Kantor Bahasa Sumbang Buku ke TBM

0
156
SALAH satu pegawai Kantor Bahasa Kepri menunjukkan buku gratis yang dibagikan ke masyarakat di acara Temu Tokoh Literasi Nasional di Aula SMPN 3 Tanjungpinang, Minggu (14/10). F-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pihak Kantor Bahasa Kemendikbud Provinsi Kepri menyambut baik dan memberi dukungan penuh buat pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang terbentuk di berbagai daerah di Kepri.

Bahkan, saat ini Kantor Bahasa Kepri membimbing dua TBM di Kepri. Selain memberikan bimbingan, disumbang juga buku-buku untuk menambah judul buku di TBM tersebut.

Kepala Kantor Bahasa Kemendikbud Provinsi Kepri, Zuryetti Muzar, S.E mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendata PKM yang terbentuk di tengah-tengah masyarakat.

”Kita baru mendata TBM yang ada di Tanjungpinang dan Bintan. Jumlahnya banyak. Puluhan juga,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (14/10) di Aula SMPN 4 Tanjungpinang.

TBM, kata dia, dibentuk masyarakat yang memberi perhatian untuk memajukan pengetahuan anak-anak secara khusus maupun masyarakat umum di satu lokasi.

Di Pulau Bintan, ada salah satu TBM yang aktif. Mereka pindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya sambil membawa buku-buku serta mengajak anak-anak dan warga setempat membaca buku yang ada.

TBM ini, kata dia, turut membantu Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang telah dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016. Sedangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) diluncurkan tahun 2015.

Untuk menyukseskan GLN ini, seluruh instansi pemerintah diharapkan membuat pojok baca di kantornya masing-masing. Karena gerakan literasi ini bukan untuk kalangan pelajar saja, namun untuk semua kalangan masyarakat yang membutuhkan ilmu sepanjang hidupnya.

”Sekarang ini di kantor-kantor lurah sudah ada juga taman bacaan. Tapi instansi lain juga bisa membuat pojok baca, minimal untuk menumbuhkan minat baca pegawainya,” harapnya.

Zuryetti mengatakan, jumlah buku dan judul buku yang terbatasa serta sarana prasarana perpustakaan juga mempengaruhi literasi baca tulis siswa di Kepri.

Kantor Bahasa sendiri tidak hanya menyumbang buku untuk TBM. Namun, ada juga sumbangan buku untuk sekolah. Salah satu buku yang akan diserahkan ke sekolah-sekolah khususnya SD di Kepri adalah buku tulisan 2016 dari bengkel menulis.

Selama ini, Kantor Bahasa Kepri terus menjalankan program-program dalam memperkuat literasi tersebut utamanya di sekolah-sekolah. Banyak cara dilakukan baik itu mengajar membaca, mendongeng, bermain peran, ada juga media pembelajaran dari bahan daur ulang.

Begitu juga dengan berbagai lomba baca puisi, cerdas-cermat, lomba menulis, lomba membaca cepat dilakukan untuk menumbuhkan semangat guru dan siswa dalam baca tulis. Namun karena keterbatasan pegawai dan anggaran, lomba yang mereka gelar tidak bisa diikuti semua siswa. Misalnya, lomba cerdas-cermat yang dibuka untuk SMA se-Kepri, yang mengikuti hanya sekolah-sekolah di Pulau Bintan. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here