdianto memang mendapat laporan banyak anak-anak yang rumahnya hanya dekat dengan sekolah tertentu tapi karena keterbatasan daya tampung, mereka tidak bisa diterima.

Seperti di SMA Negeri 3, sistem menolak karena daya tampung sudah terpenuhi. Dari 1.705 pendaftar, sebanyak 1.128 tertolak oleh sistem karena jaraknya.

Dalam pertemuan dengan Kepala SMA dan SMK Negeri, Ahad lalu pun, Isdianto sudah berpesan jangan sampai anak-anak Kepri putus sekolahnya. Solusi cepat harus ditemukan sehingga mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Untuk di Batam, Isdianto mengatakan pihaknya akan segeraberkoordinasi denganKepala BP Batam H Muhammad Rudi tentang lahan sekolah. Dia berharap ada solusi terbaik untuk kemajuan pendidikan masyarakat Batam dan Kepri.

Di Kepri, tahun ini dalam laporan yangditerima Isdianto ada 17.917 Lulusam SMP/ MTS. Dari jumlah itu, daya tampung se Kepri hanya 13.137. Masih ada selisih 6.544 pelajar. Sementara untuk Batam diperkirakan sekita 1.545 selisih yang yang belum tertampung.

Isdianto pun mendapat laporan masih ada beberapa zona yang masih kosong. Dia sudah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk segera menyelesaikan masalah ini.

”Harus cepat diselesaikan. Beri solusi terbaik untuk kemajuan pendidikan dan anak-anak Kepri,” kata Isdianto. (ais/mas/mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here