Kampung Bangun Sari Minim Infrastruktur

0
64
Ashadi Selayar saat meninjau jalan tanah di Kampung Bangun Sari Kecamatan Tanjungpinang Timur. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Warga Kampung Bangun Sari Kelurahan Batu 9 Kecamatan Tanjungpinang Timur merindukan perhatian pemerintah daerah mengingat wilayah ini masih minim infrastruktur.

Kepada Ashadi Selayar, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, warga menyampaikan aspirasi mereka agar kebutuhan sarana prasarana umum di tempat itu disiapkan. Ashadi Selayar mengatakan, untuk mengetahui lebih rinci persoalan yang dialami masyarakat setempat, maka dirinya turun ke pemukiman itu, Selasa (23/10) malam.

Politisi Partai Golkar Tanjungpinang ini mengatakan, dari penuturan warga kepadanya, ada tiga hal utama yang mereka minta untuk disiapkan pemerintah.

Yang pertama adalah jalan agar diaspal atau disemenisasi. Selama ini, mereka kesulitan melintasi jalan itu karena masih tanah dan berkerikil.

Apalagi, jalan menuju pemukiman warga tersebut masih ada yang dakian. Dengan kondisi jalan tanah, berkerikil dan tanjakan, sangat membahayakan bagi warga terlebih saat membonceng anak-anak atau ibu hamil. Kemudian, di malam hari mereka juga kesulitan karena tidak ada lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Jalan ke kampung mereka gelap dan rawan kecelakaan di malam hari.Permintaan lainnya adalah sungai yang berada di kampung itu hendaknya dipasang batu miring.

Selain untuk menjaga abrasi, batu miring juga untuk mengurangi pergerakan hewan buas, buaya yang sering terlihat di sungai itu.Saat sungai surut, kadang buaya berjemur di tepi sungai.

Hal ini sangat mengkhawatirkan masyarakat setempat. Bahkan, warga juga sempat meminta agar pemerintah menangkap buaya itu.Ashadi mengatakan, kondisi sungai itu harus dikembalikan seperti semula.

Sekarang, sungai tersebut sudah keruh. Terlebih saat hujan turun, banyak tanah yang turun ke sungai.

Bukit-bukit yang ada mulai gundul dan pengaruh pembangunan juga menjadikan sungai itu tak bisa dipakai lagi. ”Kalau dulu waktu saya masih sekolah, sungai itu bersih. Sekarang sudah keruh,” kenang Ashadi.Bahkan, sungai ini juga memotong jalan penduduk.

Dan tidak ada jembatan akses masyarakat. Padahal, jika dibangun jembatan di sana, anggarannya tidak begitu besar karena panjangnya hanya beberapa meter.Selain di Kampung Bangun Sari, Ashadi Selayar juga menerima pengaduan dari warga Perumahan Senggarang Permai.

Perumahan lama ini sudah lama tak mendapat perhatian dari pemerintah. ”Banyak yang harus kita benahi di kota. Persoalan banjir juga belum tuntas. Pemukiman warga butuh PJU, jalan, air. Satu per satu harus dituntaskan. Mana yang prioritas harus dibangun pemerintah,” ungkapnya.(dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here