Kampung Tua Selesai, Nurdin Terharu

0
142
GUBERNUR Nurdin bersama Menteri ATR ketika selesai membahas soal Kampung Tua di Batam. f-istimewa
Gubernur Kepri Nurdin Basirun tanpa melalui protokoler pernah melobi Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan persoalan Kampung Tua di Batam.

BATAM – Setelah tiga bulan, Menteri Agraria dan Tata Ruang datang ke Batam untuk menuntaskan semua persoalan terkait Kampung Tua. Sebanyak 21 ribu kepala keluarga akan mendapatkan sertifkat hak milik atas tanah tempat tinggal mereka.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Sofyan Abdul Djalil tiba di Batam untuk melaksanakan Rapat Koordinasi Penyelesaian Legalitas Kampung Tua, Jumat (21/6) di Pemko Batam.

Turut hadir Kepala BP Batam Edy Putra Irawady, Ketua DPRD Batam Nuryanto, Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad, Kepala Kantor Pertanahan Batam Askani, Ketua Rumpun Khazanah Warisan Batam Makmur Ismail, FKPD Kota Batam dan para Kepala OPD Kota Batam dan Kepri.

”Saya ingat betul waktu semobil dengan Presiden. Saya menyampaikan persoalan Kampung Tua yang belasan tahun tak selesai. Presiden berjanji akan menyelesaikan secepat mungkin dalam hitungan bulan. Dan hari ini Menteri Sofyan Jalil datang menemui kami. Saya haru sekali,” ungkap Nurdin.

Nurdin mengaku lobi yang dilakukannya terpaksa di luar ketentuan protokoler. Karena jalur protokoler menurutnya bisa memperlama waktu dalam penyelesaian. Maka itu, begitu ada kesempatan, Nurdin langsung mengatakan kepada presiden dan langsung disambut baik dengan kerja nyata.

”Ini sebagai bentuk keseriusan dan kecintaan Presiden kepada rakyat. Walikota Batam juga luar biasa perjuangannya. Semoga dengan bahu-membahu impian masyarakat Kampung Tua bisa direalisasikan,” ujar Nurdin.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Sofyan Abdul Djalil meminta masyarakat Kampung Tua untuk bersabar dan memberikan waktu kepadanya untuk menyelesaikan segala hal teknis terkait realisasi Kampung Tua.

Sofyan juga berjanji akan bertemu menteri-menteri terkait seperti Menteri Kehutanan dan Dewan Kawasan untuk membicarakan hal yang belum tuntas. Misalnya seperti wilayah Kampung Tua yang masuk kawasan hutan akan segera dilepaskan. Atau wilayah Kampung Tua yang keluar dari kawasan FTZ akan dibicarakan dengan Dewan Kawasan. Dan berbagai hal terkait lainnya.

”Prinsipnya saya sudah tahu setelah dipetakan semua persoalan terkait Kampung Tua. Baik luasnya, peruntukannya dan masalah-masalah yang terkait dengan hutan,” kata Sofyan.

Tidak itu saja, sebelum sertifikat dikeluarkan, Sofyan meminta Walikota Batam Muhammad Rudi untuk menata dengan baik kawasan Kampung Tua yakni melengkapi dengan fasilitas sosial dan fasilitas umum, jalan dan gang yang teratur. Alokasi untuk fasos dan fasum tanahnya langsung diambil dari luas tanah yang tersedia. Dibuatkan sertifikat hak pakai bagi pemerintah kota. Sisanya baru ditetapkan untuk masyarakat dengan hak milik untuk mereka yang mukim di Kampung Tua.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here