Kapal Sipil Pakai Radar Kapal Perang

0
232
KAPAL cepat milik Pemkab Natuna seniali Rp26 miliar akan mendukung perjalanan dinas Bupati ke pulau-pulau produksi PT Palindo Marine Batam. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

Setelah adanya kelebihan pembayaran senilai Rp1,6 miliar dalam pengadaan kapal feri cepat dinas Mv Indra Perkasa 159 Pemkab Natuna senilai Rp26,8 miliar itu, Bupati Natuna Hamid Rizal membanggakan, keunggulan di luar kontrak pembuatan kapal itu seperti radar navigasi spek kapal perang yang mumpuni serta sirip pada bagian bodi kapal.

NATUNA – HAMID Rizal mengemukakan kepada Kajati Kepri Asri Agung Putra bersama jajarannya dan sejumlah awak media pada sesi konfrensi pers di atas kapal IP 159, Selasa (30/10). Bahwa ada sparepart tambahan di Kapal MV Indra Perkasa 159 Milik Pemkab Natuna yang berada di luar kontrak pembuatannya.

Hamid menuturkan, berdasarkan kontrak kapal itu tidak dilengkapi dengan sirip pada bagian kanan dan kiri kapal. Akan tetapi, alasannya, berdasarkan permintaanya pihak ketiga yakni PT Palindo Marine Shipping sanggup melengkapinya.

”Alhamdulillah pak. Kalau soal spek itu malah lebih baik pak. Ada di luar kontrak saya minta, tadinya kiri-kanan ini tidak ada sirip untuk stabilitas kapal. Itu saya minta kepada mereka agar dipasang pak,” tutur Hamid.

Kemudian, yang kedua adalah sektor navigasi seperti radar navigasi. Ia menyebutkan, sesuai kontrak radar yang akan dipergunakan pada kapal itu hanya berkapasitas 12 mil. Akan tetapi, Hamid merasa radar ini tidak cukup maka perlu ada peningkatan kemampuan.

Maka, ia meminta agar radarnya diganti dengan radar stik yang mampu menjangkau 40 mil dan permintaan itu juga dipenuhi pihak ketiga. Bahkan, ia menyebutkan radar tersebut milik standar kapal perang yang selama ini diproduksi PT Palindo Marine. Diketahui, PT Palindo Marine beberapa kali membuat KRI milik TNI AL.

”Pertama pihak kontraktornya bilang, pak ini kontraknya cuma 6 bulan pak. Tapi saya bilang, sudahlah, tolong bilang sama bos itu, inikan laut lepas dan saya bilang gitu pak. Akhirnya, radar kapal perang itu dipindah sini pak yang 40 mil itu,” sambungnya tertawa.

Ia mengakui, permintaan itu disampaikan untuk keandalan kapal tersebut baik secara teknis maupun fungsionalnya kelak. ”Alhamdulillah kalau dari sisi kehandalan, kapal ini sudah luar biasa,” ujarnya.

Kajati Asri terlihat memaklumi hal itu, akan tetapi ia tetap mengingatkan kepada pemerintah dan Kejari Natuna untuk memperhatikan spesikasi teknis kapal tersebut. ”Tapi tetap nanti dilihat speknya. Jangan sampai kelebihan speknya dan harus diperhatikan. Ini menyangkut fungsionalnnya,” pesan Kajati Asri.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau (Kepri) Asri Agung Putra meninjau serta mencoba pelayaran dengan kapal dinas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Mv Indra Perkasa 159 melalui Pelabuhan Penagi, Selasa (30/10).

Pada kesempatan uji berlayar itu, Asri mengatakan, ada kelebihan pembayaran terkait pengadaan kapal tersebut yang bersumber dari APBD Natuna. Anehnya, kelebihan pembayaran mencapai Rp1,6 miliar yang semulanya kontrak pengadaan kapal itu senilai Rp26,8 miliar.

Namun, yang lebih mengherankan lagi pembuatan Mv Indra Perkasa 159 merupakan kegiatan Pemerintah Kabupaten Natuna yang masuk sebagai bagian dari pengawalan TP4D Kejari Natuna.

Mengapa bisa muncul kelebihan pembayaran, lantas Kajati Kepri bersama Bupati Natuna Hamid Rizal dan Kajari Natuna Juli Isnur serta petinggi kejaksaan lainnya menggelar konfrensi pers kepada sejumlah awak media nasional dan lokal.

Pada pelayaran kapal Mv Indra Perkasa dari Pelabuhan Penagi-Sabang Mawang itu, Asri Agung menyatakan bahwa pada proses pembuatan kapal berbahan dasar aluminium tersebut terdapat kelebihan bayar yang harus dikembalikan oleh pihak ketiga kepada pemerintah.

”Sekarang kita sedang berada diatas kapal Indra Perkasa. Kapal ini di buat dengan anggaran APBD Natuna tahun 2017, dengan total anggaran sekitar Rp26 miliar. Kita sudah mendengar penjelasan, bahwa dalam proses pembuatannya terdapat kelebihan bayar sebesar Rp1,6 miliar,” kata Kajati Asri. (HARDIANSYAH)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here