Kamis, Pemilihan Wagub Kepri

0
985
JUMAGA NADEAK

Isdianto Lawan Kotak Kosong

Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kepri menyepakati bahwa Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Kepri akan digelar, Kamis (7/12) lusa. Pemilihan akan dilakukan di Gedung DPRD Kepri di Dompak.

DOMPAK – Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menyampaikan, seluruh anggota Banmus menyepakati Paripurna dilangsungkan pada pukul 10.00, Kamis ini di ruang rapat paripurna DPRD Kepri.

Jumaga pun meminta kepada pegawai Seketaris Dewan (Sekwan) DPRD untuk segera menyiapkan infrastruktur pemilihan.

”Saya meminta agar pak Sekwan menyiapkan surat suara dan saksi untuk pemilihan nanti,” kata Jumaga Nadeak di ruang rapat Ketua DPRD, Senin (4/12). Hadir dalam rapat Banmus Pimpinan DPRD, Rizki Faisal, dan Husnizar Hood.

Untuk mendukung kelancaran pemilihan, Jumaga juga meminta seluruh anggota DPRD melalui fraksinya untuk tidak melakukan perjalanan dinas.

”Untuk kali ini, semua anggota DPRD, Pansus untuk tidak melaksanakan perjalanan dinas dahulu. Setelah pemilihan, silahkan dilanjutkan,” kata Jumaga.

Selain itu, Ketua DPRD juga meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan pengawalan kepada calon tetap Wakil Gubernur Isdianto hingga hari pemilihan.

”Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami meminta kepada Pak Kapolda untuk mengirimkan dua personel Polri mengawal calon tetap Wagub dari hari pemilihan hingga pelantikan,” kata Jumaga.

Untuk proses pemilihan nanti, melibatkan seluruh anggota DPRD Kepri yang berjumlah 45 orang. Sedangkan untuk saksi pemilihan akan diambil dari partai-partai pengusung. Ia menambahkan, dalam Tata tertib (Tatib) Pemilihan Wakil Gubernur juga diatur bahwa Gubernur diwajibkan hadir saat pemilihan.

Baca Juga :  Sang Pusaka Berkibar di Laut Natuna-Anambas

”Proses pemilihan ini, Pak Gubernur wajib hadir,” tegasnya.

Isdianto mantan Kepala Dispenda Kepri menyampaikan, dirinya siap menerima jabatan sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Kepri. ”Insyallah siap menerima dan membantu kinerja Pak Gubernur,” ujar Isdianto saat dihubungi Tanjungpinang Pos, Senin (4/12) kemarin.

DPRD dari NasDem Jangan Ikut Paripurna
Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan, Partai NasDem Provinsi Kepri, Fajrin Sihab meminta kader NasDem yang duduk di DPRD Kepri agar tidak hadir saat pemilihan Wakil Gubernur Kepri mendatang.

Sebab, sesuai aturannya, calon Wakil Gubernur Kepri yang akan dipilih oleh DPRD Kepri harus dua nama. Sedangkan yang akan dipilih DPRD hanya satu nama saja yakni Isdianto.

”Kita minta kader NasDem kami termasuk Gubernur Kepri juga Ketua NasDem Kepri memikirkan kembali dan baiknya tidak hadir di rapat paripurna pemilihan Wakil Gubernur Kepri. Ini merupakan hak politik kami,” kata Fajrin, singkat.

Kata dia, dua nama yang disodorkan oleh NasDem ke DPRD Kepri, yakni Isdianto-Rini belum diakomodir. Jadi, tidak ada salahnya, NasDem tidak mendukung pelaksanaan pemilihan Wakil Gubernur Kepri, karena tidak sesuai aturan. ”Kalau partai lain memiliki sikap lain silahkan, kami memiliki sikap sendiri. Pemilihan Wakil Gubernur Kepri hanya satu nama tidak sesuai aturan yang berlaku,” bebernya.

Lawan Kotak Kosong
Di Undang Undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 176 disebutkan, Ayat (1) Dalam hal Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, pengisian Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung.

Baca Juga :  Tiga Daerah Segera Jadi KEK

Ayat (2) Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung mengusulkan 2 (dua) orang calon Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalui Gubernur, Bupati, atau Walikota, untuk dipilih dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Sampai saat ini, nama pengganti Agus Wibowo (AW) sudah dikirim ke DPRD Kepri yakni Mustofa Widjaya. Hanya saja, nama ini baru disepakati tiga parpol pengusung Sanur yakni Partai Demokrat, PPP dan PKB.

Sedangkan Partai NasDem tetap mempertahankan nama Isdianto-Rini. Sedangkan Gerindra belum membuat keputusan.

SBY Setujui Mustofa Widjaja
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Riau tetap mengusulkan Mustafa Widjaja sebagai bakal Cawagub menggantikan AW yang sebelumnya dinyatakan gugur oleh Panitia Pemilihan (Panlih) DPRD.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris DPD Partai Demokrat Kepri, Husnizar Hood saat jumpa pers di kawasan Kilometer 8 Atas Tanjungpinang, Minggu (3/12).

Menurutnya, keputusan tersebut sudah melalui rekomendasi DPP Partai Demokrat dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

”Saya diperintahkan DPP untuk menyampaikan bahwa setelah melalui tahapan yang telah ditentukan untuk mengusulkan Mustafa Widjaja sebagai Cawagub,” ungkapnya.

Baca Juga :  AW Terdepak, Rini-Mustofa Menanti

Ia menuturkan, keputusan pengusulan nama Mustafa Widjaja tersebut bukanlah semerta-merta muncul begitu saja. Sebelumnya kedua partai pengusung (PKB dan PPP, red) juga sudah mengusulkan nama tersebut.

”Jadi diputuskan Mustofa Widjaja. Pertanyaannya, sudah diusulkan nama itu seperti apa yang diminta, kenapa Gubernur tidak mau mengusulkannya ke DPRD,” katanya.

Mengenai perihal Gubernur enggan mengajukan nama Mustafa Widjaja menggantikan Agus Wibowo kepada DPRD dirinya tidak mau berkomentar banyak.

Yang jelas, katanya, pihak Demokrat sudah melaksanakan tahapan-tahapan yang telah ditentukan. Jika terdapat kesalahan dalam proses pengusulan tersebut sehingga Gubernur enggan mengusulkan kembali nama Mustafa Widjaja sesuai degan dukungan dari tiga partai, Husnizar atas nama Demokrat menyampaikan permintaan maafnya.

”Saya meminta maaf kepada beliau (Gubernur, red) mungkin terdapat kesalahan. Mari selesaikan masalah ini dengan cara Melayu. Mungkin kemampuan politik kami hanya sebatas itu. Karena pak Gubernur ini kan doktor komunikasi, mungkin komunikasi politik kami tidak sampai dengan kemampuan beliau,” papar Husnizar.

Ia juga menambahkan, jika hingga dalam waktu dekat belum ada keputusan dari Gubernur untuk mengusulkan nama tersebut, pihaknya tetap legowo dan mendukung keputusan DPRD yang akan melaksanakan proses Pilwagub walau dengan hanya satu calon. ”Kami kembalikan ke DPRD,” singkatnya.(SUHARDI-ABAS-TUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here