Kapal Laut Jadi Primadona

0
148
Calon penumpang melihat jadwal keberangkatan dan harga tiket kapal di papan pengumuman Pelni Tanjungpinang. Foto: Desi Liza Purba

TANJUNGPINANG – Sejak sebulan terakhir, masyarakat banyak berkunjung ke Kantor Pelni Tanjungpinang untuk membeli tiket kapal. Dibeberapa rute, tiket sudah ludes terjual.

Seperti pantauan Tanjungpinang Pos, Senin (13/5), puluhan warga silih berganti ke loket pembelian dan pengambilan tiket keberangkatan. Diantara mereka ada yang hanya mengambil tiket karena sudah membeli secara online atau daring. Meski demikian, banyak juga yang datang membeli langsung ke kantor.

Sebelum membeli tiket, calon penumpang terlebih dahulu mengisi form yang sudah disediakan petugas. Diantaranya, mengisi nama calon penumpang, alamat serta data lainnya.

Salah satunya, Ohang menuturkan, berencana membeli tiket tujuan Jakarta yang berangkat melalui Pelabuhan Kijang. Jadwal keberangkatan 25 Mei mendatang. Informasi yang tertera pada pembelian online, tiket sudah habis terjual.

”Saya mau coba, mana tahu membeli langsung ke loket masih ada, ternyata sudah habis juga,” ucapnya kepada awak media.

Dituturkannya, ia memilih menggunakan kapal laut, karena biayanya lebih murah bila dibandingkan naik pesawat. Menurutnya, kapal laut kini primadona atau pilihan masyarakat berangkat ke luar daerah.

”Kami berangkat tiga orang, kalau naik pesawat harganya kini mahal. Apalagi menjelang Lebaran nanti,” paparnya.

Dituturkannya, alternatif lainnya bila tidak ada kapal, ia terpaksa menggunakan pesawat menuju Jakarta. ”Lebaran kami sekeluarga di Jakarta,” tuturnya singkat.

Calon penumpang lainnya, Wiwik menuturkan, mendapatkan tiket tujuan Jakarta, keberangkatan 6 Juni mendatang atau tepatnya di perayaan Lebaran.

Ia memilih naik kapal karena perjalanan tidak perlu cepat serta biayanya lebih murah. Ia mengaku akan berangkat bersama seorang anaknya. Disinggung berangkat setelah Lebaran atau momen arus mudik, dituturkannya karena ingin melihat anaknya yang kuliah di Jakarta.

”Kami Lebaran tetap di Tanjungpinang. Ke Jakarta melihat anak yang sedang kuliah,” tuturnya.

Berbeda dengan Nori yang mengaku membelikan tiket untuk keluarganya. Keberangkatan menunggu jadwal kapal tujuan Belawan.

”Saya beli tiket buat keluarga tujuan Belawan,” ucapnya.

Sesuai jadwal yang sudah tertera, berangkat dari Pelabuhan Kijang, Sabtu (18/5) mendatang. Sebelumnya singgah di Batam dan Minggu diiperkirakan sampai di Belawan sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepala Pelni Tanjungpinang, Syafrani menuturkan, di bulan Ramadan atau dua minggu sebelum Lebaran, tiga kapal yang beroperasional. Diantaranya, KM Kelud, KM Umsini dan KM Sanus 48 dengan rute yang berbeda. Sedangkan tiga kapal lainnya, KM Bukit Raya, KM Sanus 80 dan Sanus 83 masih menunggu jadwal.

Dituturkannya, kini KM Bukit Raya tujuan pulau-pulau di Kepri belum bisa beroperasi karena masih proses perbaikan. Meski demikian, informasi yang diterimanya, akan beroperasi 25 Mei mendatang.

”Kapal berangkat dari Tanjungpriok jadwalnya 23 Mei. Mudah-mudahan sudah selesai diperbaiki dan bisa segera melayani masyarakat,” ucapnya.

Sesuai jadwal, rute KM Bukit Raya yaitu Pelabuhan Kijang menuju Letung, Tarempa, Natuna, Midai, Serasan, Pontianak, Surabaya, Blinyu dan Tanjungpriok.

Ia mengakui, permintaan arus transportasi menuju ke pulau-pulau tinggi. Terkait hal ini pun sudah digesa namun masih proses perbaikan atau pemeliharaan.

”Pak Gubernur mintanya segera dioperasionalkan dan masih menunggu jadwal pasti dari pusat beserta dua kapal lain,” tuturnya.

Pelayanan sebelum lebaran atau tepatnya dua minggu menjelang Lebaran, Pelni mengoperasionalkan empat kapal yang berangkat dari Kijang untuk berbagai rute. Diantaranya, KM Kelud, KM Usmani, KM Dorolonda dan Sanus 48. Beberapa rute, menurutnya sudah penuh karena kini pembelian bisa secara online.

”Beberapa rute sudah penuh karena seluruh masyarakat bisa membeli melalui online,” tuturnya.

Kapasitas penumpang terbesar menurutnya KM Kelud disusul kapal lainnya seperti Dorolonda berjumlah 2.000 lebih orang.

”Kapasitas penumpang paling besar KM Kelud,” tuturnya singkat. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui jadwal keberangkatan kapal, ia menuturkan bisa melihat melalui website.

Disinggung lonjakan penumpang, ia menuturkan bahwa beberapa bulan terakhir ini tinggi. Tepatnya, sejak harga tiket pesawat dinilai mahal.

”Lonjakan penumpang tinggi, mungkin karena harga tiket pesawat lebih mahal,” paparnya.

Dicontohkannya saja ke Ternate, satu kali berangkat menggunakan pesawat, bisa merogoh kocek senilai Rp3 juta. Jika pergi dan pulang memerlukan biaya Rp6 juta. Bila menggunakan kapal laut, sekali jalan dikenakan biaya Rp700 ribu lebih saja.

”Mungkin biaya salah satu alasannya. Tentu sampainya lebih lama, sekitar empat hari tujuan NTT,” tuturnya.

Kapasitas bagasi, ia menuturkan satu penumpang 40 kilo. Di luar dari itu, ada biaya tambahan sesuai ketentuan. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here