Kampung Cemaga Jadi Desa Maritim

0
233
BUPATI Natuna Hamid Rizal (Kanan) saat menandatangani MoU Bersama STIP Jakarta. F-ISTIMEWA

Desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan resmi sebagai Desa Maritim. Peresmian desa tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU bersama oleh Bupati Natuna Hamid Rizal dan Badan Keamanan Laut STIP Jakarta, Selasa (28/8) kemarin.

NATUNA – Hamid Rizal mengatakan, penetapan Desa Maritim harus dapat meningkatkan SDM masyarakat terutama nelayan Natuna khususnya di Desa Cemaga.

Dengan adanya kerja sama tersebut, Hamid pun berharap semua masyarakat di daerah pesisir bisa lebih memahami kondisi laut Natuna ketika sedang mencari ikan.

”Ini sangat penting untuk peningkatan pengetahuan masyarakat kita, yang notabenenya adalah nelayan,” ujar Bupati Hamid.

Pada kesempatan itu, Direktur Kerja Sama Bakamla Dede Ruskandar menyebutkan, penetapan Desa Cemaga menjadi Desa Maritim telah melewati berbagai tahapan dan kajian.

”Kabupaten Natuna merupakan daerah terdepan Garda NKRI, dengan luas wilayah lautnya sangat besar yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga. Oleh karena itu perlu langkah antisipasi sejak dini, agar masyarakat kita turut andil menjaga laut diwilayahnya,” tutur Dede.

Selain itu, Dede juga berpesan kepada para nelayan agar berhati-hati jika menurunkan jangkar.

Sebab, di sekitar pulau Natuna terdapat kabel bawah laut.

”Jika rusak nilainya bisa triliyunan. Terkait penetapan jadi Desa Maritim, Desa Cemaga akan terus kita bina. Kedatangan kami bukan cuma kali ini saja, tapi akan berkelanjutan,” tutupnya.

Kepala Desa Cemaga Idris mengatakan, langkah selanjutnya dengan ditetapkannya desa Cemaga sebagai desa maritim adalah pelatihan kapal layar motor.

”Mereka sudah dua kali datang ke Desa Cemaga, dan sebelum desa ini ditetapkan jadi Desa Maritim. Untuk itu, ada 107 orang dari 4 desa di kecamatan Bunguran Selatan akan dilakukan pelatihan Kapal Layar motor,” tandasnya.

Belum lama ini, pihak Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Natuna.

Keberadaan mahasiswa KKN, tentunya akan berkontribusi dalam membangun intelektual masyarakat desa melalui beberapa program pemberdayaan masyarakat desa.

Sebagai agen perubahan dan menjalankan pedoman Tri Dharma Perguruan Tinggi, keberadaan akademisi sangat penting perannya.

Disamping memberikan berbagai pengetahuan kepada masyarakat, namun juga berperan menjawab tantangan bagaimana mengubah pola pikir dan melebur dengan masyarakat desa di perbatasan.

Diketahui, Indonesia adalah negara berbentuk kepulauan dengan wilayah yang luas terbentang dari Aceh sampai Papua.

Dengan demikian, kondisi komunitasmasyarakat di masing-masing wilayah sangat beragam dan sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor.

Faktor-faktor tersebut di antaranya letak geografis, kondisi sosial, budaya, ekonomi, sarana dan prasarana wilayah serta sektor pendidikannya. Selain itu, Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia.(HARDIANSSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here