Kapal Internasional Numpang Lewat Saja

0
339
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun saat memimpin rapat pembahasan dalam rangka rencana pendalaman dan pembukaan alur pelayaran baru di Selat Malaka serta Pengembangan Pulau Karimun dan Pulau Rempang, Batam sebagai kawasan wisata dan industri baru di Kepri di Ruang Kerja Gubernur di Dompak, Senin (15/1). F-istimewa/humas pemprov kepri

DOMPAK – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bertekat besar, bahwa jalur pelayaran perdagangan bebas internasional yang selama ini hanya bisa dilihat oleh masyarakat Kepri, ke depan dirinya, berkeinginan bahwa aktivitas itu juga harus bisa ngetem di pelabuhan besar di Kepri.

”Saya ingin ke depan investasi itu terus digalakkan dan terus tumbuh, masuk ke pelabuhan-pelabuhan besar di Kepri, khususnya di Kota Batam,” ujar Nurdin kepada wartawan di Kantor Gubernur Pulau Dompak, Selasa (16/1) kemarin.

Impian besarnya menjadikan laut maritim Kepri salah satu gerbang lintasan jalur internasional ini, merupakan harapan besar yang juga digadangkan pemerintah pusat melalui Menko Maritim RI.

Selama ini, kata dia, aktivitas kapal industri internasional, hanya menjadikan laut lepas Kepri ini sebagai tempat pelintasan. Ke depan dirinya tak mau lagi, hal itu terjadi.

Setiap kapal berskala besar tersebut, harus bisa masuk ke pelabuhan yang ada di Kepri. Karena kalau sudah demikian, dampak terhadap pembangunan Kepri akan tumbuh dengan sendirinya.

”Selama ini aktivitas itu hanya segelintir provinsi di Indonesia yang sudah memanfaatkan, ke depan kita mau putar ke kiri lewat Kepri, Sumatera, Palembang, Lampung bahkan Jakarta,” tegas Nurdin.

sambil mengharapkan dukungan masyarakat Kepri pada umumnya. Sebelumnya, Nurdin menggelar rapat terbatas dengan Deputi II Bidang Pengembangan Jasa Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono didampingi Staff Khusus Kemenko Maritim, Lambok memimpin rapat rencana Pemerintah pusat, bersama Pemerintah Provinsi Kepri, dalam rangka rencana pendalaman dan pembukaan alur pelayaran baru di Selat Malaka serta Pengembangan pulau Karimun dan pulau Rempang, Batam sebagai kawasan wisata dan industri baru di Kepri.

Rapat ini disampaikan, Gubernur Kepri Nurdin merupakan yang kedua kalinya, setelah dirinya bersama jajaran, menggelar rapat terbatas di kantor Kemenko Bidang Kemaritiman di Jakarta belum lama ini. Kali ini, dilaksanakan di ruang rapat utama lantai 4 Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Senin (15/1).

”Ini merupakan rapat lanjutan sebelumnya di Jakarta. Kami sengaja mengundang bapak dan ibu sekalian untuk rapat lanjutan di Kepri, tujuannya agar lebih tau apa yang mau dibuat nantinya di Kepri, setelah melihat langsung posisi dan kondisi serta dengan segala potensi yang dimiliki,” Kata Nurdin di hadapan peserta rapat.

Nurdin Basirun mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta rapat dari seluruh kementerian dan lembaga yang sudah sudi datang ke Kepri guna membahas pendalaman dan pembukaan alur pelayaran baru di Selat Malaka serta Pengembangan pulau Karimun dan pulau Rempang sebagai kawasan wisata dan industri baru ini.

Menurut Nurdin, Presiden sudah meminta dengan tegas, agar sebelum semuanya bersinergi mewujudkan impian ini, maka harus menginstruksikan agar pembangunan tersebut segera dikoordinasikan, dicari solusi yang menjadi kendala, dan kemudian agar segera bekerja di lapangan.

Deputi II Bidang Pengembangan jasa maritim Kemenko bidang Kemaritiman Agung Kuswandono selaku yang memimpin rapat kegiatan in mengatakan bahwa memang benar jika rapat di daerah nuansanya berbeda, karena bisa melihat langsung kondisi lapangan.

”Instruksi Presiden sudah jelas sehingga pembangunan harus segera dilakukan. Apalagi investor yang akan membangun sudah ada, dan daerah yang mau dibangun juga sudah siap. Adapun daerah yang akan dibangun di Kepri ini yakni di kawasan Rempang, dan Karimun serta beberapa daerah di sekitarnya,” jelas Agung.

Namun, kata Agung ada beberapa hal yang perlu digesa kelengkapannya sebelum proyek besar ini mulai dikerjakan. Diantaranya pemetaan zonasi wilayah pesisir, penetapan alur laut serta pengawasan titik-titik BMKT yang ada.

”Rencana pemetaan zonasi ini sangat penting. saran saya cepat bereskan saja dulu pemetaannya agar investor lebih mudah dalam membuat perencanaan,” saran Agung.

Untuk pemetaan zonasi, Agung sempat bertanya kepada Gubernur Kepri, dan ternyata progres pengerjaannya sangat baik. Dan bahkan dalam tempo sekitar dua minggu ke depan, hal ini sudah tidak ada masalah.

Agung didampingi Lambok meminta agar proyek pengembangan Kepri ini digesa dan senantiasa sama-sama mencari solusi jika ada permasalahan yang menghambat kinerja.

”Kepri ini daerah kelautan dengan jalur laut yang sangat padat. Sehingga sangat cocok dikembangkan wisata dan industri baru ini di sini. Banyak sekali kapal-kapal asing yang berlalu lalang di Kepri, namun belum maksimal memberikan kontribusi kepada kita. Dengan pengembangan ini, mudah-mudahan akan bisa lebih baik dan masyarakat Kepri lebih sejahtera,” tutup Agung. (ais/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here