KAMMI: Partisipasi Perempuan Minim

0
421
Sejumlah anggota DPRD Provinsi Kepri seperti Dewi Ansar, Susilawati, dan Misni berfoto bersama dengan anggota KAMMI Tanjungpinang. f-istimewa.

TANJUNGPINANG – Pengurus Bidang Perempuan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar kegiatan dialog terbuka dan launching sekolah perempuan negarawan dengan mengusung tema ‘Menjadi Perempuan Negarawan yang Berperan Dalam Pembangunan dan Kesejahteraan’, Senin(10/12) di Gedung Arsip dan Pustaka Ahmad Thabib Tanjungpinang.

Hal ini merupakan yang pertama dilakukan dengan sasaran dari kegiatan ini ialah seluruh kader/perempuan KAMMI yang ada di Tanjungpinang. Dan tidak menutup kemungkinan kelak akan dibuka bagi umum.

Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas perempuan KAMMI dengan memiliki kekuatan jiwa/ruhiyah, kecerdasan, serta kekuatan fisik.

Baca Juga :  Soerya Berbagi Hand Sanitizer dan Masker

Menurut Rafika Afriyanti dari pengurus KAMMI, perempuan masih membutuhkan perhatian ekstra yang mana sekarang masih dirasa minim partisipasi perempuan dalam politik dan publik serta masih tingginya angka kekerasan pada perempuan.

Kegiatan ini dihadiri peserta sebanyak 60 orang dan pembicara dari beberapa elemen di antaranya Suryani, anggota DPRD Provinsi Kepri, Susilawati, Dewi Kumalasari, Weny Lis Darmansyah, dan Misni, Kadis Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri.

Sekolah ini bukan merupakan sekolah pada umumnya yang dibangun secara fisik, namun sekolah ini dibentuk untuk membangun jiwa-jiwa perempuan KAMMI yang disesuaikan dengan kebutuhan dan materi pembelajaran tersusun yang akan diisi dari kalangan akademisi, politisi, bahkan praktisi.

Baca Juga :  Jual Visi Misi dan Tokoh Berkarya

Harapannya sekolah perempuan negarawan ini dapat menghasilkan perempuan hebat yang mampu menemukan potensi dan peran masing-masing untuk berkontribusi dalam masyarakat. Dalam kesempatan itu Misni, mengimbau para perempuan agar peka dan peduli terhadap kekerasan perempuan sekitar karena kalau perempuan tidak peka, maka kekerasan itu akan selalu ada di tengah masyarakat. (sheilla – lisa)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here