Kampus STIT Lingga Mulai Menggeliat

0
1065
Dr Fauzi

LINGGA – Sejak pendaftaran mahasiswa STIT-Lingga gelombang pertama dibuka beberapa waktu lalu, para calon mahasiswa mulai berdatangan ke kampus yang berada di Jalan Kenanga, Setajam, Dabo Singkep Kabupaten Lingga ini.

Ketua STIT Lingga Dr Fauzi, M.Si memperkirakan, jumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Lingga tahun ajaran 2018-2019 akan membeludak karena tingginya minat warga Kabupaten Lingga untuk menjadi sarjana.

”Gelombang pertama pendaftaran sudah dibuka sejak Januari lalu dan akan ditutup pada akhir Maret. Calon mahasiswa yang belum sempat mendaftar sampai akhir Maret 2018, masih ada kesempatan untuk mendaftar pada gelombang kedua pada April hingga Juni 2018 mendatang. Bahkan, ada gelombang ketiga yang rentang waktunya antara Juni sampai September mendatang,” terang Fauzi yang ditemui usai mengisi seminar di STAIN SAR, kemarin.

Tingginya minat untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi STIT ini, kata Fauzi, selain karena biaya kuliahnya yang murah, juga karena kampus STIT sudah terakreditasi. ”Sejak didirikan beberapa tahun lalu, baru dua jurusan yang dibuka yakni Program studinya Strata-1 Pendidikan Agama Islam (PAI) dan strata-1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI),” terangnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Ajak Tingkatkan Minat Baca

Tapi, sambung Fauzi, pihaknya sudah merencanakan untuk menambah beberapa jurusan lagi karena pertimbangan kebutuhan daerah dan animo mahasiswa seiring perkembangan zaman.

Kuliah di STIT Lingga, menurut Fauzi juga sangat menguntungkan bagi mahasiswa dari luar daerah. Selain wilayah kampus STIT Yang jauh dari kebisingan kota, juga biaya hidup untuk anak kos relatif murah.

”Kuliah di kota besar tentu rawan terpengaruh dengan lingkungan yang tidak baik. Apalagi orangtua dan sanak saudara semua jauh hingga akan sulit untuk dikontrol. Sementara, di Daek sebagai kampus STIT, lingkungannya sangat aman yang kental dengan budaya Melayu yang religius, bahkan disebut sebagai bunda Tanah Melayu, karena budaya Melayunya yang kental,” ucapnya.

Baca Juga :  UMRAH Terima Penghargaan dari Kemenkeu RI

Dengan kuliah di lingkungan yang agamis, kata Fauzi, mahasiswa akan bisa lebih fokus dengan kuliah dan jauh dari pengaruh yang bisa merusak generasi muda. Menurut Fauzi, Kampus STIT-Lingga tidak hanya menguntungkan bagi calon mahasiswa dari luar Daek saja. Tapi, juga bisa dimanfaatkan bagi tamatan SMA sederajat di Daek dan Lingga. Bahkan, sambungnya, pekerja, ibu rumah tangga bisa dengan mudah untuk kuliah di STIT.

Jam kuliah ada pagi, siang dan malam. Bagi pekerja, mereka bisa memilih jam kerja sore atau malam. Bahkan, bagi ibu rumah tangga, seperti istri polisi atau istri PNS lainnya, bisa kuliah pada pagi hari atau sore hari hingga bisa memanfaatkan waktu luang dengan hal yang sangat bermanfaat.

Tentang biaya kuliah, Fauzi membeberkan, per bulan biaya kuliah di STIT hanya Rp 250 ribu. Biaya kuliahnya sangat murah agar minat warga Kepri untuk bisa menjadi sarjana bisa lebih mudah. Ini mendukung program pemerintah yang menginginkan agar memperbanyak sarjana di Provinsi Kepri.

Baca Juga :  125 Mahasiswa akan Terima Beasiswa

Sedangkan, untuk jam kuliah malam, sambungnya,1 untuk mengakomodir banyak pegawai pemerintahan dan swasta bahkan petani untuk bisa mewujudkan harapan mereka untuk menjadi sarjana. Intinya, yang berkeinginan menjadi sarjana bisa dengan lebih mudah mewujudkannya.

”Jadi tidak boleh lagi ada anggapan tak bisa jadi sarjana karena tidak ada waktu atau karena tak ada uang karena saat ini aa banyak kampus yang menjadi pilihan serta waktu kuliah yang bisa dipilih tergantung dengan keinginan,” sebut Fauzi. (jek)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here