Kampanye Belum Mulai, Spanduk Pilkada Marak

0
458
Inilah salah satu spanduk tentang pilkada yang terbertuan. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

Masa kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang belum dimulai. Tahapan kamanye baru dimulai 15 Februari. Namun, kini sudah banyak spanduk/baliho calon wali kota maupun calon wakil wali kota yang beredar di sekitar perumahan-perumahan warga.

TANJUNGPINANG – Ada juga spanduk imbuan soal pilkada, namun tak jelas siapa yang membuat. Spanduk tak bertuan ini dipasang tak jauh dari lampu merah Jalan Basuki Rahmat. Spanduk imbauan tersebut menjadi perhatian pengendara yang sedang berhenti karena lampu merah.

Spanduk tak bertuan itu bertuliskan jangan mau diadu domba oleh kelompok atau golongan tertentu. Jangan percaya berita di Medsos, yakinkan itu hoax.

Kemudian, tulisan spanduk itu juga menyebutkan yakin bahwa masyarakat Tanjungpinang menjunjung tinggi harkat dan martabat persekutuan di Indonesia. Imbuan terakhir jadikan Pilwako sebagai ajang mempererat silaturahmi dengan memahami perbedaan adalah anugerah. Tak jelas kapan spanduk ini dipasang dan tidak diketahui siapa yang membuat.

Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang, Maryamah mengatakan, ia sendiri tidak tau kalau ada spanduk yang tidak bertuan jelang pilkada Tanjungpinang. Ia mengakui kini banyak spanduk dan bahilo bakal calon yang terpasang di tengah masyarakat.

”Itu bukan spanduk produk kita. Kalau spanduk kita pasti ada logonya. Karena logo merupakan legalitas kita sebagai Panwaslu Kota Tanjungpinang,” kata Maryamah saat dikonfirmasi Tanjungpinang Pos, Kamis (1/2).

Maryamah mengakui, imbauan yang tertulis di spanduk itu positif. Intinya, selagi tak meresahkan masyarakat ia tak akan mempermasalahkan. Apabila ada masyarakat menemukan spanduk membuat resah, ia meinta agar melapor temuan itu ke Panwaslu Kota Tanjungpinang. Sehingga laporan yang disampaikan masyarakat, Panwaslu bisa langsung meneruskan ke Satpol PP Kota Tanjungpinang.

Supaya spanduk itu cepat dicopot. ”Kita sudah kerjasama dengan Satpol PP. Jadi yang berhak untuk melepaskan spanduk itu, adalah Satpol PP,” ucap dia.

Untuk sementara ini, Panwaslu Kota Tanjungpinang tidak bisa memberikan sanksi kepada bakal calon Walikota maupun Wakil Walikota Tanjungpinang yang memasang gambar di papan reklame. ”Tapi, tetap kita surati ke Satpol PP untuk menertibkan spanduk itu,” tegas dia.

Selain itu, terlihat juga spanduk pengurus DPC Gerindra Kota Tanjungpinang dibiarkan begitu saja di dekat bundaran Jalan Raja Haji Fisabilillah, Km 8 Atas Tanjungpinang.

Padahal, di area tersebut ada larangan dari pemerintah untuk tidak memasang spanduk maupun umbul-umbul. Mestinya, semua pihak bisa menjaga keindahan kota saat pilkada berlangsung. Tidak memasang atribut parpol dan calon di tempat terlarang.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here