Kapolda Ungkap Jalur Penyelundupan Obat Ilegal

0
940
EKSPOS TANGKAPAN: Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian melakukan ekspose penangkapan bahan obat-obatan ilegal, didampingi Kapolres dan Bupati Bintan, Jumat. f-istimewa

BINTAN – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mengungkapkan jalur penyelundupan 12 ton bahan obat-obatan, yang berhasil dibongkar jajaran Polres Bintan. Penyelunduoan ini juga dilakukan dengan modus sebagai pemasok spart part (suku cadang) kendaraan bermotor dari Singapura.

Dengan memanfaatkan Free Trade Zone (FTZ) di Kepri, para pelaku berhasil mengelabui para petugas. Sehingga barang ilegal itu bisa masuk ke Indonesia. Bintan yang merupakan wilayah strategis dan wilayah FTZ, merupakan jalur empuk distribusi bahan dasar obat-obatan ilegal tersebut.

”Jadi, modusnya dari India sampai di Singapura, dan masuk ke Batam itu dikatakan sebagai spart part kendaraan. Namun, bahan obat-obatan ini berhasil diungkap jajaran kita di Polres Bintan, ini satu prestasi,” ungkap Kapolda saat ekspos di Mapolres Bintan, Jumat (22/9).

Baca Juga :  10 Pengurus Anak Cabang PDIP Bintan Dilantik

Menurut Sam, tersangka Ma (sebelumnya Mr) merupakan pemasok, yang selama ini memesan bahan obat-obatan ilegal dari India. Masuk ke Indonesia (Jawa) dengan memanfaatkan daerah FTZ Kepri. Enam tersangka yang diamankan memiliki peran dan tugas masing-masing. Pemesan barang dari India berasal dari Jakarta berinisial Ma. Sementara, tersangka Fe alias Rs adalah koordinator untuk memasukkan barang dari Batam, Bintan hingga sampai ke Jakarta, melalui orang kepercayaan tersangka berinisial E.

Kemudian, tersangka E mempercayakan kepada tersangka Ls, untuk mencari ekspedisi di Kota Batam, guna mengangkut 12 ton bahan obat-obatan itu yang dilakukan tersangka B, dengan menggunakan jasa ekspedisi 3 truk dari Tanjunguban tujuan pelabuhan Sri Bayintan Kijang. Sebelum dibawa ke Jakarta menggunakan kapal laut.

Baca Juga :  Lamen Tolak SK dari Gubernur

Dari 480 tong (12 ton) tersebut, terdapat 395 tong atau sekitar 10 ton berupa bahan obat jenis carisoprodol. Bahan ini sebagai bahan baku utama untuk membuat obat paracetamol, caffeine dan carisoprodol (PCC). Selain itu, ada jenis dextrometorphan sebanyak 42 tong, jenis sentraline dan carisoprodol 1 tong, jenis trihehexyphenidyle dan diazepam sebanyak 2 tong, serta jenis trihexyphenidyle sebanyak 40 tong.

”Kalau jadi obat PCC, berapa juta butir coba? Dan berapa jiwa yang menjadi korban. Beruntung kita berhasil memutus jaringan ini, sehingga banyak yang terselamatkan,” kata Sam.

Barang bukti yang diamankan di Mapolres Bintan ini akan dimusnahkan dengan cara direbus. Pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri.

Baca Juga :  Bintan Terima Puluhan Ribu Masker dan APD PT BAI

Mardianto Kasi Pemeriksaan BPOM Kepri mengatakan, pihaknya sudah mengambil masing-masing 100 gram, dari kelima jenis bahan obat-obatan tersebut, untuk diteliti lebih lanjut. Ia menegaskan, peredaran bahan obat jenis carisoprodol untuk pembuatan obat PCC sudah dilarang, sejak tahun 2013 oleh BPOM RI. Tersangka melanggar UU psikotropika, dan UU nomor 36/2000 tentang kesehatan, dengan ancaman penjara 15 tahun, atau denda Rp 1,5 m. (aan/fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here