Kami Tidak Takut Oli

0
772
Hesti Komah

(Pengalaman Bersekolah di SMKN 1 Seri Kuala Lobam)

Oleh: Hesti Komah
Taruni X SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam

PERCAYA atau tidak, awalnya saya tidak pernah terpikir melanjutkan sekolah ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Seri Kuala Lobam. Saya tidak punya pengetahuan atau informasi apa pun tentang sekolah ini. Teman-teman saya hanya berujar bahwa di sekolah yang terletak di Desa Kuala Sempang ini mengharuskan siswanya untuk mengikuti apel tiap pagi dan siang. Namun, ada juga teman lain yang bercerita, bahwa sekolah ini mengasyikkan. Tetapi, saya tidak peduli. Saya sudah punya pilihan sekolah lain.

Sekolah lain yang saya maksudkan adalah SMKN 2 Legenda di Batam. Saat itu, saya sudah diterima di sana. Dari jauh hari, sudah saya siapkan surat pindah rayon dan akhirnya saya diterima. Surat pindah rayon jadi perlu karena saya anak Bintan.

Di sana, saya mengambil jurusan perhotelan. Karena tidak memungkinkan bolak-balik Bintan-Batam dan menimbang biaya kos bulanan yang cukup tinggi, saya akhirnya tinggal di rumah saudara. Setelah segalanya siap, baru saya sadari ada yang tertinggal di Bintan. Saya harus pulang mengambil seragam sekolah karena saya benar-benar lupa membawanya ketika ke Batam.

Maka mau tidak mau, saya harus pulang ke Bintan. Selama di rumah ini, entah tiba-tiba saya berubah pikiran. Menempuh sekolah jauh dari rumah dan mengambil jurusan perhotelan tidak lagi menarik hati. Pada saat itu juga, tiba-tiba saya kembali terbayang SMKN 1 Seri Kuala Lobam. Jarak sekolah ini dari rumah saya juga tidak terlalu jauh. Saya mulai cari tahu lebih serius informasi tentang sekolah ini.

Keesokan hari, saya pergi ke sana. Saya baru tahu, sekolah kejuruan ini menawarkan tiga jurusan yang bisa dipilih. Ada jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI), dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Jika NKPI dan TKPI adalah jurusan yang berkenaan dengan kelautan, TKR adalah jurusan yang mempelajari tentang kendaraan bermotor.

Saya memilih jurusan TKR. Walau ini amat berbeda dari jurusan Perhotelan yang saya pilih ketika mendaftar di SMKN 2 Legenda, saya tidak pernah menyesal. Saya justru bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar TKR SMKN 1 Seri Kuala Lobam.

Jurusan ini sangat seru. Bayangkan saja, ketika masuk praktik di bengkel, saya dan teman-teman diajari cara membongkar mesin, memasangnya kembali, dan bahkan mengelas besi. Sesuatu yang tidak pernah diajarkan di jurusan Perhotelan.

Oh iya, awalnya orang tua saya tidak setuju dengan jurusan pilihan saya. Kata mereka, TKR tidak cocok buat perempuan karena kerjanya tentang bongkar-bongkar mesin, tangan atau baju bisa terkena oli. Mereka menyarankan saya memilih NKPI. Tapi, saya tetap memilih TKR, karena menurut saya praktiknya jauh lebih seru. Sekarang, saya jadi tidak takut terkena oli, bisa bongkar mesin dan sudah pasti memasangnya kembali, dan bahkan bisa mengelas besi.

Walaupun tangan atau baju saya harus kotor karena memilih TKR, saya tidak pernah menyesal. Saya justru bersyukur bisa melakukan segala hal yang sebelumnya dianggap sebagai dunia laki-laki saja. Setidaknya, saya dan teman-teman perempuan lain yang tergabung di kelas X TKR sudah membuktikannya bahwa kami tidak takut oli dan bisa melakukan bongkar mesin yang sama baik dengan yang dilakukan teman-teman lain.*** 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here