Kampung Melayu Disulap Jadi Pelangi

1
3821
Kampung Melayu RT01/ RW03 Kelurahan Melayu Kota Piring di cat warna warni. Terlihat Kepala Disparbud Tanjungpinang Reni Yusneli mengunjungi lokasi tersebut, kemarin. f-andri/istimewa

Kampung Pelangi di Tanjungpinang belakangan semakin populer. Tempat ini begitu unik dengan pemukiman warga yang dicat warna-warni.

TANJUNGPINANG – Liburan tanpa membawa pulang foto-foto keren rasanya kurang mantap. Nah, kalau traveler berencana menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, sahabat dan pacar, hunting foto, Kampung Pelangi tepat buat dikunjungi.

Lokasinya Kampung Melayu di RT01/ RW03 Kelurahan Melayu Kota Piring. Lokasi ini juga disediakan tempat duduk, untuk selfie dengan pemandangan laut dan latar belakang rumah warna warni.

Saat berkunjung ke Kampung Melayu terlihat berbeda dibandingkan dengan kampung lainnya. Terlihat warna warni cat yang telah menghiasi tembok gang serta rumah milik warga seperti warna pelangi. Tak hanya berbagai macam warna cat. Namun, ada juga gambar yang sedang dilukis tangan. Ini terlihat di dinding gang hingga dinding rumah milik warga.

”Sudah dua minggu, kami kerjakan. Kami hanya mengerjakan ini saja, butuh skil juga,” singkat salah satu pekerja, kemarin.

Sementara itu, Ketua RT01/ RW03, Kampung Melayu, Linda menceritakan, awalnya dari Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang ingin Kampung Melayu dibuat objek wisata baru di Kota Tanjungpinang. Sebelum terwujud, dinas tersebut ingin melakukan tatap muka hingga sosalisasi dengan warga RT01/ RW03.

Setelah tiga kali pertemuan, kata Linda, baru ada hasil serta kesepakatan antara warga dengan Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang. Intinya, warga setuju dengan adanya pengerjaan cat yang dilakukan dinas tersebut, namun biaya ditanggung pemerintah.

Namun, warga yang mengatur konsep pengecatan tersebut. Mulai dari pengaturan warna cat hingga gambar yang akan menempel di dinding rumah warga.

Konsep Gurindam yang akan ditampilkan di Kampung Melayu. Karena bakal ada gambar dengan ciri kota Melayu.

”Pokoknya, kita tidak lupa dengan khas Melayu. Karena kita tinggal di tanah Melayu,” kata Linda sambil menunjukkan raut wajah yang gembira.

Selain itu, jalan yang sering dilintasi warga bakal di cat serta diberikan gambar tiga dimensi. Karena menurut wanita hijab ini, gambar tiga dimensi ini memiliki nilai jual orang untuk mengunjungi Kampung Melayu nanti.

”Pokoknya, mantap lah. Tak terbayangkan bagusnya nanti seperti daerah lainnya di Jawa,” ucap dia.

Ia melihat, pengerjaan pengecatan serta melukis gambar baru sekitar 40 persen. Artinya, masih 60 persen lagi pengerjaan cat dan gambar akan selesai.

”Ini bakal membantu nilai ekonomi warga kita kedepan. Ini sudah kita pikirkan,” sebut dia.

Warga menyambut baik dengan adanya pengerjaan pengecatan serta lukisan gambar yang dilakukan oleh dinas tersebut. Razima dan Nurhalimah, adalah warga Kampung Melayu, RT01/ RW03, Kelurahan Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

”Sukalah,” kata Razima.

Sambung dia, karena dinding rumahnya dicat tanpa mengeluarkan biaya sepersenpun. Sekarang dinding rumahnmya sudah warna warni. Ada warna biru, merah jambu alias pink, merah, biru, kuning dan masih banyak warna lainnya. ”Dulu warna rumah saya hijau polos,” ucap dia.

Nurhalimah mengatakan, setelah adanya pengerjaan pengecatan di tempat tinggalnya terlihat indah. Sehingga dipandang mata bagus dan menarik. ”Sudah cantik kampung kita,” singkat Nurhalimah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Reni Yusneli menjelaskan ada sekitar 43 rumah yang di cat warna-warna. Konsepnya seperti Kampung Pelangi di Malang.

Terkait proses pekerjaan dilimpahkan kepada pihak ke tiga dengan sistem penunjukan langsung karena alokasi anggarannya tidak sampai Rp 200 juta. Ia menargetkan pekerjaan itu akan selesai Mei mendatang, dengan memulai pekerjaan di April nanti.

”Di kawasan itu ada lahan, tapi masih bersengketa. Ini kami upayakan agar dapat dihibahkan dan dibangun beberapa fasilitas umum termasuk rumah makan atau kuliner,” ucapnya.

Ia mengakui pekerjaan penyediaan lahan dan fasilitas umum tidak dialokasikan 2018 ini, maka rencananya akan ada pekerjaan lanjutan 2019. “Tapi kalau sekedar menata bunga-bunga dan menambah payung-payung nanti akan kami coba meminta bantuan dari pihak ke tiga,” paparnya. (ANDRI-ABAS)

1 KOMENTAR

  1. Kampung melayu awal pembangunannya di tahun 2013 melalui program perencanaan lingkungan permungkiman berbasis komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan…tetapi mengalami hambatan krn sengketa lahan dgn jodi…ada sekitar 9 kegiatan yg dilakukan pd prg tsb…mulai dr rehap rumah,semenisasi jalan,pagar pelantar,lampu solar sel hingga pengecetan tembok…dgn kembali di jadikan sebg kamp pelangi menjadi nostalgia bg kami alumni pendamping program tersebut…semoga dgn adanya program kmp pelangi dapat menambah perekonomian masy disana…serta kekompakan warganya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here