Kantor KPU Tanjungpinang ”Diserbu” Massa

0
843
PEDEMO melempari batu ke pihak kepolisian saat simulasi penanggulangan kerusuhan demo yang digelar di kantor KPU, Rabu (17/1).f-raymon/tanjungpinang pos

Kantor KPU Tanjungpinang di Batu Delapan Atas didemo massa usai pengumuman hasil tes kesehatan. Massa yang terdiri dari salah satu pendukung cawako Tanjungpinang menyeruduk mau masuk ke dalam kantor KPU, Rabu (17/1).

TANJUNGPINANG – Kerusuhan tidak bisa dihindari setelah sekelompok masyarakat dari berbagai sudut di Kota Tanjungpinang menggelar demontrasi secara anarkis. Mereka mencoba masuk kekantor KPU untuk melihat hasil pemilihan.

Namun, bersamaan beberapa masa pertama datang, kemudian tiba-tiba sekelompok masyarakat lainnya datang sambil membawa spanduk yang meminta pemilihan umum diulang kembali. Mereka juga ikut bergabung melakukan orasi bersama massa lainnya. Situasipun semakin panas dan tak terkendali. Saling dorong antara petugas dan pedemo tidak bisa dihindari. Para pedemo berusaha menerobos masuk kantor KPU namun dihadang pasukan kepolisian dari Polres Tanjungpinang.

Baca Juga :  Antrean Permohonan Paspor Bisa Lewat Aplikasi

Emosi, massa melempar pasukan dengan batu dan membakar ban bekas di depan kantor KPU. Aksi demo di atas salah satu skenario latihan kesigapan personel Polres Tanjungpinang dalam mengatasi unjuk rasa dalam penghitungan suara di pilkada Tanjungpinang mendatang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro yang hadir melihat simulasi penanggan demo mengatakan, kegiatan simulasi Sispam Kota terkait dengan pemilihan Walikota Tanjungpinang terpilih 2018. Lokasi sengaja ia pilih dikantor KPU untuk membuktikan bahwa kita siap melaksanakan pengamanan dan menghadapi situasi apapun yang terjadi. ”Ada 110 personel yang dikerahkan, tapi dalam tahap pemilihan yang asli kota kerahkan personel 330,” katanya.

Baca Juga :  BPOM Kepri Amankan 11.058 Jenis Kosmetik Ilegal

Menurutnya, dalam pengamanan juga dibantu dari instansi lainnya yakni TNI sejumlah 220 personel. Dalam skenario diturunkan pasukan mulai dari Dalmas awal, Dalmas Lanjutan, Dalmas Inti dan Negoisiator untuk memukul mundur para pendemo yang meminta pemilihan ulang. ”Kesiapan petugas sudah dimatangkan sejak lama,” tegasnya.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here