Kampus Ikuti Revolusi Industri 4.0

0
180
ROMBONGAN Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang foto bersama dengan mahasiswa dan Dosen Universiti Utara Malaysia tahun 2018 lalu saat melaksanakan KKLN. F-istimewa

Stisipol Evaluasi Akademik untuk Penyesuaian

Indonesia telah mulai memasuki Revolusi Industri 4.0. Babak baru industri yang serba modern. Untuk perguruan tinggi harus mengikutinya. Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang pun akan menyesuaikannya.

TANJUNGPINANG – Memasuki tahun 2019 ini, tentunya merupakan babak baru bagi Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang. Untuk itu, tahun ini pihak Kampus Stisipol Raja Haji akan mengevaluasi sistem akademik.

Tujuannya, Kampus Stisipol Raja Haji akan menyesuaikan dengan perkembangan revolusi industri 4.0.

Dimana Stisipol Raja Haji sudah menyesuaikan visinya, yakni menjadi pusat kecemerlangan ilmu sosial di tingkat regional dan nasional yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi.

Ketua Stisipol Raja Haji Endri Sanopaka MPM menyebutkan, dengan menyesuaikan perkembangan revolusi industri 4.0, berarti ketiga program studi yang ada di Stisipol Raja Haji akan menyesuaikan konten dan metode pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

”Selain menyesuaikan perkembangan revolusi industri 4.0, namun ada sejumlah program yang masih harus dilanjutkan. Seperti pertukaran mahasiswa, Student Exchange Programe. Yakni antara Stisipol Raja Haji dan Kampus Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) di Malaysia,” jelas Endri.

Tahun ini, lanjut Endri, program tersebut akan dilanjutkan kembali karena sempat tertunda. Endri menyebutkan, program tersebut yang harus terlaksana 2018 terkendala karena proses pengurusan visa di Imigrasi.

Untuk itu, tahun ini pihaknya akan melanjutkan kembali melaksanakan Student Exchange Programe.

”Untuk MoU (Memorandum of Understanding) pertama kali, dilakukan pada tanggal 1 Desember 2015. Kemudian ditindak lanjuti dengan Memorandum of Agreement (MoA) pada Bulan April 2017. Salah satu poinnya adalah, melaksanakan Student Exchange Programe pada tahun 2018,” jelas Endri.

Endri berharap, program pertukaran mahasiswa tahun ini dapat terlaksana. Sehingga, mahasiswa-mahasiswi Stisipol Raja Haji yang mengikuti program itu dapat mengambil pengalaman belajar di sana.

Terlebih, dengan belajar di luar negeri akan menambah kepercayaan diri mereka.

Terpenting, meraka mampu bersaing secara internasional dan tentunya dapat berbagi pengalaman nantinya dengan mahasiswa lainnya, setelah mereka kembali ke Stisipol Raja Haji.

”Tetapi kita juga berharap, mereka dapat melanjutkan studi master-nya. Apakah di UniSZA ataupun di kampus lain. Paling tidak, kami yakin mereka akan punya keberanian,” tambahnya.

”Kesempatan tentu tidak datang dua kali, dan ungkapan itu terkadang kita rasakan sehari-hari. Nah, bagi yang ikut Student Exchange Programe merupakan kesempatan untuk menambah pengalaman serta mengukur kemampuan dan meningkatkan daya saing dengan dunia kampus internasional,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya juga memiliki program Kuliah Kerja Luar Negeri (KKLN) setiap tahunnya dengan lawatan ke Malaysia salah satunya Kampus UniSZA dan ke Thailand.

Tujuannya, agar mahasiswa-mahasiswi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang berkesempatan melihat langsung dunia kampus di luar negeri.

Revolusi Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif.

Industri 4.0 menghasilkan ‘pabrik cerdas’. Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat.

Lewat Internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here