Kapal Pembawa Sembako Selalu Kena Pungli

0
173

Curhat Warga Lingga ke Staf Presiden, Moeldoko

Jika di darat pelaku pungutan liar (pungli) sudah disikat habis tim sapu bersih (Tim Saber), beda dengan di laut yang ternyata oknum pelaku pungli masih terus bereaksi. Seperti di laut Lingga, Provinsi Kepri.

KABUPATEN LINGGA – AKIBAT ulah para oknum tersebut, bukan hanya korban pungli yang menderita. Ujung-ujungnya, masyarakat juga yang merasakan dampaknya. Saat kunjungan kerja Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko ke Kabupaten Lingga, Senin (21/5), kesempatan itu langsung dimanfaatkan warga untuk berkeluh kesah.

H Musfar, salah satu tokoh masyarakat Daik meminta Moeldoko untuk mencarikan solusi dari melonjaknya harga kebutuhan bahan pokok di Lingga yang diakibatkan banyaknya Pungli di laut saat para pedagang membawa barang dagangan ke Lingga.

”Hampir semua kebutuhan di Lingga didatangkan dari luar daerah dengan menggunakan sarana transportasi laut. Sayangnya para pedagang selalu membayar uang Pungli agar barang bawaannya bisa sampai. Akibat Pungli ini, para pedagang menaikan harga untuk menutupi biaya operasional,” kata H Musfar saat diberi kesempatan bertanya.

Diterangkannya, tidak masuknya Kabupaten Lingga dalam daerah Free Trade Zone (FTZ) menjadi kesempatan para oknum untuk melakukan pungli atas barang muatan pedagang yang berasal dari daerah FTZ.

”Kami minta ada solusi dari pemerintah melalui bapak (Moeldoko, red) untuk mengatasi hal ini,” harapnya.

Selain persoalan mahalnya harga sembako ini, Musfar juga mengeluhkan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Lingga. Menurutnya, hingga saat ini, masyarakat Kabupaten Lingga tidak pernah merasakan subsidi BBM yang diberikan pemerintah.

”Saat ini harga premium subsidi ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500, Namun di Lingga warga membelinya dengan harga Rp 9.000,” sebutnya.

Menanggapi pertanyaan ini, Moeldoko, mengatakan, terkait persoalan pungli yang dialami para pedagang di laut, disarankan masyarakat untuk membuat laporan ke tim Saber Pungli yang telah dibentuk. Sedangkan untuk tinginya harga BBM di Lingga, akan dibicarakan dengan instansi terkait.

”Setiap dua minggu sekali kami melakukan rapat terbatas membahas keluhan masyarakat dari setiap daerah yang akan disampaikan kepada Presiden,” kata Moeldoko.

Moeldoko juga memaparkan, berbagai subsidi yang saat ini diberikan pemerintah kepada masyarakat tidak mampu, diantaranya, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) hingga bantuan tunai yang diberikan kepada warga yang tidak mampu.

”Setiap program selalu dievaluasi hingga peruntukan berbagai subsidi menjadi tepat sasaran. Presiden telah berkomitmen untuk selalu memberikan bantuan dengan tepat sasaran,” imbuhnya.

Saat kunjungannya ke Lingga, Moeldoko disambut Bupati Lingga Alias Wello (Awe). Kemudian, Moeldoko berangkat ke Batam dan bertemu dengan pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam membahas soal Free Trade Zone dan Kawasan Ekonomi Khusus.(TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here