Kapolres dan Pengusaha Risaukan Sembako

0
686
DISKUSI: Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto bersama jajarannya berdiskusi dengan pelaku usaha di Tanjunguban, Kamis (27/4) kemarin. F-Jendaras/tanjungpinang pos

Minyak Curah Lebih Mahal Dibandingkan Kemasan

TANJUNGUBAN – Jajaran Polres Bintan bersama pelaku usaha di Tanjunguban mulai merisaukan harga sembako, jelang Ramadan bulan depan.

Sebagai antisipasi kenaikan harga, Kapolres membahas kondisi harga sembako di Bintan, dalam ajang coffee morning, Kamis (27/4) kemarin.

Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto mengatakan, coffee morning Kamtibnas Polres Bintan di Tanjunguban ini, untuk berkoordinasi dengan pengusaha, guna menjaga kestabilan harga bahan pokok.

”Kami mendengarkan dan membahas apa saja yang menjadi kendala pelaku usaha. Kami ingin bersama bersinergi menjadi kestabilan ekonomi di Bintan,” sebutnya.

Indra Setiawan, seorang pelaku usaha mengapreasiasi langkah koordinasi dari pihak Polres Bintan. Menurutnya, kondisi kestabilan harga dan keamanan sangat penting untuk menjaga kondisi ekonomi saat ini.

”Ini penting, jadi semua pihak terkait perlu ada wadah diskusi secara rutin. Sehingga apa yang menjadi kendala-kendala dapat dicarikan solusi bersama,” katanya.

Untuk harga sembako, lanjutnya, pihaknya memastikan akan stabil. Seperti beras, gula, minyak, tepung dan sebagainya. Namun untuk harga sayur mayur masih mengalami fluktuasi, karena faktor cuaca.

Pada kesempatan sebelumnya, PPNS DKUPP Bintan Setia Kurniawan mengatakan, saat ini harga minyak di pasaran cukup bervariasi. Namun minyak curah yang biasa dikonsumsi warga justru harganya lebih mahal dibandingkan minyak kemasan, yang dijual di swalayan.

”Kalau minyak curah di warung-warung, harga saat ini berkisar Rp 11.800 sampai dengan Rp 12 ribu per kilogram. Sedangkan minyak goreng kemasan, harga di swalayan sudah ada yang Rp 11 ribu per kilogram. Ini program pemerintah pusat,” kata Setia Kurniawan. (aan/fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here