Kampus di Taiwan Ditunjang Fasilitas Lengkap

0
554
PERPISAHAN: Maemona Latifah berfoto bersama dengan mahasiswa/i i-shou University di Taiwan sebelum perpisahan dan kembali ke Tanjungpinang. F-ISTIMEWA

TAIWAN – Negara Taiwan menjadi salah satu tujuan belajar mahasiswa, wajar karena di tunjang dengan fasilitas lengkap. Hal ini dikatakan Maemona Latifah, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji yang melaksanakan program belajar singkat di i-Shou University Taiwan.

Ia telah kembali ke Tanjungpinang bersama rombongan mahasiswa Kampus Universitas Internasional Batam, Kamis (28/12) kemarin. Banyak hal yang dilakukan selama 16 hari berada di Taiwan. Mulai dari belajar bahasa Mandarin, kebudayaan, keliling kampus, seni bela diri Taichi, kaligrafi Taiwan serta beberapa lainnya.

Selain itu, ia juga menyaksikan langsung megahnya kampus-kampus di negara tersebut, karena pemerintah setempat memberikan perhatian lebih kepada dunia pendidikan.

Kampus-kampus di lengkapi dengan fasilitas laboratorium yang memadai dan canggih. ”Alat-alat parktiknya beragam yang super lengkap serta bermutu tinggi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, sesampainya di Tanjungpinang, kemarin.

Perhatian pemerintah ditunjukkan dengan sistem kurikulum, biaya pendidikan yang terjangkau dan kelengkapan alat-alatnya. Bahkan, negara kecil ini mampu memproduksi pesawat tempur handal secara mandiri yakni Multirole Combat Aircraft F-CK-1 Ching Kuo.

Pesawat itu, digadang-gadang berkemampuan setara dengan F-16 produksi General Dynamics yang kini akuisisi oleh Lockheed Martin Amerika Serikat (AS). Kemandirian itu, tak lain adalah bentuk dukungan dari beberapa kampus yang turut menciptakan teknologi kedirgantaraan.

Selain itu, seperti diketahui, begitu banyak produk berteknologi lainnya yang ada dipasaran Indonesia untuk kebutuhan rumah tangga buatan Taiwan. Sebelumnya, Ketua Stisipol Raja Tanjungpinang, Haji Endri Sanopaka S Sos MPM beberapa waktu lalu juga berkunjung ke Taiwan. Bersama rombongan mendapatkan akses untuk mengunjungi serta melihat secara dekat seperti apa fasilitas pendidikan di sana.

Kampus yang di kunjungi saat itu Tunghai University, dan i-Shou University. Bahkan, Endri mengaku kagum dengan ruang belajar mahasiswa, sampai mengabadikan melalui hape miliknya.

Salah satu ruang praktik aerodinamis pesawat tempur bagi mahasiswa disana. Tidak hanya itu, Endri juga memotret beberapa ruangan fasilitas praktik mahasiswa lainnya.

Ia menilai bukan hanya ruangannya yang bagus, namun fasilitasnya juga lengkap sehingga wajar pendidikan disana maju. Negara yang maju meyakini, peguruan tinggi memiliki peranan dan bahkan barometer kemajuan negara tersebut.

Terlaksanakanya program belajar singkat dimulai dari Stisipol Raja Haji telah mengajukan Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Ini tercetus saat mengikuti pameran pendidikan yang dilaksanakan di Batam, beberapa waktu lalu.

”Mengajukan LoI waktu itu di Universitas Internasional Batam (UIB). Tahapan berikutnya kita sepakati dengan MoU. Dimana kami mendiskusikan hal-hal yang menjadi acuan kerja sama untuk ke depannya,” jelas Endri Sanopaka.

Kesepakatan yang tertuang dalam MoU yakni, pertukaran mahasiswa, staf, mengadakan seminar bersama, penelitian serta pertukaran dan pengenalan budaya.

Maemona menambahkan, pergi mengikuti Short Program ke Taiwan seperti belum percaya. Menurutnya, kalau bukan karena Stisipol Raja Haji dan fasilitas dari Kampus UIB maka ia tidak akan sampai ke Taiwan.

”Ini pengalaman luar biasa. Karena punya teman baru, dan ingin sekali rasanya dapat menumpuh pendidikan disana. Bila ada kesempatan bisa melanjutkan S2 disana nantinya. Pengalaman ini akan saya bagikan kepada teman-teman civitas Stisipol Raja Haji,” tuturnya.(ADLY BARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here